Ramadan 2024

Masjid Tjia Kang Hoo Diharapkan jadi Mualaf Center

Masjid Tjia Kang Hoo di Jalan H. Soleh, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta.com/Bima Putra
Masjid Tjia Kang Hoo yang memadukan arsitektur Islam, budaya China dan Betawi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/3/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Masjid Tjia Kang Hoo di Jalan H. Soleh, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan pihaknya berharap masjid yang memadukan arsitektur Islam, budaya Tionghoa, dan Betawi nantinya dapat menjadi mualaf center.

Yakni tempat melakukan pembinaan dan pendampingan kepada warga yang menjadi mualaf atau baru menganut agama Islam, sehingga banyak hal hendak dipelajari.

"Harapannya bisa menjadi motivasi warga untuk meningkatkan ibadah di masjid, terutama bagi mualaf. Bisa menjadi sentra mualaf, khususnya di Pasar Rebo dan sekitar," kata Mujiono, Rabu (20/3/2024).

Mengingat nama Masjid Tjia Kang Hoo diambil dari seorang warga etnis Tionghoa yang tinggal di wilayah Pekayon lalu menjadi mualaf, dan berganti nama menjadi Haji Abdul Soleh.

Lahan seluas 793 meter persegi dan bangunan seluas 297,5 meter persegi yang kini digunakan untuk pembangunan masjid pun dahulunya rumah Tjia Kang Hoo dan istrinya Hajjah Rokiyah.

Sehingga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tjia Kang Hoo diharapkan dapat membantu memberi pendampingan kepada setiap mualaf dalam mendapat pembelajaran mengenai Islam.

"Masjid Tjia Kang Hoo adalah masjid yang unik, masjid yang bernuansa Tionghoa. Masjid tersebut dibangun oleh keluarga muslim yang orangtuanya seorang mualaf," ujarnya.

Sementara terkait toleransi umat beragama di sekitar Masjid Tjia Kang Hoo, Mujiono menuturkan warganya hidup bermasyarakat dalam keberagaman agama dan budaya.

Warga keturunan Tionghoa, Betawi, dan etnis lain yang beragama Budha, Konghucu, Kristen, dan Islam hidup rukun dengan saling menghormati perbedaan budaya serta keyakinan.

Sejak pembangunan Masjid Tjia Kang Hoo dimulai pada 8 Oktober 2022 lalu hingga kini pengerjaan nyaris rampung pun seluruh warga hidup rukun berdampingan, dan saling menghormati.

"Ketika peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut, terutama saudara dan kerabat pak Haji Yanto (pendiri Masjid) dari berbagai keyakinannya ikut hadir juga," tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved