Penembakan di Bekasi
Polisi Ringkus Pelaku Penembakan di Bekasi, Motif 2 Kelompok Terkuak: Peluru Menancap di Kepala
Polisi meringkus pelaku penembakan di Bekasi. Motif dua kelompok terkuak terkait kasus itu. Peluru menancap di kepala korban.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Kasus penembakan pria berinisial GR (44), di Kavling Rawa Bambu, Jalan Melati 3, RT 03 RW 09, Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi mulai menemui titik terang.
Polisi telah meringkus empat orang terduga pelaku, mereka berinisial FO alias FU, EU, MW, dan PM alias O.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pelaku FO ditangkap di daerah di Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa (31/10/2023).
"Jatanras Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Medan Satria berhasil meringkus satu orang tersangka," kata Erna, Rabu (1/11/2023).
Pelaku lanjut Erna, diringkus di tempat persembunyian di daerah Cibinong. Dia langsung melarikan diri usai melakukan penembakan pada Minggu (29/10/2023).
"Langsung kabur dia ke tempat persembunyiannya di daerah Cibinong," ucap Erna.
Selain meringkus tersangka, Jatanras Polres Metro Bekasi Kota juga mengamankan barang bukti senjata api rakitan yang digunakan untuk membunuh korban.
"Kita juga turut mengamankan barang bukti senpi (senjata api) rakitan jenis revolver," terang Erna.
Konflik Keluarga Dua Kelompok

Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, motif penembakan dipicu konflik keluarga.
"Awal kejadian yaitu konflik antar keluarga di wilayah Maluku Tenggara," kata Erna saat memberikan keterangan, Rabu (1/11/2023).
Pelaku dan korban lanjut Erna, sama-sama berasal dari Maluku. Konflik di kampung halaman diseret sampai ke tempat perantauan.
Pada malam kejadian Minggu (29/10/2023), korban bersama kelima temannya hendak menemui pria bernama Edwin di tempat kejadian perkara (TKP).
Sesampainya di TKP, langsung terjadi keributan sampai berujung penembakan. Korban tertembak di bagian kepala hingga tewas.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Titus Yudho Uly mengatakan, kasus penembakan diduga melibatkan kelompok John Kei dan Nus Kei.
"Permasalahan antara dua kelompok yakni Nus kei dan John Kei," kata Titus.
Namun, Titus belum membeberkan lebih detail permasalahan yang memicu aksi penembakan tersebut. Ia mengaku penyidik masih mendalami kasus ini.
"Permasalahan pertama masih didalami karena ini kejadian berulang seperti di Cengkareng pada 2020 lalu. Sedang kami dalami permasalahannya agar kejadian tak berulang kembali," ujar dia.
Peluru Menancap di Kepala

Malam kejadian, korban datang bersama kelima temannya ke TKP. Setibanya di lokasi, kelompok pelaku langsung menyerang menggunakan senjata api.
Korban kata Erna, tertembak di bagian pelipis sebelah kiri. Jasadnya terkapar di jalan dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
"Turun dari kendaraan langsung ditembak oleh tersangka dan mengenai pelipis kiri," kata Erna.
Penembakan diduga dilakukan dari jarak yang tidak dekat, sebab peluru yang mengenai pelipis korban tidak sampai tembus kepala.
"Untuk serpihan dari pada senjata tersebut tidak tembus ke kepala namun masih berada di dalam kelapa, itu lah yang menyebabkan terjadinya korban meninggal dunia," terang Erna.
Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.