Viral di Media Sosial
Reaksi Rara Pawang Hujan Diusir Warga Aceh saat Amankan PON, Beberkan Keberhasilannya Atur Cuaca
Rara Istiati Wulandari atau yang kerap disapa Rara pawang hujan diusir oleh warga Aceh. Bagaimana reaksianya?
TRIBUNJAKARTA.COM - Rara Istiati Wulandari atau yang kerap disapa Rara pawang hujan diusir oleh warga Aceh.
Rara diusir saat mengamankan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Warga Aceh menilai, apa yang dilakukan Rara dengan sesajennya untuk menolak hujan tidak sesuai dengan syariat Islam.
Akibat penolakan tersebut, Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA menerbitkan surat yang memerintahkan pemulangan Rara.
Sebab, pemerintah setempat tak pernah meminta bantuan pawang hujan untuk mengamankan PON Aceh.
Penolakan ini bermula ketika sebuah video viral menunjukkan Rara sedang menjalankan ritualnya di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh.
Dalam video itu terlihat Rara berjalan di pinggir stadion sambil memegang sesajen dan menengadahkan kepala ke langit.
Lalu bagaimana reaksi reaksi Rara terkait pengusiran tersebut?
Melalui media sosial, Rara mengatakan dirinya sudah tak lagi bertanggung jawab, atas kondisi cuaca di pembukaan PON, pada 9 September 2024.
"Hai Dears bawah langit SHB
Nanti di tanggal 9 September bapak Presiden Jokowi akan hadir membuka PON
Bersama para peserta pon dan ada pejabatnya
Entah cuacanya akan seperti apa itu bukan tugasku lagi," tulis Rara.
Rara mengatakan kedatangannya di Aceh, merupakan takdir Tuhan.
Ia lalu mengaku memaklumi orang-orang yang tidak suka dengan kedatangannya.
"Aku hanya On duty sebagai mbak @rarapawang_cahayatarot buat semua Handle Proyek renovasi Gedung Stadion Harapan Bangsa
Aku percaya Tuhan menakdirkan aku ke tanah Aceh itu agar aku mengasihi alam semestanya secara multidimensi
Banyak sekali keajaiban Tuhan yang terlihat di mata terasa di hati
Buat yang enggak suka aku datang ya aku maklumi saja
Yang jelas smua kenangan manisku bersama semua pekerja proyek kontrarktor, Wika, PLN, Telkom, ya BUMN lainnya, PUPR, pengelola gedung, para sekurity, semuanya akan terkenang di hati," tulis Rara.
Rara lalu membeberkan keberhasilannya dalam mengendalikan cuaca, hingga proses pembangunan dapat berjalan lancar.
"Beruntung atas kasih sayang-Nya sejak aku memenuhi undangan dititipkan agar mau doa spiritual universal itu berjalan baik tercapai zero accident semua pekerja aman nyaman baik
Atap beton sudah terpasang dan acp rencong mulai terbentuk
Sudah beberapa hari ini sejak tgl 20-29 itu bandara Aceh hujan di areal Lhong Raya tidak, baru hujan deras sekali di tanggal 26/8/2024 itupun di malam hari saat pekerja waktunya sholat," tulis Rara.
Setelah dirinya mundur mengamankan PON, Rara mempertanyakan solusi dari Pemprov Aceh terhadap cuaca.
"Buat pemprove Aceh yang tidak suka pawang hujan ya adakah solusi lain di saat pekerjaan proyek ini berjalan terkait cuaca? Sejak tanggal 20-29 yang lalu? Modifikasi cuaca? Kan ya tidak
Pihak pekerja proyek semuanya bersama pengelola gedung tentu saja sudah mengundang seorang ulama dan mengundang anak yatim secara tata cara Islam saat memulai proyek ini secara agama Islam dibuat pengajian memohon berkah-Nya agar proyek lancar aman,
Apakah itu berhasil? Kujawab ya manjur
Kenapa seorang Rara dihadirkan ?
Ya itu sudah takdir-Nya aku mau memenuhi undangan bisa jadi inilah pelengkap doa spiritual nuansa khas Nuansa indonesia, menerapkan kearifan lokal Bhineka Tunggal Ika tekun berbakti kepada leluhur .
aku terlahir sebagai Rara dengan Anugrah ciptaan Tuhan kekuatan spiritual indigo & kebaikan hati yang tentu saja berani aku aplikasikan dalam pekerjaan setiap kesempatan yang datang aku perjuangkan dengan baik berdoa dan meditasi bagaimana caranya manifestasi memohon berkah-Nya & restu alam semesta bisa Sukses
Salam sayang," tulis Rara.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.