Perluas Cakupan Air Bersih, Wagub Rano Targetkan Suplai Waduk Karian Masuk Jakarta Sebelum 2030

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menargetkan suplai air baku dari Waduk Karian, Serpong bisa masuk Jakarta sebelum 2030.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
SUPLAI AIR BERSIH - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menargetkan suplai air baku dari Waduk Karian, Serpong bisa masuk Jakarta sebelum 2030. (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menargetkan suplai air baku dari Waduk Karian, Serpong bisa masuk Jakarta sebelum 2030.

Nantinya, air baku tersebut akan diolah menjadi air siap minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong dengan kapasitas 4.600 liter per detik.

"Saya pernah ada pengalaman, waduk karian itu zaman saya jadi gubernur (Banten), jadi saya sangat tahu ketika kesulitannya seperti apa. Nah sekarang Waduk Karian sudah selesai, memang itu Waduk Karian untuk menyuplai bahan air baku buat Jakarta," ucapnya, Kamis (6/3/2025).

Pemeran Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini menjelaskan, salah satu quick win Gubernur dan WakilGubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno ialah memperluas cakupan air perpipaan bagi 100 persen warga Jakarta.

Untuk itu, Doel mendorong agar suplai air baku dari Waduk Karian bisa masuk ke Jakarta sebelum tahun 2030.

"Karian harus bisa masuk sebelum 2030 ke Jakarta. Kalau tidak, target 100 persen cakupan layanan air bersih bagi warga Jakarta tidak akan tercapai," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PAM Jaya Arief Nasrudin mengakui, suplai air baku dari Waduk Karian ke Jakarta tergantung percepatan dari Kementerian Pekerjaan Umum. 

Ia pun memastikan, PAM Jaya telah berkirim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan pasokan air baku dari waduk Karian ke Jakarta bisa dieksekusi sebelum 2030.

"Karian itu tergantung kementerian PU nih. Harusnya pada 2020 akhir sudah on board  Tapi kalau tidak salah Diah 4 kali addendum di sisi pola KPBU-nya (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Kami agak sedikit pesimis (suplai air waduk Karian ke Jakarta sesuai target)," katanya.

Sebab, ungkap Arief, salah satu kendala pasokan air dari waduk Karian ke Jakarta terkendala waterway yang hingga kini tak kunjung dibangun.

Selain itu, jelasnya, pemerintah pusat pun belum membangun IPA Serpong yang akan mengolah air baku dari Waduk Karian tersebut.

"Kami sudah bersurat, kami bersurat meminta kepastian itu dan jangan sampai delay. Karena kami tidak bisa pindahkan pasokan air dari Timur Jakarta ke Barat Jakarta, pipanya terlalu panjang," kata Arief.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved