Pilkada DKI 2024
Timses Tanggapi Elektabilitas Pramono-Rano Terus Naik di 3 Survei Terakhir, Optimis Susul RIDO?
Timses menanggapi elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno yang menunjukkan tren menanjak di tiga hasil survei mengenai Pilkada Jakarta 2024.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Timses pasangan Pramono Anung-Rano Karno menanggapi elektabilitas jagoan mereka yang menunjukkan tren menanjak di tiga hasil survei mengenai Pilkada Jakarta 2024.
Diketahui, sejauh ini sudah ada tiga lembaga survei yang merilis mengenai peta di Pilkada Jakarta, yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), Poltracking dan yang terbaru Charta Politika.
Di versi LSI yang surveinya dilakukan pada 6-12 September 2024, elektabilitas Pram-Rano di angka 28,4 persen.
Mereka tertinggal dari pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang di angka 51,8 persen. Sementara pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto hanya mendapat elektabilitas 3,2 persen.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Sampel sebanyak 1200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error)±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Kemudian dalam survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 9-15 September 2024, elektabilitas Pram-Rano di angka 31,5 persen, RK-Suswono 47,5 persen dan Dharma-Kun 5,1 persen.
Secara grafik, elektabilitas Pram-Rano di survei Poltracking alami margin of error +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Charta Politica
Terkini, Charta Politika merilis hasil surveinya soal Pilkada Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Elektabilitas Pram-Rano sama seperti di survei Poltracking yakni di angka 36,50 persen, sementara RK-Suswono 48,30 persen dan Dharma-Kun 5,60 persen.
Survei yang dilakukan pada 19-24 September 2024 ini menggunakan metode wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel sebanyak 1200 responden, yang tersebar di 5 Wilayah Provinsi Jakarta.
Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2.9 persen persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sedangkan responden yang tidak menjawab sebanyak 9.70 persen.
Dalam simulasi pasangan cagub-cawagub Jakarta jika melihat tren dari 3 survei nasional tadi terlihat gap elektabilitas dari awal September hingga akhir September 2024.
Paslon Pramono-Rano naik 8,1 persen, RK-Suswono turun 3,5 persen, dan Dharma-Kun naik 2,4 persen.
Menanggapi tren kenaikan elektabilitas ini, Juru Bicara Timses Pramono-Rano, Chico Hakim, optimistis paslon jagoannya akan bisa menyalip RK-Suswono di 'tikungan terakhir' untuk kemudian memenangkan Pilkada Jakarta 2024.
“Kami meyakini dalam waktu dekat mungkin 2-3 minggu bisa mencapai 40 persen dan menjelang pencoblosan bisa 55 persen,” kata Chico di markas pemenangan Pram-Rano, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2024).
Chico menyebut naiknya elektabilitas Pram-Rano karena keduanya membawa gagasan dan program tiap turun ke masyarakat.
Pasalnya, Chico tak menampik jika pada awalnya elektabilitas Pram memang sangat kecil di Jakarta.
"Mas Pram itu tingkat pengenalannya di survei LSI masih 44 persen, kemudian di Poltracking kalah enggak salah 44 persen sekian dan di Charta Politica sudah 59 persen," kata Chico.
Politisi PDIP itu menyoroti tren RK-Suswono yang kian menurun.
Sebab, selain Pram-Rano, elektabilitas Dharma-Kun juga naik.
"Jadi pada prinsipnya ada juga semacam sial juga kalau sejak awal terlalu kenal juga. Mungkin lama-lama jadi bosen," kata Chico.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya