MRT Jakarta Pasang Target Tinggi 33 Juta Penumpang Sepanjang 2024

PT MRT Jakarta menargetkan kenaikan penumpang sebesar 30 persen atau sebanyak 92 ribu orang per harinya sepanjang 2024 ini.

Tribunnews/JEPRIMA
Aktivitas Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta saat akan berhenti di stasiun Blok M, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2020). Dinas Perhubungan DKI Jakarta lakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Pintu Besar Selatan, mulai dari depan LTC Glodok sampai dengan simpang Kota Tua. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT MRT Jakarta menargetkan kenaikan penumpang sebesar 30 persen atau sebanyak 92 ribu orang per harinya sepanjang 2024 ini.

Target tinggi dicanangkan MRT Jakarta berdasarkan capaian 2023 lalu yang tercatat melampaui target yang ditetapkan, yaitu sebesar 70 ribu orang per hari.

“Sepanjang 2023, tercatat lebih dari 33 juta orang menggunakan layanan MRT Jakarta. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sekitar lebih dari 91 ribu orang menggunakan MRT Jakarta setiap hari,” ucap Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Mega Tarigan dalam keterangannya, Jumat (26/1/2024).

Ketepatan waktu hingga 99,94 persen yang konsisten dihadirkan sejak awal MRT Jakarta beroperasi pun diyakini bakal menjadi salah satu kunci peningkatan jumlah penumpang di tahun 2024 ini.

“Pada 2024 ini kami menargetkan sekitar 33 juta orang pengguna hingga akhir tahun atau 92 ribu orang per hari,” ujarnya.

Mega pun turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menggunakan jasa MRT Jakarta dan para mitra pengumpan sehingga jumlah penumpang terus meningkat.

Untuk mencapai target tersebut, MRT Jakarta menggandeng berbagai pihak, terutama dari industri wisata, seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, sampai promo tiket di sejumlah tempat wisata.

Beragam inovasi juga dilakukan dengan menghadirkan berbagai macam gerai kuliner, fitness center, hingga gerai layanan publik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di beberapa stasiun.

“Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpang (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Kehadiran angkutan pengumpan akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong budaya menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing),” tuturnya.

Bila bicara soal angka, Mega menyebut, operator pengumpan menyumbang 22 persen angka keterangkuran dari total ridership MRT Jakarta.

Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital, pengguna jasa MRT Jakarta dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan.

Pengguna juga bisa mengumpulkan poin yang dapat ditukar dengan berbagai promo menarik, seperti nonton film dan bermain game.

“Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta,” tuturnya.

Sebagai informasi, beragam metode pembayaran digital sudah disiapkan sejak 2023 lalu demi kemudahan pelanggan.

PT MRT Jakarta juga terus mengupayakan pembangunan kawasan di sekitar stasiun dengan menghadirkan infrastuktur transit antarmoda.

Dengan beragam upaya tersebut, MRT Jakarta berharap agar masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan transportasi publik sebagai moda mobilitas sehari-hari.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved