Kebakaran Glodok Plaza
Kepala Sound System Hilang Dalam Kebakaran Glodok Plaza, Anak Datangi RS Polri
Muljadi, Kepala Bagian Sound System satu tempat karaoke di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat dilaporkan hilang dalam peristiwa kebakaran itu.
Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Muljadi (56), Kepala Bagian Sound System satu tempat karaoke di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat dilaporkan hilang dalam kebakaran pada Rabu (15/1/2025).
Anak Muljadi, Stanley (21) mengatakan sang ayah dilaporkan hilang dalam kebakaran Glodok Plaza karena hingga kini tak kunjung pulang dan keberadaannya belum diketahui.
Muljadi terakhir terlihat pihak keluarga ketika pamit dari rumahnya di kawasan Tangerang untuk berangkat kerja ke Glodok Plaza pada Rabu (15/1) sekira pukul 11.00 WIB.
"Memang seperti biasanya berangkat kerja aja ke situ, di bagian karaoke. Sebagai Kepala Bagian dari Sound System di (tempat) karaoke lantai atas," kata Stanley di RS Polri Kramat Jati.
Tidak ada yang menyangka pertemuan tersebut menjadi terakhir, karena sudah sekitar 20 tahun Muljadi bekerja menangani sound system pada tempat karaoke di Glodok Plaza.
Hingga pada malam kejadian sekira pukul 22.00 WIB Stanley mendapat informasi dari pemberitaan media massa bahwa gedung Glodok Plaza tempat sang ayah bekerja terbakar.
Ketika itu handphone Muljadi sudah tidak dapat dihubungi, pihak keluarga dan sesama rekan kerja di Glodok Plaza pun berupaya mencari informasi lebih lanjut terkait keberadaan Muljadi.
"Pada saat kebakaran itu, saya, adik, dan mama itu lagi di rumah. Besok paginya (Kamis) saya langsung berangkat ke lokasi kejadian bersama mama, adik, dan juga kakak papa saya," ujarnya.
Setibanya di lokasi, Stanley mendapat informasi bahwa petugas pemadam kebakaran menemukan sejumlah jenazah korban kebakaran Glodok Plaza dalam kondisi sudah tak dapat dikenali.
Setelah mendapat informasi jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi, Stanley dan pihak keluarga pun bergegas memastikan keberadaan sang ayah.
Di RS Polri Kramat Jati Stanley memberikan data pembanding sidik jari, gigi, dan DNA untuk keperluan data pembanding identifikasi jenazah dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Setelah proses tadi ya untuk ditanya ciri-ciri, kemudian identitas, dan saya diambil sampel air liur (untuk sampel DNA). Setelahnya disuruh balik dan sementara menunggu informasi," tuturnya.
Kini Stanley hanya berharap proses identifikasi menggunakan metode DVI dengan pencocokan data antemortem diberikan keluarga dengan postmortem dapat segera rampung.
Sehingga pihak keluarga tidak terus dirundung kalut memikirkan apakah Muljadi memang termasuk dalam korban yang jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati atau tidak.
"Jadi harapan saya itu adalah biar mungkin nanti papa saya sudah tidak ada, tapi harapannya saya bisa tahu mana jenazah papa saya," lanjut Stanley.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
| Polisi Fasilitasi Penerbitan Akta Kematian Bagi 8 Korban Glodok Plaza yang Belum Teridentifikasi |
|
|---|
| Kondisi Terbakar, DNA dari 6 Jenazah Korban Glodok Plaza Tak Ditemukan |
|
|---|
| Fakta Baru Terkuak: Ada 2 Jasad Laki-laki Korban Glodok Plaza Tak Masuk Daftar Orang Hilang |
|
|---|
| Identifikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza Dihentikan, 8 Orang Masih Dinyatakan Hilang |
|
|---|
| Penyebab Kebakaran Glodok Plaza Terungkap, Aspek Keselamatan Bangunan Dipertanyakan |
|
|---|