Dulu Sering Kritik Anies, Djarot Kini Ingatkan Bangun Jakarta Tak Boleh Ada Pembelahan
Dulu Sering Kritik Anies, Djarot Kini Ingatkan Bangun Jakarta Tak Boleh Ada Pembelahan
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM - Djarot Saiful Hidayat turut hadir saat Pemprov Jakarta mengumpulkan para mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota pada Selasa (31/12/2024).
Djarot sendiri memang pernah menjadi Gubernur Jakarta yakni pada 2017 silam selama enam bulan, tepatnya saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendekam di penjara dalam kasus penistaan agama.
Sebelumnya, Djarot adalah Wakil Gubernur Jakarta setelah Ahok naik menjadi Gubernur karena Joko Widodo dilantik sebagai Presiden RI pada 2014.
Djarot pun mengapresiasi Pemprov Jakarta yang mengundang para mantan pemimpin di Jakarta itu.
"Pak Pj, terima kasih. Ini satu budaya yang baik dengan mengundang seluruh Gubernur Jakarta sejak zaman bang Yos, sampai sekarang ini, yang menuliskan harapan untuk menyongsong lima abad Jakarta ini," kata Djarot di Balai Kota. Selasa.
Diketahui, Para Gubernur Jakarta di era Reformasi mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Djarot Saiful Hidayat hingga Anies Baswedan hadir atas undangan Pemprov Jakarta dalam acara Bentang Harapan JakASA.
Hanya Joko Widodo selaku Gubernur Jakarta periode 2012-2014 yang tak hadir ketika para eks Gubernur Jakarta kumpul di Balai Kota Jakarta.
Bahkan, eks Plt Gubernur Jakarta tahun 2016, Soni Sumarsono, eks Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria dan para peserta Pilkada Jakarta 2024 yakni pasangan Pramono Anung-Rano Karno, Suswono dan Kun Wardana Abyoto turut hadir.
Menurut Djarot, acara semacam ini menunjukkan bahwa membangun Jakarta harus bersinergi antar kepemimpinan dan tak boleh ada pembelahan.
"Ini menandakan bahwa untuk membangun Jakarta itu tidak boleh sepotong-sepotong. Tidak boleh ada pemisahan pembelahan antar pemerintahan sebelumnya, sekarang, dan yang akan datang. Tapi pembangunan Jakarta itu harus tetap berkelanjutan," ujar Djarot.
"Kalau kita menginginkan kota Jakarta ke depan sebagai kota global yang nyaman, yang manusiawi, yang bebas dri kemiskinan, yang bebas dri banjir, yang bebas dari kemacetan, dan harapan itu ada bisa kita wujudkan kalau pemerintah ke depan benar-benar mampu membangun pemerintah yang bersih, yang bebas dri korupsi," lanjut pria yang juga menjabat Ketua DPP PDIP itu.
Djarot sendiri saat Anies Baswedan memimpin Jakarta tahun 2017-2022, ia kerap mengkritik kepemimpinan Anies.
Bahkan, Djarot juga tak melakukan pisah sambut di Balai Kota usai Anies dan Sandiaga Uno resmi dilantik sebagai penggantinya pada 2017 silam.
Kala itu, Djarot lebih memilih berlibur ke Labuan Bajo ketimbang menyambut Anies-Sandi di Balai Kota.
Tapi saat ini, Djarot tampak begitu akrab dengan Anies. Ia bahkan membocorkan bahwa akan ada kejutan yang akan diberikan oleh Anies dan Ahok.
"Ada kejutan di tahun depan. Pasti ada kejutan," kata Djarot kepada Anies dan Ahok.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.