Jasad Pegawai Terbungkus Karung

Keterangan 3 Saksi Berubah-ubah, Kasus Kematian Pegawai TPST Bantargebang Belum Temui Titik Terang

Tiga saksi dicurigai, penyelidikan kasus kematian pegawai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang belum ketemu titik terang. 

|

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTARGEBANG - Keterangan tiga saksi terus berubah dalam penyelidikan hingga menyebabkan kasus kematian pegawai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang belum ketemu titik terang. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus mengatakan, pihaknya masih mendalami keterangan tiga saksi yang terakhir ditemui korban. 

"Masih dalami keterangan saksi yang terakhir bersama korban, keterangannya saksi berubah-ubah," kata Firdaus. 

Keterangan saksi yang berubah membuat penyidik kesulitan, perlu didalami dengan metode penyelidikan yang kuat berdasarkan fakta. 

Ketiga saksi masing-masing berinisial A, M dan S, mereka merupakan teman Waryanto (51) yang terakhir melakukan kontak dan pertemuan dengan korban. 

Mereka dicurigai sebagai pelaku, tetapi penyidik belum dapat membuktikannya lantaran proses pendalaman masih terus dilakukan. 

"Hubungannya teman ada yang teman dekat ada yang tidak terlalu dekat tetapi kenal dengan korban," terang Firdaus. 

Selain keterangan saksi yang berubah-ubah, penyidik juga tidak dapat menemukan rekaman CCTV di tempat tinggal maupun tempat kejadian penemuan (TKP) jasad korban. 

"Tidak ada CCTV di TKP dan di sekitar rumah korban," jelas dia. 

lihat fotoDi usia masih 17 tahun, remaja putri inisial KS tega menghabisi Syafrin (55), ayah kandungnya yang juga bos perabotan di Duren Sawit. Jasad sang ayah tertutup selimut. Terungkap motif pelaku berbuat demikian, salah satunya kerap dimarahi.
Di usia masih 17 tahun, remaja putri inisial KS tega menghabisi Syafrin (55), ayah kandungnya yang juga bos perabotan di Duren Sawit. Jasad sang ayah tertutup selimut. Terungkap motif pelaku berbuat demikian, salah satunya kerap dimarahi.

Penemuan jasad Waryanto pertama kali diketahui warga bernama Tiyo, saksi hendak memancing di saluran penampungan air TPST Bantargebang, Kota Bekasi pada Rabu (17/7/2024) lalu.  

Saksi awalnya melihat tumpukan kain yang sedang dimakan biawak, saat didekati ternyata jasad pria dengan kondisi kepala dibungkus karung serta tangan dan kaki terikat.  

Penemuan ini langsung dilaporkan ke Polisi, jasad dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. 

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved