Pilkada DKI 2024

Profil 4 Jenderal Panaskan Pilkada Jakarta 2024, Prestasi Sama-sama Kuat

Empat jenderal purnawirawan memanaskan pertarungan Pilkada Jakarta 2024. Prestasinya sama-sama kuat. Simak profilnya.

Tayang: | Diperbarui:
Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, Dharma Pongrekun, Achmad Sajili. Empat jenderal purnawirawan memanaskan pertarungan Pilkada Jakarta 2024. Prestasinya sama-sama kuat. Simak profilnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Empat jenderal purnawirawan memanaskan pertarungan Pilkada Jakarta 2024.

Empat jenderal tersebut yakni Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili dan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun.

Keempat jenderal tersebut memiliki peluang maju di Pilgub Jakarta 2024. Apalagi, prestasi keempatnya terbilang sama-sama kuat.

Pensiunan Jenderal maju di Pilkada Jakarta bukanlah hal baru. Tercatat, Mantan Wakapolri Adang Daradjatun, Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji dan Letjen (Mar) (Purn) Nono Sampono pernah bertarung di Pilkada Jakarta.

Bahkan, Ali Sadikin dan Sutiyoso pernah memimpin ibukota.

TribunJakarta.com merangkum profil empat jenderal yang berpeluang maju di Pilkada Jakarta 2024:

1. Jenderal (Purn) Andika Perkasa

Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Andika Perkasa(Dok. Tim Media Andika Perkasa)
Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Andika Perkasa(Dok. Tim Media Andika Perkasa) (Istimewa)

Jenderal Andika Perkasa kini tercatat sebagai kader PDI Perjuangan.

Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Andika Perkasa menjabat sebagai Panglima TNI pada tahun 2021-2022.

Jenderal Andika Perkasa lahir pada 21 Desember 1964 di Bandung. Andika merupakan putra pasangan FX Soenarto dan Udiati.

Jenderal Andika Perkasa merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987.

Pada November 2013, Jenderal Andika Perkasa diangkat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Pada Oktober 2014, Andika Perkasa dipromosikan menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) menggantikan Doni Monardo.

Andika Perkasa lalu mendapatkan kenaikan pangkat sebagai Mayjen.

Kemudian, Andika Perkasa diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura pada Mei 2016.

Pada Januari 2018, Andika Perkasa dipromosikan sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Dankodiklatad) dengan pangkat Letnan Jenderal (Letjen).

Enam bulan menjabat sebagai Dankodiklatad, pada Juli 2018, Andika Perkasa dimutasi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Agus Kriswanto.

Pada November 2018, Andika Perkasa menyandang jenderal bintang 4, setelah Jokowi melantiknya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

2. Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman bersama Babinsa Serma Junaedi.
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman bersama Babinsa Serma Junaedi. (Youtube TNI AD)

Nama Jenderal Dudung Abdurachman dijagokan oleh Ketua relawan Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer alias Noel.

Jenderal Dudung Abdurachman lahir pada 19 November 1965 di Bandung, Jawa Barat.

Pria lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 ini merupakan putra dari Nasuha dan Nasyati yang memiliki pekerjaan PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi.

Dudung memiliki tujuh bersaudara dan kehidupan masa kecilnya berada di Bandung.

Mantan KSAD ini memulai pendidikannya di SDN Patrakomala, Bandung di tahun 1972-1979.

Kemudian, Dudung melanjutkan sekolahnya di SMP Kartika XIX-1 Bandung hingga tahun 1982, dan masuk ke SMAN 9 Bandung tahun 1985.

Setelah lulusa SMA, jenderal bintang empat ini memilih untuk mendaftar Akmil dan dinyatakan lolos.

Dudung pun mengikuti pendidikan Akmil hingga dinyatakan menjadi lulusan tahun 1988-B yang berasal dari kecabangan infanteri.

Dengan pangkat pertamanya Letnan Dua (Letda), Dudung pun menduduki jabatan strategis seperti menjadi Komandan Pleton (danton).

Karirnya pun terus meningkat hingga akhirnya Dudung melanjutkan pendidikan ke Sarjana (S1) di tahun 2010, saat itu pangkatnya Kolonel.

Ia masuk ke Fakultas Ekonomi UnKris Jakarta tahun 2010-2013 dan langsung melanjutkan S2-nya di Fakultas ekonomi STIE Makassar tahun 2013.

Tak hanya itu, mantan Pangkostrad itu kembali menempuh pendidikan S3 di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti lulus tahun 2022.

3. Komjen (Purn) Dharma Pongrekun

Sosok Dharma Pongrekun, purnawirawan Komjen Polri, cagub independen Pilkada Jakarta 2024.
Sosok Dharma Pongrekun, purnawirawan Komjen Polri, cagub independen Pilkada Jakarta 2024. (Istimewa)

Komisaris Jenderal Dharma Pongrekun maju sebagai calon Gubernur Jakarta via jalur independen.

Ia menggandeng akademisi Kun Wardana Abyoto sebagai wakilnya.

Dharma Pongrekun bersama Kun Wardana Abyoto mendaftar sebagai pasangan Bacagub-Bacawagub Jakarta 2024 ke KPU DKI Jakarta pada hari terakhir pendaftaran calon independen, Minggu (12/5/2024).

Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Januari 1966 itu merupakan lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1988 yang berpengalaman di bidang reserse.

Saat di angkatannya Akpol, Dharma adalah penerima anugerah Adhi Makayasa, yakni gelar kehormatan yang diberikan kepada lulusan terbaik Akpol dan akademi militer (akmil).

Sebelumnya, jabatan jenderal bintang tiga tersebut adalah Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Juli 2019 hingga Oktober 2021.

Dharma mengawali kariernya sebagai Pamen Polda Bengkulu.

Dia juga tercatat pernah mengemban jabatan sebagai Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, dan masih banyak lagi.

4. Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili

Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili saat menyambangi Kantor DPW PSI DKI Jakarta untuk mendaftar sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024
Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili saat menyambangi Kantor DPW PSI DKI Jakarta untuk mendaftar sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024 (Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima)

Marsekal Muda TNI (Purn) Achmad Sajili mendaftar sebagai calon gubernur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia datang ke kantor DPW PSI Jakarta yang berlokasi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (29/5/2024).

Jenderal bintang dua itu datang untuk mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon gubernur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Achmad Sajili pernah menjabat sebagai Staf Kemenkopolhukam Bidang Ketahanan Nasional

Achmad Sajili juga sempat menjabat sebagai Ketua Tim Kemenkopolhukam Asdep Koordinasi Doktrin dan Pertahanan.

Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI, Justin Adrian Untayana. menilai bahwa Sajili juga memiliki pengalaman dalam penanganan konflik etnis, bencana alam dan sebagainya.

"Bapak Sajili ini ada pengalaman penanganan konflik etnis juga, kita membutuhkan pemimpin yang menjujung tinggi plurarisme, selain itu juga transparansi anggaran dan pembangunan dengan efisiensi anggaran itu sendiri," kata Justin pada Rabu (29/5/2024).

Sajili sempat bicara soal politik identitas saat mendaftar sebagai bakal calon gubernur di Pilkada 2024 yang dibuka Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jenderal bintang dua ini menyebut, kesamaan visi-misi terkait politik identitas ini yang mendorongnya untuk mengikuti penjaringan bakal Cagub Jakarta yang dibuka partai berlogo mawar merah tersebut.

“Saya melihat PSI ini sama dengan visi dan misi saya, yaitu punya hak prerogatif, anti-korupsi, dan anti-intoleransi,” ucap Sajili saat di kantor DPW PSI DKI Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Jenderal Ikut Pilkada Jakarta Bukan Hal Baru

Sementara itu, pengamat militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting mengungkapkan pensiunan jenderal memimpin Jakarta bukan hal baru.

Bahkan, sejak era Presiden Sukarno, Gubernur di Jakarta sudah diemban oleh jenderal aktif.

"Dulu kan sebenarnya diusulkan Gubernur Jakarta setingkat menteri. Dan itu sudah dilakukan di era Sukarno, Soemarno Sosroatmodjo (periode 1960-1966) dia merangkap menteri Gubernur Jakarta," kata Ginting saat dihubungi, Kamis (30/5/2024).

Hal itu, kemudian terus berlanjut ke era Orde Baru hingga awal Reformasi dimana Jakarta dipimpin oleh Sutiyoso.

"Itu praktis sejak era presiden Soeharto memimpin dimulai dari Ali Sadikin kemudian terus terakhir Sutiyoso semuanya Letjen," kata Ginting.

Bahkan, di era Pilkada langsung yang dimulai di tahun 2007, dalam pelaksanaannya selalu ada calon yang berasal dari pensiunan TNI maupun Polri.

Di Pilkada Jakarta 2007, ada nama Adang Daradjatun yang merupakan mantan Wakapolri.

Kemudian di Pilkada Jakarta 2012 ada nama Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji dan Letjen (Mar) (Purn) Nono Sampono.

Kemudian, di Pilkada 2017 juga ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang baru saja mundur dari karirnya di militer.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved