Pilkada DKI 2024
Didukung 14 Ormas Islam, Pramono Anung Janji Bangun Hubungan Intens Umaro dan Ulama
RWMOI yang terdiri dari 14 organisasi masyarakat Islam memutuskan mendukung pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Nur Indah Farrah Audina
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Usai mengkaji visi misi dari ketiga paslon yang bertarung di Pilkada Jakarta 2024, Relawan Masyarakat Organisasi Islam (REMOI) yang terdiri dari 14 organisasi masyarakat Islam memutuskan mendukung pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Ketua Dewan Pembina REMOI, Ustaz Hendra Thahir menyatakan, sebagai lembaga yang terdiri dari 14 organisasi masyarakat Islam, REMOI merasa berperan penting dalam membina moral dan etika masyarakat Jakarta.
"Kami percaya bahwa kepemimpinan yang berintegritas, inklusif, dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat sangatlah krusial," ujar Ketua Dewan Pembina REMOI, Ustaz Hendra Thahir saat deklarasi, Jumat (1/11/2024).
Ia meyakini akan sosok Pramono dan Rano dengan pengalaman dan dedikasinya bisa mewujudkan harapannya tersebut.
Hendra menegaskan, dukungan kami bukan hanya bersifat deklaratif, tetapi juga operasional.
"Kami berkomitmen untuk bahu membahu mengawal setiap langkah dan program kerja yang akan dilaksanakan oleh pasangan ini," kata dia.
Salah satu fokus utama yang akan dikawal yakni terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka berharap Pram-Rano menitikberatkan pada peningkatan keterampilan dan kewirausahaan.
"Kami yakin bahwa pelatihan dan pengembangan keterampilan yang berbasis pada nilai-nilai agama akan memberikan kontribusi signifikan dalam mempersiapkan masyarakat untuk mandiri secara ekonomi," paparnya.
Sementara itu, Promono Anung dalam sambutannya berjanji jika menjadi Gubernur Jakarta maka hubungan umaro dan dan ulama khususnya yang representasi Ormas tidak hanya sekedar urusan Kesbangpol atau Baznas.
"Yang sudah ada ini kita lanjutkan tetapi harus ada perbaikan, harus ada perhatian khusus, silaturrahmi dan komunikasi yang lebih intensif untuk membagi peran dalam mewujudkan kemajuan umat baik material maupun spiritual," kata dia.
Politisi senior PDIP itu pun mencontohkan apa yang pernah dilakukan Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
"Contoh yang dilakukan Mas Anies seperti pengajian rutin di rumah dinas gubernur, subuh keliling, magrib mengaji adalah bagian dari pola komunikasi yang kita teruskan dan tingkatkan," ujar dia.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya