DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Eks Wakapolri Jujur Mau Belajar ke Toni RM yang Bebaskan Pegi, Tapi Menurut Razman Pengacara Kampung

Eks Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno mengaku salut dengan pengacara Pegi Setiawan Toni RM yang mampu membela kliennya.

Tayang:
Tribun Jabar/ Handika Rahman
Kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Eks Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno mengaku salut dengan pengacara Pegi Setiawan Toni RM yang mampu membela kliennya bebas dari status tersangka kasus Vina Cirebon.

Oegroseno menilai bahwa Toni RM merupakan pengacara yang patut diperhitungkan. 

Hal itu bisa terlihat ketika pengacara asal Indramayu tersebut bersama para pengacara yang lain menangani kliennya, Pegi Setiawan

Tim Kuasa Hukum Pegi Setiawan yang beradu bukti dengan Tim Kuasa Hukum Polda Jabar akhirnya bisa membebaskan Pegi Setiawan dari status tersangka. 

Oegroseno mengaku ingin belajar dari Toni RM menangani kliennya.

"Saya juga perlu belajar ilmunya pengacaranya Pegi, orang Indramayu," ujar Oegroseno dilansir dari Diskursus Net yang tayang di Youtube pada Minggu (14/7/2024). 

Ia mengakui awalnya ragu dengan penampilan Toni RM

Namun, belakangan Oegroseno menjadi yakin dengan kemampuannya. 

"Ya, memang kelihatannya penampilannya tidak yakin tapi otaknya meyakinkan," pungkasnya. 


Tapi Menurut Razman Kampungan

Praktisi hukum Razman Nasution menilai sikap Toni RM terlalu berlebihan setelah memenangkan sidang praperadilan. 

Pria berkepala plontos itu menyebut Toni RM layaknya seorang pengacara udik alias kampungan. 

Razman mengatakan Toni RM terlalu berlebihan menyinggung, merendahkan dan menghina orang. 

Berbeda dengan Toni, Razman mengaku tak pernah menghina para lawan debatnya meski tak dipungkiri bahwa nada suaranya acapkali terdengar keras.

"Toni kalimatnya suka nyinggung orang, suka merendahkan orang, saya pun keras bicaranya, tapi saya tidak menghina," ujar Razman seperti dikutip dari Intens Investigasi yang tayang pada Senin (15/7/2024). 

Ia pun menambahkan, "Saya boleh berbeda pendapat dengan Susno Duadji, dengan Dedi Mulyadi, tapi saya tidak menghina mereka." 

Menurut Razman, Toni RM menyerang siapapun lawan debatnya membabi buta. 

Toni, lanjut Razman, sampai tega menghina seorang jenderal. 

"Jenderal itu marah dan kita pun marah. Marah dalam pengertian ya kita tuh kurang nyaman," ujarnya. 

Razman pun menilai perbedaan dirinya dalam berdebat dengan Toni RM

Sebagai seorang akademisi, ia mengaku memiliki ribuan strategi dalam berdebat dengan orang. 

Razman mengklaim juga memiliki referensi yang jelas serta terukur, tetapi tidak pernah digunakan untuk menghina orang. 

Ia menyebut caranya berdebat berbanding terbalik dengan Toni RM.

"Masa Toni sudah menang praperadilan, 'Wei Razman saya ajari kau!' Masak S1 kok ngajarin S3. Saya ingatkan Toni jangan seperti itu. Maaf ya, ada orang dari kampung masuk kota terkejut. Dia lari sana, lari sini, bentur ke kepala ke kiri, kanan belakang. Kita rasa masih kuat tapi kepala udah bonyok-bonyok," ujar Razman.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved