Tarif Tol Cibitung-Cilincing Kemahalan, Pelaku Logistik Teriak Minta Pemerintah Turunkan Harga
Kalangan pelaku logistik meminta pemerintah menurunkan tarif tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang dianggap kemahalan.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Kalangan pelaku logistik meminta pemerintah menurunkan tarif tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang dianggap kemahalan.
Evaluasi tarif tol yang terhubung dengan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 itu dianggap perlu supaya bisa mengoptimalkan operasional industri logistik dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.
Keluhan soal mahalnya tarif tol Cibitung-Cilincing ini diungkapkan Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto.
Kata dia, tarif tol Cibitung-Cilincing yang kemahalan membuat jalan bebas hambatan itu kurang diminati pelaku usaha transportasi dan logistik.
"Tarif tol Cibitung-Cilincing yang berlaku saat ini terlalu tinggi, bahkan lebih mahal hingga 50 persen dibandingkan jalan tol eksisting seperti Japek atau jalan arteri. Hal ini membuat banyak pelaku logistik enggan menggunakan tol tersebut," katanya, Jumat (6/12/2024).
Diketahui, tarif Tol Cibitung-Cilincing untuk kendaraan besar Golongan II-Golongan V (truk besar) yang digunakan pengusaha logistik, berkisar di angka Rp 8.000 dan yang termahal Rp 107.500.
Sugi mengatakan, tarif yang kompetitif menjadi kunci utama dalam mendorong efisiensi logistik, yang juga merupakan salah satu fokus pemerintah.
Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Cibitung-Cilincing sebenarnya sangat penting karena menghubungkan daerah logistik dengan pelabuhan yang telah lama dinanti oleh para pelaku logistik.
Namun, tarif yang tinggi membuat para pengusaha logistik memilih rute tol lain dan baru menggunakan tol ini sebagai alternatif saat kondisi darurat.
"Kami melihat, jika tarif tol lebih kompetitif, efisiensi logistik bisa meningkat hingga 50 persen. Penurunan waktu tempuh, biaya operasional, hingga pengurangan risiko kecelakaan adalah manfaat nyata yang bisa dirasakan pelaku usaha," sambung dia.
Ia lantas berharap adanya diskusi bersama antara operator tol, pemerintah, dan pelaku logistik untuk mencari solusi terbaik terkait tarif Jalan Tol Cibitung-Cilincing.
"Kita semua punya tujuan yang sama, yaitu mendukung kelancaran dan efisiensi logistik. Untuk itu, kami siap berdialog dengan semua pihak untuk mencari solusi terbaik," ujar Sugi.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Logistik Pelni Tekan Harga Bahan Pokok di Wilayah 3T, Rp 700 Miliar Disiapkan untuk Perkuat Layanan |
![]() |
---|
Isu Geopolitik Jadi Tantangan, DHL Dorong Indonesia Perkuat Modernisasi Logistik di Pasar Global |
![]() |
---|
Stakeholder Bahas Tantangan Kepelabuhanan hingga Logistik Indonesia di Tengah Isu Geopolitik |
![]() |
---|
Biang Kerok Macet di Pelabuhan Priok, Pengusaha Truk Singgung Buruk Tata Kelola: Masih Ego Sektoral |
![]() |
---|
Optimalisasi Logistik Secara Holistik di Pelabuhan Utama Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.