DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Eks Napi Teman Curhat Terpidana Kasus Vina Meninggal, Pernah Bongkar Ketakutan Sudirman

Abi Budi Permadi (54) eks napi yang sempat dicurhati terpidana kasus Vina Cirebon meninggal, Jumat (5/7/2024). Abi pernah bongkar ketakutan Sudirman.

Tayang:

TRIBUNJAKARTA.COM - Abi Budi Permadi (54) eks narapidana Lapas Kelas I Cirebon yang sempat dicurhati terpidana kasus Vina Cirebon meninggal dunia pada Jumat (5/7/2024) sekira pukul 13.30 WIB.

Abi pernah berkomunikasi dengan terpidana kasus Vina Cirebon, Sudirman. Bahkan, Abi membongkar ketakutan Sudirman yang mengaku tidak membunuh Vina Cirebon dan kekasihnya Rizky alias Eky.

Sosok Abi yang pemberani lalu diungkap kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM yang bertakziah ke rumah duka pada Sabtu (6/7/2024) sore.

Rumah Abi terletak di Mandalangan, Jalan Jagasatru, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Tangis pecah saat Toni bertemu dengan istri Abi Budi Permadi. Toni menegaskan keterangan Abi sangat penting sehingga harus didengar penegak hukum sampai hakim agung yang menangangi Peninjauan Kembali (PK).

Toni berharap keterangan dari Abi dapat menyentuh hati Hakim Agung, dalam memutuskan peninjauan kembali (PK) bagi kedelapan terpidana.

"Abi pernah menceritakan bahwa ketujuh terpidana mengaku bersalah karena sudah tidak kuat lagi disiksa. Keterangan ini seharusnya didengar oleh penegak hukum, termasuk Hakim Agung yang menangani PK," kata Toni setelah takziah, Sabtu (6/7/2024).

Diketahui, Abi meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Toni menuturkan sosok Abi bakal terus dikenang dalam kasus Vina Cirebon.

"Dia adalah sosok pemberani yang berani mengungkapkan kebenaran saat suasana sedang mencekam," ujar Toni.

Meski Abi telah meninggal dunia dan tidak bisa memberikan keterangan di persidangan, Toni yakin keterangan yang pernah disampaikan Abi akan sangat bermanfaat bagi kedelapan terpidana.

"Dengan alat bukti dan keyakinan, keterangan dari Abi yang sudah masuk ke penegak hukum akan sangat bermanfaat," jelas dia.

Kondisi Terakhir Abi

Toni mengungkapkan kondisi terakhir Abi Budi Permadi.

Ia sempat berkomunikasi dengan kakak kandung Abi, Edi Purnama.

Menurut keterangan Toni dengan Edi Purnama, Abi Budi Permadi pada tanggal 23 Juni 2024 sempat jatuh di kamar mandi.

Abi sempat dievakuasi ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri.

lihat fotoAdik Pegi Setiawan terisak saat bercerita saat bertemu kakaknya yang sujud ke ibunda. Susno Duadji bicara peluang putusan praperadilan.
Adik Pegi Setiawan terisak saat bercerita saat bertemu kakaknya yang sujud ke ibunda. Susno Duadji bicara peluang putusan praperadilan.

Abi sempat sadar namun sudah tidak dapat berkomunikasi. "Matanya bisa lihat, tapi gak bisa denger dan ngomong, cuma nangis," katanya dikutip dari Youtube Toni RM, Sabtu (6/7/2024).

Menurut Edi Purnama, adiknya itu tak sadarkan diri karena ada pembuluh darah di otaknya yang pecah.

"Iya betul kata dokter ada pembuluh darah yang pecah," kata dia.

Ia pun menuturkan, rupanya empat bulan lalu Abi Budi Permadi sempat jatuh dari motor dan mengeluh sakit di bagian kepalanya.

"Kata dokter bisa jadi karena itu, ada pembuluh darah yang beku," tutur Edi.

Abi sempat dibawa pulang ke rumah karena kondisinya sudah sadarkan diri. Saat sempat tersadar, kata dia, Abi Budi Permadi masih mengenali orang-orang di sekelilingnya.

Namun ia tak bisa merespon apapun dan hanya bisa menangis.

Kondisinya kembali menurun pada Rabu (3/6/2024), sehingga oleh keluarga dibawa lagi ke RSUD Gunung Jati, Cirebon.

Abi Budi Permadi sempat dirawat dua hari di rumah sakit sebelum akhirnya berpulang pada Jumat (5/7/2024).

Curhat Terpidana

Sosok Abi Budi Permadi mencuat setelah mengaku sempat dicurhati para terpidana kasus Vina Cirebon.

Bahkan, Abi membongkar perilaku tujuh terpidana kasus Vina Cirebon.

Diketahui, selama menjalani masa hukuman sekitar lima tahun, tepatnya sejak 2014 hingga 2019, Abi ternyata kerap dicurhati soal kasus yang menimpa para terpidana tersebut.
Abi mengungkapkan, selama di dalam lapas, perilaku ketujuh terpidana tersebut terbilang umum dan tidak mencolok.

"Mereka tidak pernah membuat masalah baru, tidak neko-neko. Mereka orang baik, tidak ada yang mencerminkan bahwa mereka radikal atau kelompok bermotor," ujar Abi.

Abi juga menyampaikan, para terpidana mengaku bekerja sebagai kuli bangunan dan beberapa di antaranya bekerja di toko sebelum ditangkap.

