Timnas Indonesia

Ogah Ambil Risiko, Australia Sampai Larang Suporter Timnas Indonesia Bawa Drum dan Banner ke Stadion

Federasi sepak bola Australia tidak mau mengambil risiko sampai melarang suporter Timnas Indonesia membawa atribut seperti drum dan banner ke stadion.

Tayang:
TRIBUNNEWS/HERU
Suporter Timnas Indonesia memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia saat melawan Australia pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/9/2024). Kini, Federasi sepak bola Australia tidak mau mengambil risiko sampai melarang suporter Timnas Indonesia membawa atribut seperti drum dan banner ke Allianz Stadium, Sydney pada laga lanjutan kualifikasi piala dunia, Kamis (20/3/2025). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Federasi sepak bola Australia tidak mau mengambil risiko sampai melarang suporter Timnas Indonesia membawa atribut seperti drum dan banner ke stadion.

Seperti diketahui, Tim Garuda akan menghadapi Socceroos pada lanjutan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, grup c.

Duel tersebut akan digelar di Sydney Football Stadium, Sydney, Australia pada Kamis (20/3/2025) mulai pukul 16.10 WIB.

Selisih poin grup c zona Asia begitu ketat. Hanya Jepang yang sudah aman dengan raihan 17 poin.

Sementara di posisi kedua ada Australia dengan 7 poin.

Namun, Indonesia, Arab Saudi, Bahrain dan China memiliki poin sama yang tidak terpaut jauh, yakni 6.

Hasil laga Australia Vs Indonesia bisa mengubah signifikan peluang lolos ke piala dunia.

Australia menganggap pertandingan timnasnya melawan Indonesia sangat sengit.

Mereka tidak memberi izin saat suporter Indonesia mengajukan 20 alat mendukung di stadion seperti drum dan banner.

"Australia itu terkenal sangat ketat aturannya. Contohnya seperti apa, kami mendaftarkan izin 20 peralatan, seperti drum, banner, koreografi, semua ditolak Australia dengan alasan keamanan," kata Ketua Kelompok Suporter Garuda Australia, Osvaldo Giovanni, di program Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (19/3/2025).

"Karena menganggap pertandingan ini sangat panas dan sangat ketat," tambahnya.

Bagi suporter Indonesia, kebijakan Australia itu memberatkan.

"Jadi mereka tidak mau mengambil risiko dengan instrumen tersebut. Jadi itu sangat menyulitkan bagi suporter Indonesia."

"Tapi yang namanya suporter Indonesia akan selalu ada cara untuk meramaikan stadion," jelasnya.

Di sisi lain, Osvaldo memahami kekhawatiran federasi sepak bola Negeri Kangguru, sebab pertandingan ini termasuk hidup mati mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko itu.

"Siapapun yang kehilangan poin di Sydney bisa jadi kehilangan tiket ke piala dunia," jelasnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved