Selly, Terlapor Kasus TPPO Soleh Darmawan Mangkir Panggilan Polisi

Selly, terlapor kasus dugaan Tindak Pidana Pedagang Orang (TPPO) dengan korban Soleh Darmawan mangkir dari panggilan Polisi.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Tim Dokter dan Reserse Mabes Polri melakukan ekshumasi makam Soleh Darmawan, pemuda Bekasi korban tewas di Kamboja, Jumat (9/5/2015). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Selly, terlapor kasus dugaan Tindak Pidana Pedagang Orang (TPPO) dengan korban Soleh Darmawan mangkir dari panggilan Polisi. 

Kasus kematian Soleh telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya bernomor LP/B/2519/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 17 April 2025. 

Dalam laporan tersebut, terdapat dua orang terlapor bernama Selly dan Ade yang berperan mengajak korban kerja ke luar negeri. 

Kuasa Hukum keluarga korban, Johny Alfaris, mengatakan, proses hukum terus berlanjut setelah serangkaian penyelidikan yang dilakukan Polisi. 

Di antara pemanggilan terhadap terlapor, kemudian melakukan eksumasi makam Soleh untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Tentunya tidak menghilangkan proses terlapor yang telah kami laporkan sejak tangga 17 April 2025 indikasi TPPO dan juga kaitannya dengan pekerja migran Indonesia, sehingga proses ini tentunya masih berlanjut," kata Johny, Jumat (9/5/2025). 

Berdasarkan informasi perkembangan penyelidikan yang dia dapat, satu orang terlapor bernama Ade telah memenuhi panggilan Polisi untuk diperiksa. 

Satu terlapor lagi bernama Selly, berdasarkan informasi yang didapat tidak memenuhi panggilan penyidik. 

"Salah satu orang terlapor itu belum menghadiri pemanggilan dari Polda Metro Jaya. Jadi akan ada panggilan kembali untuk dimintai keterangan," ungkap dia. 

Rumah Selly berada tidak jauh dari kediaman Soleh Darmawan, keberadaan terlapor sampai saat belum diketahui. 

"Karena ini juga berhubungan dengan dekatnya rumah antara pelapor, keluarga korban almarhum Soleh Darmawan dengan salah satu terlapor inisial S ini. Tidak tahu menahu ya, sejauh ini keberadaan dari S ini. Tentunya kita juga tidak berhenti sampai di sini saja saja," tegas dia. 

Soleh dikabarkan bekerja di Kamboja sebagai operator judi online (judol), dia meninggal dunia pada 3 Maret 2025 setelah kurang lebih dua pekan di luar negeri. 

Kematian Soleh dianggap janggal, keluarga mengetahui Soleh berangkat dalam keadaan sehat tetapi pulang tinggal nama. 

Keluarga dibantu teman-teman Soleh berusaha mengadvokasi, sampai akhirnya KBRI di Kamboja memfasilitasi pemulangan jenazah pada 15 Maret 2025.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved