Trik Menyapih Anak, Jangan Bikin Anak Trauma!
Menyapih anak biasanya dilakukan para ibu untuk anaknya yang sudah lulus Air Susu Ibu (ASI).
TRIBUNJAKARTA.COM - Menyapih anak biasanya dilakukan para ibu untuk anaknya yang sudah lulus Air Susu Ibu (ASI).
Namun, tak jarang parang ibu maupun orangtua menemukan kesulitan sendiri saat baru menyapih anak mereka.
Terutama saat si kecil sulit berhenti menyusu.
Konselor Menyusui dan PMBA, Dosen Universitas Respati Indonesia (URINDO), Yuna Trisuci mengatakan anak yang mau disapih sebenarnya tak perlu susu tambahan jika tak ada indikasi medis.
Yang terpenting, nutrisi makanan pendamping ASI atau mpASI nya diutamakan.
Kendati demikian, ia tetap memberikan trik menyapih.
Utamanya, kata dia harus dilakukan dengan cinta dan perlahan.
"Di sounding dari jauh-jauh hari, pastikan anak siap. Jangan dipaksa atau misalnya dibohongi karena akan membuat trauma," ujarnya saat dihubungi, Senin (17/3/2025).
Biasanya, lanjut dia, drama anak yang baru belajar menyapih salah satunya akan dimulai ketika mau tidur.
Sebab, ketika ASI ia merasa ada dekapan dari sang ibu.
"Nah kalau sudah disounding sampaikan kalau 'kakak sudah besar, sudah tidak nen lagi, dan lain-lain'," sambungnya.
Di sini, peran ibu menjadi penting. Yuna mengatakan ibu bisa berperan mendampingi anak saat mau tidur.
Peran ini juga bisa diambil oleh ayah untuk menemeni si kecil.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-ibu-menyusui_20180502_081311.jpg)