Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Pemprov Tindak Tegas Perusahaan Animasi Yang Eksploitasi Karyawan

Dalam postingan yang viral di media sosial, CS bercerita selain kerap mendapatkan kekerasan fisik, dirinya dieksploitasi hingga harus pulang dini hari

Tayang:
Istimewa
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengecam aksi pasutri WNA bos perusahaan game art dan animasi yang tega menganiaya karyawannya. 

Selain itu, Kenneth juga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Dirjen Keimigrasian dan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk memberikan sanksi tegas kepada kedua pelaku kekerasan tersebut, serta penutupan izin usaha yang bersangkutan.

"Disnakertrans DKI harus segera menindak perusahaan tersebut, seperti menutup izin usaha dan harus ada tanggungjawab dari apa yang mereka sudah lakukan kepada karyawan tersebut. Dan untuk Polda Metro Jaya dan dari pihak Keimigrasian, harus segera menangkap kedua pelaku tersebut dan dihukum sesuai dengan UU yang berlaku," tegas dia.

Kenneth menyarankan kasus ini menjadi momentum untuk Disnaker DKJ lebih proaktif. 

Jika perlu membuat layanan aduan semacam hotline untuk pihak-pihak yang membutuhkan advokasi, apabila ada tindak kekerasan berupa penganiayaan dalam lingkungan kerja.

"Disamping itu, para pekerja harus juga dibekali pengetahuan tentang hak-hak pekerja, dan ini menjadi tanggungjawab bersama terutama pihak pemerintah dalam mensosialisasikan hak-hak pekerja bekerjasama dengan syarikat pekerja, maupun lembaga advokasi pekerja lainnya, sehingga persoalan yang mengenaskan seperti cerita CS ini tidak terulang kembali di kemudian hari," paparnya.

Sementara itu, lanjut dia, bagi para pelaku usaha, kasus ini juga menjadi pengingat agar mereka tak semena-mena terhadap pekerjanya.

"Kasus ini bisa dijadikan pelajaran kepada perusahaan-perusahaan yang tidak memberlakukan karyawannya sebagai manusia, yang hanya menjadikan karyawannya mesin produktivitas. Ingat, perusahaan bisa berkembang, berkat karyawan yang senang. Jangan mendzolimi karyawan," ujarnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved