Mengenal Bluesky Aplikasi Mirip X yang Diklaim Lebih Sehat dan Minim Hate Speech, Siapa Pemiliknya?

Mengenal aplikasi Bluesky, aplikasi mirip X yang diklaim lebih sehat dan mini hate speech. Kamu sudah punya?

Editor: Muji Lestari
Bluesky
Aplikasi Bluesky 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Mengenal Bluesky, aplikasi mirip X yang disebut-sebut lebih sehat dan aman.

Beberapa waktu terakhir, sejumlah pengguna media sosial X atau Twitter berbondong-bondong beralih ke aplikasi Bluesky.

Sekilas, aplikasi Bluesky memang mirip dengan Twitter sebelum diambil alih Elon Musk pada 2022. Aplikasi ini memiliki logo berwarna dominan biru dan putih.

Jika logo Twitter pada masanya adalah burung, Bluesky memiliki logo bergambar kupu-kupu.

Aplikasi Bluesky terus berkembang dan mengalami peningkatan pendaftar baru. Hingga artikel ini ditulis pada pertengahan November 2024, jumlah pengguna Bluesky sudah mencapai 16,7 juta orang.

Dikutip dari AP News, para pengguna X mengaku mulai beralih ke Bluesky untuk memposting pemikiran mereka secara daring.

Pengguna baru Bluesky yang terdiri dari jurnalis, politisi, selebritas itu mengaku merasa lebih bebas dari ujaran kebencian ketika menggunakan Bluesky.

Aplikasi Bluesky 1
Aplikasi Bluesky

Hal itu mengingatkan mereka pada masa-masa awal Twitter dikenal, yakni lebih dari satu dekade lalu.

Lantas, apa itu Bluesky?

Sekilas Tentang Bluesky

Bluesky adalah aplikasi sosial yang dirancang agar tidak dikendalikan oleh satu perusahaan saja.

Dikutip dari laman Bsky. Mereka mengklaim menciptakan versi media sosial yang dibuat oleh banyak orang dan tetap menyatu sebagai pengalaman yang kohesif dan mudah digunakan.

"Kami telah melakukannya dengan membangun Bluesky pada Protokol AT, kotak peralatan sumber terbuka untuk membangun aplikasi sosial yang semuanya dapat saling berkomunikasi," tulis Bluesky,

Aplikasi itu dibuat menyerupai media sosial modern yang memungkinkan percakapan publik secara daring berfungsi, seperti masa-masa awal website menjamur di mana siapapun bisa membuat blog.

Secara visual, tampilan Bluesky terlihat mirip dengan situs lainnya. Ada bilah di sebelah kiri halaman yang menampilkan semua fitur, seperti pencarian, notifikasi, beranda, chat, dan sebagainya.

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa mengirim, mengomentari, mengirim ulang, dan menyukai hal-hal yang menjadi ketertarikannya. Postingan yang dibagikan Bluesky juga berupa konten teks. Pengguna bisa mengunggah foto/gambar dari galeri atau kamera.

Antarmuka Bluesky mirip dengan Twitter atau X. Halaman linimasa Bluesky terbagi menjadi dua bagian, yakni linimasa umum untuk postingan dari orang-orang yang diikuti dan linimasa Feeds untuk postingan dari grup yang diikuti.

Di menu profil, antarmuka Bluesky lagi-lagi mirip dengan Twitter X. Pengguna bisa menjumpai tab-tab seperti Post, Replies, Media, dan Likes di menu profil pengguna pada aplikasi Bluesky yang mirip dengan Twitter X.

Bedanya dengan Twitter, Bluesky terdesentralisasi, yaitu pengguna dapat meng-hosting data mereka di server selain yang dimiliki perusahaan.

Artinya, orang-orang dapat mendaftar menggunakan domain khusus sebagai alamat situs web yang mereka ingini. Misalnya, @twgerken.bbc.co.uk yang bisa digunakan jurnalis, media, hingga perusahaan untuk membagikan konten terverifikasi mereka.

Namun, jika pengguna tidak menghendakinya, mereka akan mendapat alamat “.bsky.social” di akhir nama pengguna mereka.

Dikutip dari BBC, aplikasi Bluesky disebut akan menghindari iklan untuk menghasilkan uang bagi perusahaan. Sebaliknya, perusahaan akan mencari layanan berbayar, misalnya meminta pengguna untuk membayar domain khusus untuk nama pengguna mereka.

Bluesky juga memiliki fitur moderasi atau pengaturan percakapan yang memungkinkan pengguna untuk mengatur supaya konten dengan unsur kekerasan, seksual, kebencian, dan sebagainya, tidak ditampilkan. Oleh karena itu, media sosial ini kerap disebut lebih aman dan lebih sehat.

Pemilik Bluesky dan Hubungannya dengan Twitter

Terlihat mirip dengan Twitter, aplikasi Bluesky ternyata dibuat oleh Jack Dorsey pada 2019 saat dirinya menjadi CEO Twitter.

Pendiri Twitter itu kemudian memilih Jay Graber untuk memimpin proyek Bluesky dan Twitter membayar pendapatan layanan Bluesky untuk membangun protokol sosial terbuka untuk percakapan publik sehingga kedepannya bisa menjadi kliennya.

Namun, Bluesky akhirnya memutuskan untuk menjadi perusahaan independen pada 2021.

Setahun kemudian, Twitter memilih untuk memutuskan perjanjian layanan dengan Bluesky dan Bluesky menyetujuinya.

Sejak saat itu, Bluesky PBC terus mengejar misi awal pendiriannya untuk mengembangkan dan mendorong adopsi teknologi berskala besar untuk percakapan publik yang terbuka dan terdesentralisasi.

Saat ini, perusahaan Bluesky menjadi salah satu Perusahaan Bermanfaat Publik yang dimiliki oleh Jay Graber.

Cara Daftar Bluesky

Dilansir dari laman Bluesky, aplikasi media sosial ini sudah bisa diunduh di Google Play untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOs.

Aplikasi ini juga sudah bisa diunduh dan diinstal bagi pengguna di Indonesia.

Berikut cara daftar Bluesky:

  1. Unduh aplikasi Bluesky
  2. Selanjutnya buat akun dengan memilih opsi “Create New Account”
  3. Isi beberapa data, seperti tanggal lahir, alamat e-mail, dan membuat password
  4. Kemudian, pengguna akan diminta untuk verifikasi menggunakan nomor telepon
  5. Setelah itu, buat nama akun dan pengguna berhasil registrasi Bluesky.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved