Persija Jakarta

Masalah Besar Persija Dibongkar Thomas Doll, Pemain Berani Minta Maaf ke The Jak, Wasit Disinggung

Permasalahan besar Persija Jakarta yang baru saja dikalahkan Arema FC di kompetisi Liga 1 perlahan-lahan mulai diungkap pelatih Thomas Doll.

Editor: Wahyu Septiana
Media Persija
Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic menendang bola dikawal bek Arema FC, Bagas Adi Nugroho di Liga 1. Permasalahan besar Persija Jakarta yang baru saja dikalahkan Arema FC di kompetisi Liga 1 perlahan-lahan mulai diungkap pelatih Thomas Doll. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Permasalahan besar Persija Jakarta yang baru saja dikalahkan Arema FC di kompetisi Liga 1 perlahan-lahan mulai diungkap pelatih Thomas Doll.

Thomas Doll menyadari timnya mempunyai banyak masalah sehingga berpengaruh gagal meraih poin di Liga 1.

Buktinya di pertandingan melawan Arema FC, Persija Jakarta harus kalah dengan skor 2-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (26/2/2024) kemarin.

Pelatih asal Jerman itu menilai faktor kekalahan timya disebabkan karena kurang fokusnya para pemain di lapangan.

Selain itu, terdapat kesalahan individu yang menyebabkan tim mengalami kerugian.

“Dalam situasi seperti ini memang konsentrasi, kesalahan individu itu yang terjadi di pertandingan hari ini bukan karena kita main di Bali,” kata Thomas Doll saat jumpa pers.

Tak lupa, Thomas Doll turut menyampaikan permintaan maafnya kepada suporter Persija, The Jakmania karena kalah dalam laga lawan Arema FC.

“Saya minta maaf kepada suporter Persija, The Jakmania yang nonton dari TV,” kata Thomas Doll.

Ucapan permintaan maaf juga turut dilontarkan sang pemain, Ilham Rio Fahmi.

“Pertama saya mewakili tim yang pasti  minta maaf kepada suporter yang telah setia mendukung kami,” kata Rio Fahmi.

Lebih lanjut pemain kelahiran Banjarnegara 22 tahun silam tersebut justru menyoroti adanya keputusan wasit yang merugikan timnya.

Pemain asing Persija Jakarta, Ryo Matsumura bereaksi keras di pertandingan Liga 1 melawan Arema FC.
Pemain asing Persija Jakarta, Ryo Matsumura bereaksi keras di pertandingan Liga 1 melawan Arema FC. (Media Persija)

Rio Fahmi menyoroti pelanggaran yang menyebabkan penalti dan kartu merah yang dikeluarkan wasit kepada Ferarri.

“Di pertandingan tadi kalian bisa lihat kita main bagus dan kita berapa kali dirugikan oleh wasit, saya tidak tahu entah itu penalti atau red card, yang jelas kita dirugikan dengan dua kejadian itu,” kata Rio Fahmi.

“Setelah itu konsentrasi pemain terpecah belah. Saya belum lihat rekaman videonya, jadi saya belum ingin mengatakan itu clear penalti atau tidak, red card atau tidak tapi yang jelas dengan adanya kejadian itu tim kami menjadi lengah,” teranganya.

Kondisi Pemain Persija Tak Terkontrol di Liga 1

Thomas Doll buka-bukaan mengungkap kondisi tak biasa yang dialami timnya di Liga 1.

Thomas Doll tak bisa menyembunyikan rasa kecewa terhadap pemainnya yang gagal menerapkan instruksinya dengan baik di lapangan.

Bahkan, kondisi pemain Persija Jakarta di lapangan sangat sulit dikontrol sehingga menyebabkan tim tertinggal dari Arema FC.

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll bersama pemain Marko Simic dalam jumpa pers Liga 1.
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll bersama pemain Marko Simic dalam jumpa pers Liga 1. (Media Persija)

“Saya sangat kecewa dengan hasil akhir (kalah dari Arema FC)," kata Thomas Doll saat jumpa pers setelah lawan Arema FC.

"Memang awal kita main bagus tapi setelah itu terjadi kesalahan individual yang sering di musim ini, setelah itu kita kesusul dan Arema mengontrol pertandingan setelah kesalahan itu muncul.”

“Sedikit demi sedikit kepercayaan diri para pemain mulai hilang lalu kita tertinggal,” sambungnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Jerman itu juga menyoroti buruknya penampilan para pemain di lini pertahanan.

Secara permainan, kata Thomas Doll, di laga ini pemainnya bermain di bawah standar yang telah ditetapkan.

“Sebenarnya ketika skor 2-2 kita bisa kembali lagi tapi setelah itu kita dapat kartu merah dan saya tidak puas dengan cara main bertahan,” ujar Thomas Doll.

Penyerang Arema FC, Charles Lokolingoy berusaha mengejar bola dan menghindari dari bek Persija Jakarta Rizky Ridho di pekan 26 Liga 1, Senin (26/2/2024).
Penyerang Arema FC, Charles Lokolingoy berusaha mengejar bola dan menghindari dari bek Persija Jakarta Rizky Ridho di pekan 26 Liga 1, Senin (26/2/2024). (Instagram @aremafcofficial)

“Intinya saya tidak puas dengan permainan para pemain dan saya kecewa kenapa para pemain memberikan gol dengan mudah."

"Harusnya kita bisa mengontrol pertandingan hari ini, tidak tahu kenapa malah tidak bisa kontrol pertandingan,” pungkasnya.

Dalam laga tersebut, Persija Jakarta mampu lebih dulu mencetak gol melalui sundulan Marko SImic pada menit ke-12.

Keunggulan Persija hanya bertahan delapan menit usai striker Arema FC, Dedik Setiawan mampu membobol gawang Andritany Ardhiyasa melalui sepakan jarak jauh.

Kemudian pada menit ke-36, Arema FC mendapatkan keuntungan setelah Dedik dijatuhkan Firza Andika di kotak penalti.

Dedik yang ditunjuk sebagai eksekutor pun mampu memaksimalkannya dengan gol dan mengubah skor menjadi 2-1.

Usai turun minum, tim besutan Thomas Doll mulai bangkit dan kerap memberikan ancaman dari berbagai lini.

Duel penyerang Arema FC, Dendi Santoso dihadang bek sayap Persija Jakarta, Firza Andika di pekan 26 Liga 1, Senin (26/2/2024).
Duel penyerang Arema FC, Dendi Santoso dihadang bek sayap Persija Jakarta, Firza Andika di pekan 26 Liga 1, Senin (26/2/2024). (Instagram @aremafcofficial)

Hingga akhirnya, Marko Simic lagi-lagi  mampu mencetak gol melalui kepalanya pada menit ke-56.

Akan tetapi petaka bagi Persija terjadi pada menit ke-58, Muhammad Ferarri menekel Charles Lokolingoy yang dalam posisi satu lawan satu dengan Andritany.

Tekelan dari Ferarri pun mendapatkan ganjaran kartu merah dari sang wasit.

Saat Persija bermain 10 pemain, Singo Edan tampil lebih dominan. Hingga akhirnya Lokolingoy mampu mencetak gol ketiga bagi Arema pada menit ke-78

Keunggulan 3-2 tersebut pun bertahan hingga pertandingan usai.

Dengan kekalahan ini, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut turun ke peringkat ke-12 dengan mengemas 32 poin.

Pemain muda Persija Jakarta, Muhammad Rayhan Hannan berusaha menggiring bola melewati pemain Arema FC di Liga 1.
Pemain muda Persija Jakarta, Muhammad Rayhan Hannan berusaha menggiring bola melewati pemain Arema FC di Liga 1. (Media Persija)

Sementara Arema FC untuk sementara keluar dari zona degradasi, peringkat ke-15 dengan torehan 27 poin.

(TribunJakarta)

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved