Serangan Siber Pusat Data Nasional, Rektor UP: Pentingnya Asesmen Risiko Keamanan
Rektor Universitas Pancasila (UP) Marsudi Wahyu Kisworo angkat bicara soal serangan siber terhadap Pusat Data Nasional (PDN).
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Rektor Universitas Pancasila (UP) Marsudi Wahyu Kisworo angkat bicara soal serangan siber terhadap Pusat Data Nasional (PDN) milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.
Ia mengingatkan bahwa di dunia komputer tidak ada sistem yang dijamin keamanannya.
Marsudi menekankan pentingnya melakukan asesmen risiko keamanan sebelum mengoperasikan sebuah sistem.
"Sebelum sebuah sistem beroperasi, maka harus dilakukan security risk assessment," kata Marsudi dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).
Menurut Marsudi, dalam asesmen itu dapat diidentifikasi semua aset strategis, kelemahan, dan rencana mitigasi untuk mencegah serangan siber.
"Langkah ini semakin diperlukan mengingat sekitar 20 persen kejahatan siber dilakukan dengan modus ransomware, yaitu penyanderaan data dengan teknik enkripsi sehingga pemilik data tidak lagi dapat mengakses data maupun seluruh isi dalam media penyimpanan karena data tersebut dikunci dan hanya si penjahat yang memegang kuncinya," ujar dia.
"Pemilik data akan dituntut membayar sejumlah uang dan ketika dibayar maka penjahat akan memberikan kunci dan melepas data kembali ke pemiliknya," imbuhnya.
Ia menjelaskan, di Amerika Serikat (AS) peretasan virus ransomware disamakan dengan aksi terorisme.
"Sehingga saya rasa kita di Indonesia juga perlu mempertimbangkan hal tersebut. Oleh karena itu, saya setuju bahwa dalam kasus PDN ini pemerintah jangan membayar atau mengikuti kemauan dari para teroris," ungkap Marsudi.
Ia menambahkan, pendidikan terkait serangan siber perlu diajarkan kepada para mahasiswa sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
"Misalnya dalam perkuliahan di jurusan IT Universitas Pancasila, ditambahkan dalam kurikulum mata kuliah kejahatan siber, atau bisa juga menjadi sebuah mata kuliah peminatan yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Pancasila. Sehingga nanti di dunia kerja mereka dapat berhati-hati atau justru menjadi ahli dalam mengatasi model kejahatan seperti ini," pungkas Marsudi.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Pancasila-UP-Marsudi-Wahyu-Kisworo-1.jpg)