Profil Mgr Paskalis Bruno Uskup Bogor Batal Jadi Kardinal, Paus Fransiskus Kabulkan Permintaannya
Profil Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM batal jadi Kardinal. Paus Fransiskus kabulkan permintaan Uskup Bogor yang minta tidak diangkat sebagai Kardinal.
TRIBUNJAKARTA.COM - Profil Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM yang batal menjadi Kardinal. Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM yang meminta untuk tidak diangkat sebagai Kardinal.
Paus Fransiskus lalu mengabulkan permintaan Uskup Bogor tersebut.
Dengan dikabulkannya permintaan Mgr Paskalis itu maka jumlah Kardinal di Indonesia belum jadi bertambah menjadi empat, salah satunya sudah meninggal dunia.
Keputusan Paus Fransiskus mengabulkan permintaan Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM itu diberitakan Vatican News, Selasa (22/10/2024).
Meski ini bukan kali yang pertama terjadi tetapi keputusan tersebut tetap mengejutkan, terutama bagi umat Katolik di Indonesia dan masyarakat pada umumnya.
"Berita tersebut mengejutkan," kata Ketua KWI sekaligus Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC yang diminta komentarnya.
Diketahui, Paus Fransiskus setelah Doa Angelus (Malaekat Tuhan) mengumumkan pengangkatan 21 kardinal, salah satunya, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM pada Minggu (6/10/2024)
Menurut rencana, pengangkatan secara resmi akan dilakukan pada 7 Desember mendatang.
Pada 21 November 2013, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Uskup Bogor dan ditahbiskan pada 22 Februari 2014.
Ia memilih mottonya sebagai Uskup Magnificat anima mea dominum yang berarti "Jiwaku memuliakan Tuhan" (Luk1:46).
Kata Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni, Mgr Paskalis mengajukan untuk tidak diangkat menjadi kardinal karena, masih ingin lebih bertumbuh lagi dalam kehidupan imam; masih ingin bertumbuh lagi dalam pelayanan kepada Gereja; dan masih ingin bertumbuh lagi dalam pelayanan kepada umat Allah.
Ini bukan kali ini terjadi, seorang calon kardinal minta untuk tidak diangkat. Dua tahun lalu, Paus Fransiskus menerima permintaan Uskup Belgia Lucas Van Looy untuk tidak diangkat menjadi kardinal.
Menurut Vatican News, saat itu, permintaan Uskup Lucas Van Looy itu diajukan setelah pengumuman pengangkatannya memicu kritik karena ia tidak selalu bereaksi cukup tegas terhadap tuduhan pelecehan seksual.
Pada saat itu, Presiden Konferensi Waligereja Belgia, Kardinal Jozef De Kesel, dan seluruh uskup di Belgia “menghargai keputusan Uskup Van Looy.”
Meski permintaan untuk tidak diangkat menjadi kardinal pernah terjadi, tetapi keputusan Mgr Paskalis tetap mengejutkan.
Mgr Anton yang sedang menghadiri Sinode di Roma bersama Uskup Pangkal Pinang Mgr Adrianus Sunarko OFM, mengatakan berita itu mengejutkan.
"Kita hargai keputusan Mgr Paskalis. Pasti Mgr Paskalis tahu yang terbaik bagi dirinya, bagi keuskupannya, dan bagi Gereja pada umumnya. Kita doakan," kata Mgr Anton.
Hal yang sama dikatakan Superior Jenderalaà Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF) Romo Agustinus Purnama Sastrawijaya MSF, yang tinggal di Roma.
"Berita ini sangat mengejutkan. Mungkin ada alasan mendasar yang disampaikan Mgr Paskalis", sehingga Paus mengabulkan permintaannya.
"Yang paling bisa menjelaskan (mengapa meminta kepada Paus untuk tidak dilantik) hanya Mgr Paskalis sendiri," ucap Mgr Anton.
"Kita prihatin," kata Romo Purnama.
Sinode adalah sebuah peristiwa di mana para uskup di seluruh dunia berkumpul, bermusyawarah, berbagi pengalaman iman, harapan, cinta dan keprihatinan bagi seluruh Gereja.
Tetapi, sinode kali ini berbeda. Karena melibatkan kaum awam dan perempuan untuk membantu memetakan masa depan Gereja Katolik.
Hak Prerogatif
Pengangkatan seorang kardinal merupakan hak prerogratif Paus. Karena itu, hanya Paus pula yang memiliki kewenangan untuk mengurungkan pengangkatan itu, misalnya, atas permintaan calon kardinal, seperti Mgr Paskalis atau menolak pengunduran diri atau memberhentikan atau memecat seorang kardinal dari jabatannya karena suatu sebab.
Seseorang yang diangkat Kardinal tidak harus selalu menjabat Uskup sebelumnya.
Pengangkatan seorang tokoh Gereja menjadi Kardinal tidak melalui proses ritual tahbisan.
Misalnya, Paus Fransiskus mengangkat Timothy Radcliffe, seorang pastor Dominikan Inggris menjadi kardinal.
Juga, dalam setiap negara tidak harus selalu satu jumlah Kardinalnya. Bisa satu, tapi juga bisa lebih dari satu.
Jabatan Kardinal bukan terjadi karena tahbisan, melainkan semata-mata karena diangkat oleh Paus, karena berbagai alasan yang hanya Paus sendiri yang tahu.
Tidak seperti uskup, yang ada masa pensiunnya, yakni setelah berusia 75, kardinal tidak mengenal pensiun. Melekat seumur hidup.
Tetap Tiga
Dengan dikabulkannya permintaan Mgr Paskalis itu, jumlah kardinal di Indonesia masih berjumlah tiga.
Yakni, Justinus Kardinal Darmojuwono Pr (lahir di Godean, Yogyakarta, 2 November 1914 - 1994). Ia diangkat menjadi kardinal oleh Paus Paulus VI, pada 26 Juni 1967, saat menjabat sebagai Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang.
Dua kardinal lainnya: Yang kedua adalah Julius Riyadi Darmaatmadja SJ (lahir di Jagang, Muntilan, Jateng, 20 Desember 1934 -....).
Paus Yohanes Paulus II, pada 26 November 1994, mengangkat Uskup Agung Keuskupan Semarang ini, menjadi kardinal.
Pada tahun 1996, Kardinal Darmaatmadja dipindah menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta.
Kardinal Darmaatmadja yang pernah menjadi provinsial Jesuit, ambil bagian dalam konklaf tahun 2005 yang akhirnya memilih Kardinal Joseph Ratzinger menjadi paus, yang bergelar Paus Benediktus XVI.
Kardinal ketiga dari Indonesia adalah Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (lahir Sedayu, Yogyakarta, 9 Juli 1950 - ...).
Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta ini, diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019.
Sebelum menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Suharyo adalah Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (1997 - 2009).
Jumlah Kardinal
Saat ini, ada 235 kardinal. Dari jumlah tersebut, 122 kardinal di antaranya adalah cardinal electors (kardinal yang memiliki hak pilih dan dipilih saat konklaf karena berusia di bawah 80 tahun). Semestinya, setelah 7 Desember 2024, jumlah kardinal 256 orang, karena 6 Oktober lalu mengumumkan mengangkat 21 kardinal.
Tetapi dengan keputusan yang minta untuk tidak diangkat, maka kardinal baru 20. Maka nantinya jumlah kardinal seluruhnya 255 orang, yang 140 orang di antaranya adalah cardinal electors
Profil Paskalis Bruno Syukur
Dilansir dari laman mirifica.net, Paskalis lahir di Ranggu, Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada 17 Mei 1962.
Ia melakukan profesi kekal pada 22 Januari 1989. Adapun, profesi kekal adalah profesi yang digunakan seumur hidup, tidak boleh diperbarui lagi, dan menjadikan seseorang sebagai anggota tetap dalam tarekat.
Setelah profesi kaul kekal, Paskalis menerima tahbisan imamat yang menjadi tanda komitmen untuk menjadi saksi dan pelayan sebuah persekutuan di Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas, Jawa Barat pada 2 Februari 1991.
Paskalis menjalankan tugas sebagai pastor pembantu di Paroki Moanemani, Keuskupan Jayapura, Papua setelah menerima tahbisan imamat.
Setelah menjalankan tugas tersebut hingga 1993, Paskalis belajar spiritualitas Fransiskan di Universitas Kepausan Antonianum, Roma, Italia pada 1993–1996. Ordo Fratrum Minorum (OFM) Provinsi Indonesia kemudian memberi tugas kepada Paskalis sebagai magister novis bagi para frater calon penugasan ordo ini di Novisiat OFM, Depok, Jawa Barat pada 1996-2001.
Pada tahun yang sama, Paskalis juga ditugaskan di Paroki Santo Herkulanus, Depok Jaya. Setelah itu, Paskalis menjadi imam pendamping frater-frater di komunitas OFM sekaligus menjadi anggota Dewan Provinsi OFM Indonesia.
Posisi lain yang pernah diemban Paskalis adalah Dewan Penasihat Keuskupan Agung Jakarta ketika Mgr Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ bertugas sebagai Uskup Agung dan Mgrs Ignatius Suharyo sebagai Uskup Agung Koajutor.
Dilansir dari laman resmi Keuskupan Bogor, hasil sidang provinsi OFM pada 2001 menunjuk Paskalis sebagai Provinsial OFM dengan masa tugas hingga 2007.
Pada 2009, ia diangkat menjadi Definitor General OFM wilayah Asia dan Osenia yang membawahi beberapa negara, seperti India, Pakistan, Indonesia, Australia, dan Selandia Baru serta bertugas di Generalat OFM di Roma, Italia.
Paus kemudian menunjuk Paskalis menjadi Uskup Bogor pada 21 November 2013. Ia ditahbiskan sebagai uskup pada 22 Februari 2014. Sebagai uskup, Paskalis memiliki motto magnificat anima mea dominum yang artinya jiwaku memuliakan Tuhan sebagaimana diambil dari Lukas 1:46. Setelah berkarya di OFM sejak tahun 90-an, Paskalis ditunjuk menjadi kardinal baru Indonesia pada Minggu (6/10/2024).
Ia akan menjadi kardinal keempat dari Indonesia setelah Justinus Kardinal Darmojuwono yang diangkat pada 1967, Julius Riyadi Darmaatmadja SJ pada 1994, dan Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo pada 2019. Itulah profil Paskalis Bruno Syukur yang ditunjuk sebagai kardinal baru Indonesia. (TribunJakarta/Kompas.com)
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Uskup-Bogor-Mgr-Paskalis-Bruno-Syukur-OFM.jpg)