Tim Transisi Pastikan Isu 4 Hari Kerja Bukan Prioritas Gubernur dan Wagub Terpilih Pram-Rano
Tim Transisi memastikan kebijakan empat hari kerja di Jakarta bukan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno alias Si Doel, Ima Mahdiah memastikan kebijakan empat hari kerja di Jakarta bukan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih.
Ima bilang, Tim Transisi saat ini tengah menyiapkan program-program prioritas yang dapat langsung dieksekusi setelah pasangan Pram-Rani dilantik sebagai pemimpin Jakarta pada 6 Februari mendatang.
“Fokus Tim Transisi saat ini adalah mempersiapkan langkah-langkah konkret agar pemerintah baru dapat langsung bekerja sejak hari pertama menjabat,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1/2025).
“Program prioritas kami mencakup isu-isu mendesak seperti penanganan banjir, transportasi publik, dan peningkatan kualitas layanan publik,” sambungnya.
Oleh karena itu, kebijakan empat hari kerja disebut Ima belum akan diterapkan dalam waktu dekat ini.
Bahkan politikus muda PDIP ini bilang, Tim Transisi tidak pernah membahas soal rencana mengurangi hari kerja dari lima hari menjadi empat hari.
Ia pun menyebut, usulan tersebut berasal dari pandangan pribadi Pakar Tata Kota Nirwono Joga yang juga merupakan anggota Tim Transisi.
“Kami di Tim Transisi Pramono-Rano tidak pernah membahas ataupun mengusulkan kebijakan empat hari kerja. Pandangan tersebut adalah hasil diskusi akademi yang disampaikan pak Nirwono Joga sebagai seorang pakar tata kota, bukan sebagai anggota Tim Transisi,” ujarnya.
Meski demikian, Ima mengapresiasi usulan yang disampaikan Nirwono dan menyebut bahwa gagasan tersebut dapat menjadi bahan diskusi yang lebih mendalam di masa mendatang antara DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.
Apalagi, kebijakan ini juga sudah diterapkan di beberapa negara maju untuk meningkatkan kesehatan mental dan produktivitas masyarakat.
“Saya melihat usulan ini menarik untuk dibahas lebih lanjut oleh seluruh stakeholder, tetapi tentu memerlukan kajian yang komprehensif dan melihat konteks Jakarta,” tuturnya.
“Untuk saat ini, kami tegaskan kembali bahwa itu bukan bagian dari agenda tim transisi Pramono-Rano,” tambahnya menjelaskan.
Dengan pernyataan ini, Ima berharap masyarakat tidak lagi salah paham terkait isu tersebut. Fokus tim transisi tetap berada pada agenda strategis yang sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Pramono Anung-Rano Karno.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
| Politikus Senior PAN Bicara Peluang Pramono Anung di Pilpres 2029, Beda Pergerakan dengan Anies |
|
|---|
| Rano Karno Melayat ke Rumah Korban Tabrakan Kereta, Pastikan Bantuan untuk Keluarga |
|
|---|
| Sarana Jaya Dukung Penataan Kawasan dan Penyediaan Lahan Parkir Terintegrasi di Lebak Bulus |
|
|---|
| Wagub Rano Karno Sebut IKJ Rahim Kebudayaan, Penentu Arah Peradaban Jakarta |
|
|---|
| Sebut Kasus Yogyakarta Puncak Gunung Es, Celios Desak Pemprov Jakarta Siapkan Daycare untuk Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-DKI-Jakarta-Teguh-Setyabudi-bersama-Ima-Mahdiah.jpg)