DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap
Beda Keterangan Iptu Rudiana dan Suroto Lokasi Tewasnya Vina dan Eki, Reza Indragiri Ragukan Aep
Laporan Iptu Rudiana dan keterangan Suroto terkait lokasi tewasnya Muhammad Rizky Rudiana alias Eki dan Vina Dewi Arsita pada 27 Agustus 2016 berbeda.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Laporan Iptu Rudiana dan keterangan Suroto terkait lokasi tewasnya Muhammad Rizky Rudiana alias Eki dan Vina Dewi Arsita pada 27 Agustus 2016 berbeda.
Iptu Rudiana merupakan ayah Eki yang tewas dalam kasus Vina Cirebon.
Sementara, Suroto (50) merupakan orang pertama yang menolong Eki dan Vina di Jembatan Talun pada saat kejadian.
Pakar Psikologi Forensi Reza Indragiri Amriel menyoroti laporan Iptu Rudiana tersebut. Pasalnya, kasus Vina Cirebon berangkat dari laporan Iptu Rudiana.
Awalnya, Reza mencatat adanya tiga kelemahan dalam kasis tersebut yang dapat diuji dengan scientific.
Pertama validitas keterangan tersangka. Kemudian, saksi apakah pengakuan palsu.
"Ada kemungkinan seperti itu," kata Reza dikutip dari tayangan Interupsi, youtube Official iNews, Sabtu (8/6/2024).
Kemudian, Reza menuturkan apakah ada orang yang memberikan keterangan palsu karena ada tekanan pihak eksternal.
Reza lalu mengungkapkan dua pertanyaan mengenai laporan Iptu Rudiana terkait kasus Vina Cirebon.
"Dalam laproan itu sebelum autopsi, Rudiana sudah melaporkan penusukan dengan samurai dilakukan kepada kedua korban," kata Reza,
Pertanyaan kedua, kata Reza, Rudiana melaporkan kedua meninggal di TKP Jembatan Talun.
Hal ini berbeda dari keterangan Suroto (50) orang pertama yang menolong Eki dan Vina.
Mandor Desa Kecomberan, Kabupaten Cirebon itu menuturkan Eki telah meninggal di lokasi kejadian.
Sedangkan Vina meninggal di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon.
Menurut Reza, laporan Rudiana hanya bisa dikeluarkan otoritas terkait setelah dilakukan autopsi kedua korban.
"Saya khawatir betul laporan Rudiana ke pihak kepolisian berangkat dari keterangan orang yang mengaku-ngaku sebagai saksi," kata Reza.
Reza juga mengkritisi kesaksian Aep yang mengaku melihat Pegi Setiawan melakukan pelemparan kepada Eki dan Vina.
Reza telah mendatangi lokasi tersebut.
"Saya berdiri di tempat sama sungguh-sungguh musykil orang dari jarak sekian ratus meter dalam kegelapan malam bisa menyaksikan secara jernih apa yang dilakukan oleh siapa pada saat itu," kata Reza.
Aep, kata Reza, merasa takut ingin segera menjauhkan diri dari lokasi tersebut.
Reza lalu mengingatkan efek senjata. Dimana saat seseorang menyaksikan peristiwa mencekam, ada kekerasan dan penganiayaan maka konsentrasi otak hanya satu hal yakni menyelematkan diri.
"Lantas pertanyaan bagaimana, seluar biasa apakah dia dalam kondisi takut luar biasa dia melihat secara jernih siapa yang melakukan apa. Kongkritnya Pegi melakukan pelemparan," imbuhnya.
Ia pun mengkhawatirkan kesaksian Aep itu malah dipakai Iptu Rudiana untuk membuat laporan di kepolisian.
"Saya was-wasa betul saksi yang saya pertanyakan kredibilitasnya justru dipakai Rudiana buat laporan di kepolisian," katanya.
"Semakin kuat posisi saya jangan terlalu memforsir diri untuk membongkar keterangan tersangka dan dari saksi," tambahnya.
Reza mempertanyakan apakah benar terjadi pembunuhan pemerkosaan dalam kasus itu.
"Bukan fokus siapa yang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan tidak tapi justru benarkan terjadi pembunuhan dan pemerkosaan," katanya.
Diketahui, Aep mengaku sempat bertemu dengan ayah dari Eky. Di situ Ayah dari Eky bertanya informasi kepadanya.
"Dia menanyakan apakah kamu tau semalem ada kejadian ribut-ribut di sini? Saya spontan bilang ya saya tahu pak. Terus kamu tau pelaku-pelakunya? Ya saya tau pak. Biasa nongkrong di mana? Itu pak di depan. Sudah begitu dia kasih nomor GP ke saya langsung dia bilang kabari saya ya kalau anak-anaknya pada nongkrong," katanya.
Dia pun langsung memberi kabar kepada ayah Eky ketika melihat sekelompok remaja itu nongkrong sekitar pukul 17.00 WIB.
Tak lama beri kabar, kepolisian langsung datang dan dia melihat langsung proses penangkapannya.
"Tau, (lokasi penangkapan) ya di depan bengkel saya di tempat tongkrongan itu," kata Aep.
Pengakuan Suroto
Sementara itu menceritakan saat dirinya menjadi orang yang pertama menolong Eki dan Vina.
Suroto (50) gemetar saat mendengar rintihan minta tolong Vina Dewi Arsita yang tergeletak di Fly Over Talun pada Sabtu 27 Agustus 2016.
"Saya sampai enggak tega sampai gemetar sampai kayak gini kecelakaan," kata Suroto dikutip TribunJakarta dari tayangan iNews, Kamis (6/6/2024).
Suroto mengaku dua kali menjadi saksi dalam persidangan kasus pembunuhan Vina Cirebon di Pengadilan Negeri Cirebon.
Ia lalu menceritakan saat Vina meminta tolong dengan menggerakkan tangan kanannya ke atas.
Awalnya, Suroto menolong Eki terlebih dahulu. Ia menduga kekasih Vina itu telah meninggal saat ditemukan.
"Dia (Vina) minta tolong...tolong..tolong. Aku bilang sabar lagi manggil mobil," kata Suroto.
Suroto lalu memperagakan cara dia menolong Vina. Saat itu, Vina terlentang di jalanan.
Kemudian, Suroto mengangkat kepala Vina dan dipapanya. Kondisi Vina terluka parah.
"Kaki luka, apa kena sobekan besi, luka parah tangan kiri kalau enggak salah. Wajah memar semua. Tangan kayak kena bacokan, banyak mengeluarkan darah. Karena hujan lebat darah mengalir," imbuh Suroto.
Suroto menurut celana dalam Vina melorot saat itu. Ia lalu menggunakan jaket putih biru berlambang XTC untuk menutupi kemaluan korban.
"Saya betulin celana dalam si Vina. Celana dalam melorot tidak semestinya kayak kita pada umumnya. Asal saya naikin, saya tutupin pakai jaket," katanya.
Suroto menuturkan kondisi lalu linta saat itu ramai orang pulang kerja. Namun mereka tidak berani menolongnya.
"Saya sendiri yang pertama menyentuh enggak lama kemudian polisi. Saya tahunya kecelakaan lalu lintas," imbuh Suroto.
Suroto terus mendengar Vina merintih minta tolong. Mulai dari lokasi kejadian hingga berada di RSD Gunung Jati Cirebon. "Saya bilang istighfar ya dek, sabar," katanya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.