Pilpres 2024

Ramai Soal Beda Format Debat Capres Cawapres, Pengamat Rasakan Hilang Esensi

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan merasakan konteks debat capres cawapres yang bakal digelar KPU hilang esensinya.

|
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Pebby Adhe Liana
Kompas.com/Tribunnews/WartaKota
Tiga pasangan capres-cawapres yakni Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ganjar Pranowo - Mahfud MD dan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka menggunakan tiga kendaran unik pada saat pendaftaran capres-cawapres ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, pada Kamis (19/10/2023) dan Rabu (25/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Ahmad Bakir Ihsan merasakan konteks debat capres cawapres yang bakal digelar KPU sudah hilang esensinya.

Hal itu terkait saling tuding antara kubu pasangan calon nomor urut satu dengan kubu paslon nomor urut dua soal teknis pelaksanaan debat capres-cawapres Pilpres 2024. 

"Saling tuding dalam konteks format debat, menunjukkan hilangnya substansi debat itu sendiri," kata Bakir saat dimintai tanggapannya, Selasa (5/12/2023).

Menurutnya, sejatinya debat merupakan adu gagasan untuk dipahami dan mendapatkan simpati masyarakat.

Bukan pada kepandaian bertutur kata untuk kalah menang. 

"Karenanya perdebatan antar Capres harus berpijak pada tugas fungsinya, pun Cawapres, dan biarkan masyarakat menilainya," ujar Bakir.

"Ya, karena masing-masing ada tugas dan tanggungjawabnya, karenanya warga perlu tahu gagasannya," lanjut Bakir.

Diketahui, format debat Pilpres 2024 memang ada perubahan. 

Adapun debat capres untuk Pilpres 2024 akan digelar tiga kali dan debat cawapres digelar dua kali. 

Namun, yang membedakan dengan debat di pilpres terdahulu, pasangan capres-cawapres harus hadir di setiap debat tersebut.

Debat perdana capres cawapres akan digelar di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat pada 12 Desember 2023.

Sementara itu, mengenai anggapan bahwa Komisi Pemelihan Umum (KPU) takut terhadap intervensi politik eksternal sehingga ada perubahan dalam format debat di pilpres kali ini, Bakir punya penilaiannya sendiri.

"Justru harus dibuktikan dulu dengan debat cawapres, sehingga masyarakat tahu apakah KPU ada intervensi atau tidak. Kalau belum apa-apa sudah takut, itu namanya kalah sebelum perang," kata dia.

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved