Kritik STY Berujung Doxing, Bung Towel Diserbu Paket COD oleh Pengirim Misterius
Pengamat sepak bola Bung Towel mengaku sering menerima paket COD oleh pengirim yang tak dikenal usai kritik STY.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pengamat sepak bola Tommy Welly alias Bung Towel mengaku sering menerima paket COD oleh pengirim yang tak dikenal.
Serbuan paket tak dikenal itu datang selama satu bulan terakhir setelah ia mengkritik mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong atau STY.
"Paket COD juga terjadi, ada banyak paket COD dan itu sangat mengganggu ketenteraman," kata Bung Towel di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025).
Bung Towel mengaku tidak pernah memesan paket-paket itu. Ia pun sudah mengingatkan keluarganya untuk tidak mengambil paket tersebut.
Ia juga meminta driver ojek online (ojol) agar tidak menerima order yang mengatasnamakan dirinya.
"Paket-paket COD yang tidak pernah saya pesan, itu banyak. Jadi saya imbau buat online itu tolong jangan diterima. Karena kan kasian mereka juga, jadi korban juga anterin paket-paket COD," ungkap dia.
Sebelumnya, Bung Towel melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga melakukan penyebaran data pribadi atau doxing.
Laporan Bung Towel teregistrasi dengan nomor LP/B/397/I/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 17 Januari 2025.
"Ya hari ini saya melaporkan tindakan penyebaran data pribadi, termasuk juga pencemaran nama baik," kata Bung Towel kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Bung Towel menduga doxing yang dialaminya berkaitan dengan kritik terhadap mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY).
Pasalnya, ia mengaku selalu di-bully setiap kali mengkritik kinerja STY saat memimpin Tim Garuda.
"Saya menduganya seperti itu. Karena setiap kali saya memberikan catatan kritis, terutama misalnya terhadap kinerja Shin Tae-yong, ya biasanya itu otomatis terjadi. Penyerangan, pem-bully-an, dan sebagainya," ujar dia.
Ia mengungkapkan, doxing tersebut sudah terjadi sejak 17 Desember 2024, di mana data-data pribadinya disebar di media sosial.
Selain itu, Bung Towel mengaku sering menerima pesan WhatsApp dan telepon dari nomor tidak dikenal. Bahkan, ia menyebut keluarga termasuk anak-anaknya juga mengalami doxing.
"Ini juga saya lakukan karena penyerangan terhadap saya juga sudah menyerempet atau sudah mengenai putra dan putri saya. Jadi, kedua putra dan putri saya juga mengalami serangan doxing, data pribadi juga disebarluaskan sehingga mendapatkan serengan," ungkap Bung Towel.
"Jadi sebagai seorang ayah, saya harus menjaga kehormatan putra dan putri saya. Itu jadi kenapa hari ini saya satang, lapor ke Polda Metro Jaya, dan tadi sudah diterima laporannya untuk ditindak lanjuti selanjutnya," imbuh dia.
Tak hanya itu, Bung Towel mengatakan bahwa media sosial sekolah tempat anak-anaknya menempuh pendidikan juga ikut diserang.
"Karena menyerempet ke anak serangan itu dan akhirnya menyerempet kepada sekolah di mana anak saya bersekolah," tutur Bung Towel.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.