Pria mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi (tipikor) itu menyebut, teman-temannya yang merupakan mantan anggota geng motor tidak mengenal para terpidana tersebut.

"Ditambah lagi, semalam saya bertemu dengan ketua geng motor dan menceritakan bahwasanya anggotanya yang sedang berada di dalam sel Lapas Kelas I Cirebon tidak mengenal para terpidana ini, kan miris. Idealnya kalau satu geng, mereka saling kenal dan rnggak logis kalau satu geng satu kampung rumahnya," ucapnya.

Abi menceritakan, bertemu dengan para terpidana kasus Vina Cirebon saat bertugas sebagai tamping masjid di dalam lapas.

"Para terpidana itu masuk tahun 2017, kalau enggak salah. Saat itu, kapasitas saya di lapas sebagai tamping masjid, yaitu pembantu petugas selama di lapas, karena selaku tamping, napi baru kala itu pasti ketemu saya untuk memotivasikan hidup agar survival selama di dalam penjara dan memberikan pengarahan-pengarahan bahwasannya berada di dalam penjara itu harus berbuat baik dan benar, jangan sampai memunculkan permasalahan baru," ujar Abi.

Abi mengungkapkan, bahwa salah satu terpidana kasus Vina Cirebon, yang tidak disebutkan namanya, mengaku bukan pembunuh.

"Ada napi kasus Vina itu, dia curhat ke saya, ngobrol, bahwa dia itu bukan pembunuhnya. Mereka yang tujuh orang, saya tanya 'loh kenapa kalian bukan pelakunya tapi ada di sini?" ucapnya.

Dalam perbincangan tersebut, para terpidana mengaku bahwa mereka mendapat perlakuan kekerasan oleh petugas di polres maupun di polda agar mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

"Mereka bilang 'waktu proses BAP saya digulung habis', artinya mereka ini mendapat perlakuan kekerasan oleh petugas di polres maupun di polda untuk mengakui apa yang mereka tidak lakukan, itu kan lucu," jelas dia.

Pengakuannya, kata Abi, mereka takut jika harus berbicara sebenarnya.

Abi juga pun mempertanyakan peran pengacara dalam kasus ini, yang menurutnya tidak memberikan pembelaan yang seharusnya.

"Yang lucunya lagi kenapa pengacara tidak membela Anda, itu kan bagian dari pengacara, pengacara tidak ada pembelaan, pengacara membaca normatif sesuai BAP," ujarnya.

Abi menilai proses hukum yang dijalani para terpidana penuh dengan manipulasi dan ketidakbenaran.

"Jadi terkesan polisi ini salah tangkap, sangat ironis kalau polisi ini salah tangkap. Pengakuan itu dari terpidana Sudirman, Sudirman itu mengatakan tidak melakukan itu, 'tapi saya takut, badan saya sakit, disetrum, dipukuli sama petugas', suruh mengakui apa yang tidak mereka lakukan," ucap Abi.

Curhat Sudriman, Abi juga mengaku sempat berkomunikasi dengan terpidana kasus Vina, Sudirman.

"Setelah diproses di Polresta (Cirebon) itu dia masih tidak ngaku, karena bukan pelaku kemudian sampai dibawa ke Polda Jabar. Di Polda Jabar mendapat perlakuan yang sama pula karena bagaimana saya bertahan pak kalau malem selalu saya digulung dilakukan tindakan kekerasan dipukul," ujar Ahmad Budi Permadi seperti dilansir KompasTV pada Rabu (5/6/2024).

Abi sempat bertanya kepada Sudirman soal kasus yang menjeratnya.

"Kasus Vina, tapi saya enggak ngebunuh pak," ujar salah satu terpidana.

Sudirman mengatakan bahwa ia bersama para terpidana yang lain tiba-tiba diciduk polisi setelah pulang kerja.

"Saya pulang kerja, sehabis pulang kerja saya itu ditangkep. Polisi menangkapnya pun ada pihak RW setempat. Setelah ditangkap langsung dibawa ke kantor polisi, kemudian diproses," ujar mantan narapidana yang menjalani hukuman lima tahun penjara dari 2014 sampai 2019 itu.

Abi pun sempat menanyakan kepada Sudirman kenapa tak mengungkapkan hal tersebut dalam persidangan.

Namun jawaban salah seorang terpidana kasus Vina itu adalah karena takut akan mendapat kekerasan.

"Dia bilang saya tidak berani," ujarnya.

Dalam obrolan tersebut Abi juga sempat menanyakan proses penangkapan Sudirman beserta keenam terpidana kasus Vina lainnya.

Menurut penjelasan Sudirman, ia dan teman-temannya tersebut ditangkap tak jauh dari TKP, usai mereka pulang kerja

"Di mana saat pada penangkapan tadi, ia dan kawan-kawannya itu selesai bekerja pulang sore, ditangkap sama kepolisian dibantu oleh warga setempat," ucapnya.

Berdasarkan cerita Sudirman, kemungkinan mereka ditangkap karena satu kampung, terlebih sering nongkrong, dan diduga anggota geng motor.

"Tapi dari pengakuan mereka, mereka bukan geng motor. Tapi karena ada RW setempat (saat itu) yang mengatakan itu orang sering berkumpul di situ makanya ditangkap," jelas Abi. (TribunJabar/TribunnewsBogor/TribunJakarta)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved