Parenting
Mama Papa Sabar Ya, Ini 5 Dampak Negatif Jika Anak Dipaksa Makan
Anak yang tak mau makan memang membuat orangtua khawatir plus pusing. Iya gak sih ma pah?
TRIBUNJAKARTA.COM - Simak lima dampak negatif anak dipaksa makan.
Anak yang tak mau makan memang membuat orangtua khawatir plus pusing.
Bagaimana tidak, anak memerlukan makanan sehat untuk mendukung proses pertumbuhannya.
Namun sebagian anak susah makan membuat makanan sehat itu tak masuk ke tubuhnya.
Lantas, bolehkah orangtua memaksa anaknya makan?
Pemaksaan tersebut dapat berupa ancaman, kemarahan, memberikan distraksi berupa hp atau tayangan televisi agar mudah menyuapkan makanan ke mulut si kecil.
Dilansir dari Baby Destination, berikut lima efek buruk memaksa balita makan yang perlu diketahui para orangtua:
1. Anak kehilangan nafsu makan
Ayah atau ibu yang terus menerus marah dan menyuapkan makanan secara paksa akan membuat si kecil kehilangan napsu makan.
Memaksa anak untuk menelan menu yang disediakan orangtua lama kelamaan membuat mereka memiliki hasrat untuk memuntahkan seluruh makanannya.
Lama kelamaan si kecil akan membenci rutinitas makan jika ayah atau ibu terus memberi paksaan.
2. Trauma makanan
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dicekok paksa pada akhirnya mengalami trauma terhadap makanan.
Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual atau sakit perut setelah si kecil menelan makanan.
Trauma dapat berlanjut hingga dewasa dan si kecil berisiko mengalami eating disorder atau gangguan makan, obesitas, anoreksia, hingga bulimia, jika kondisi ini tidak tertangani.
3. Tegang atau ketakutan setiap makan
Sudah menjadi sifat manusia untuk menghindari apa pun yang menyebabkan stres atau ketidaknyamanan.
Memaksa anak makan bisa membuat anak merasa stres, tegang, dan ketakutan.
Hal tersebut lambat laun membuat anak-anak menghindar dari momen makan.
4. Kecenderungan terhadap makanan manis atau junkfood
Anak yang dipaksa makan mungkin tidak pernah diajarkan kapan harus berhenti atau kehilangan respons terhadap perasaan kenyang.
Hal ini terjadi karena mereka terbiasa mengonsumsi makanan secara berlebihan demi memuaskan orangtua.
Jika dibiarkan, balita akan memiliki kecenderungan untuk ngemil di luar jam makan.
Camilan yang mereka pilih pun rata-rata junk food atau makanan manis yang tidak baik untuk kesehatan tubuh.
5. Kehilangan kendali
Sebagai orang tua, fokus utama Anda adalah membiasakan si kecil untuk mandiri.
Jadi, semakin sering Anda menyuapi, anak-anak justru kehilangan kendali akan diri sendiri.
Ini akan menghambat kehidupan dan kebiasaan makannya bahkan saat ia tumbuh dewasa.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ada-beberapa-jenis-makanan-yang-harus.jpg)