Pilkada DKI 2024

2 Opsi Anies Baswedan Bikin Parpol atau Ormas, Pakar Bilang Rumit dan Sulit: Termahal Sedunia

Anies Baswedan punya dua opsi bentuk parpol atau ormas setelah gagal maju Pilkada Jakarta 2024. Pakar wanti-wanti rumit dan sulit sedunia.

Tayang:

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA -  Anies Baswedan memiliki dua opsi setelah gagal berlayar di Pilkada Jakarta 2024.

Dua opsi tersebut yakni membentuk partai politik atau organisasi masyarakat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan mengumumkan pilihannya itu dalam waktu dekat.

Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, mengatakan calon presiden pada Pilpres 2024 itu kini sedang mengkaji opsi tersebut.

“Tentunya ini sudah disampaikan Mas Anies bahwa saat ini tahapannya sedang dalam tim kajian,” ucap Sahrin Hamid dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (10/9/2024).

“Tentunya ini sudah disampaikan Mas Anies bahwa saat ini tahapannya sedang dalam tim kajian,” ucap Sahrin Hamid.

Sahrin membantah niat Anies Baswedan membentuk partai politik karena gagalnya mendapatkan tiket di Pilkada Serentak 2024.

“Tidak karena gagal, kita tahu Anies, 2017 mengikuti kontestasi politik, 2024 juga mengikuti kontestasi pilpres dan yang diusung oleh Mas Anies adalah gagasan-gagasan ada track record. Nah ini semua kan bukan instrumen politik," ungkap Sahrin.

Sahrin lalu menyampaikan fungsi partai politik yakni pertama menjadi bagian dari edukasi politik, instrumen untuk edukasi rakyat.

Kedua adalah menjadi agregasi, artikulasi dan alat perjuangan aspirasi rakyat.

Ketiga adalah menjadi instrumen untuk distribusi kepemimpinan publik atau kepemimpin politik.

"Ini semua kan terinstitusionalisasi dalam partai politik,” kata Sahrin.

Gerakan Anak Abah Dinilai Menjadi Jurus Pendukung Anies Baswedan Menaikkan daya tawar. Taktik Pendukung Agar Anies Tentukan Pemenang di Jakarta. Bagaimana Pendapat Tribunners?
KLIK SELENGKAPNYA: Gerakan Anak Abah Dinilai Menjadi Jurus Pendukung Anies Baswedan Menaikkan daya tawar. Taktik Pendukung Agar Anies Tentukan Pemenang di Jakarta. Bagaimana Pendapat Tribunners?

Atas dasar itu, kata Sahrin, Anies menilai partai politik menjadi hal penting yang patut dipertimbangkan.

“Sebelum dipilih oleh rakyat atau warga ada saringan threshold yang harus dilewati yaitu partai politik, sehingga partai politik ini memang penting, oleh karenanya bagi Mas Anies ini patut dipertimbangkan,” ujar Sahrin.

“Apakah nantinya ini menjadi institusi partai politik sebagai instrumen untuk memperjuangkan gagasan-gagasan politik Anies ataukah misalnya cukup dengan ormas untuk menghimpun kesamaan cita-cita perjuangan,” tambah Sahrin.

Respon Anies

Sedangkan, Anies Baswedan akhirnya merespon niatnya mendirikan partai politik. Anies tak ingin buru-buru merealisasikan rencananya membentuk partai politik tersebut.

Kini, Anies masih dalam proses untuk mengkaji lebih lanjut pendirian partainya nanti.

"Itu semua sedang dalam proses kajian nanti kita lihat," kata Anies, Senin (9/9/2024).

Paling Mahal Sedunia

Sementara, pakar hukum kepemiluan dari Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini mewanti-wanti sulitnya mendirikan partai politik di Indonesia.

Pasalnya, syarat mendirikan partai politik peserta pemilu di Indonesia paling rumit dan mahal sedunia.

"Persyaratan untuk menjadi partai politik berbadan hukum ataupun partai politik peserta pemilu di Indonesia merupakan salah satu yang terumit, sulit, dan termahal di dunia," kata Titi dikutip dari Kompas.com.

Titi menjelaskan pembentukan parpol peserta pemilu di Indonesia bukan hanya berkutat pada ketentuan harus memiliki kantor tetap dan pengurus di tingkat pusat.

Parpol peserta pemilu harus memiliki kantor tetap dan pengurus di 100 persen provinsi dan 75 persen kabupaten/kota. Selain itu, disyaratkan memiliki kepengurusan di 50 persen kecamatan pada setiap kabupaten/kota tersebut.

"Ditambah lagi partai harus juga memiliki anggota minimal 1.000 atau di 75 persen kabupaten/kota tersebut.  Tentu itu jadi tantangan yang berat bagi mereka yang ingin mendirikan partai untuk menjadi peserta pemilu," ucap Titi.

Partai politik juga harus ditopang oleh modal kapital yang besar selain basis sosial. 

Tak heran, kata Titi, masih banyak partai politik yang ditopang oleh para elite yang notabene pengusaha untuk memodali kebutuhan pembiayaan partai. 

Bukan tidak mungkin, hal itu rentan membuat terjadinya kooptasi partai oleh para pemodal politik dan praktik kartel yang melibatkan elite. 

"Jadi kalau Anies ingin mendirikan partai, Anies juga perlu memastikan ada dukungan modal untuk kepentingan memenuhi kebutuhan persyaratan kantor dan juga struktur kepengurusan sampai ke kecamatan. Hal itu bisa saja diwujudkan melalui gotong royong pendanaan dari para pendukung," tutur dia. 

Meski demikian, Titi menekankan persyaratan itu bukan tidak mungkin membuat seseorang sulit mendirikan partai.

Ia lantas mengacu pada pembentukan Partai Buruh, yang mampu menembus persyaratan menjadi peserta pemilu melalui jejaring buruh yang dimiliki. 

Di sisi lain, masih tersedia pilihan yang lebih mudah bagus Anies, yaitu dengan bergabung ke partai yang sudah eksis. "Meski tantangannya, belum tentu Anies sebagai pendatang baru akan serta merta bisa langsung mengisi struktur elite atau puncak di partai tersebut," jelas dia.  (TribunJakarta/Tribunnews/Kompas.com/KompasTv)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved