VIRAL Dua Ulah Suporter Cikarang dan Malang, Nyabu Buat Tawuran Sampai Timpuki Bus Persik Kediri

Dua ulah oknum suporter di Cikarang dan Malang menjadi viral. Oknum suporter pakai sabu mau tawuran hingga timpuki bus Persik Kediri.

KOMPAS.com/SUCI RAHAYU/Instagram @cikarangdaily
MOMEN MEMALUKAN SUPORTER - Kolase penimpukan bus Persik Kediri dan suporter acungkan pistol mainan. Bus rombongan Persik Kediri yang membawa pemain, pemain dan official pecah karena dilempar batu oleh oknum usai menjalani laga pekan ke-32 Liga 1 2024-2025 melawan tuan rumah Arema FC yang berakhir dengan kemenangan tim tamu 3-0 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/5/2025) malam. Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria menenteng pistol saat tawuran antar kelompok pemuda di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dua ulah oknum suporter di Cikarang dan Malang menjadi viral di media sosial.

Suporter sepak bola positif memakai narkoba jenis sabu sebelum tawuran di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Jumat (9/5/2025).

Bahkan, oknum suporter itu mengacungkan pistol mainan saat tawuran.

Di lokasi lain, oknum suporter melempari batu ke arah bus Tim Persik Kediri setelah laga kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/5/2025) malam.

Staf Persik Kediri terluka akibat pelemparan batu itu.

TribunJakarta merangkum dua peristiwa ulah suporter yang membuat dunia sepak bola Indonesia tercoreng.

Acungkan Pistol Mainan

Suporter sepak bola berinisial ASJ (28) mengacungkan pistol mainan saat tawuran di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (9/5/2025)

Pelaku positif narkoba jenis sabu setelah tim Biddokes Polres Metro Bekasi melakukan tes urine.  

"Saat dilakukan tes urine oleh tim Biddokes Polres Metro Bekasi pelaku dinyatakan positif mengandung narkotika jenis sabu," kata Kapolsek Cikarang Utara Kompol Sutrisno dalam keterangannya, Senin (12/5/2025).

Sutrisno mengatakan, ASJ mengaku mengonsumsi sabu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cikarang satu hari sebelum tawuran atau Kamis (8/5/2025). 

Adapun tawuran bermula ketika pelaku bersama sejumlah rekannya tengah merayakan kemenangan tim kesayangannya yang berhasil menjuarai kompetisi nasional.

Perayaan kemenangan dilakukan dengan cara berkonvoi. Di tengah konvoi, mereka bersinggungan dengan suporter klub rival. Bentrokan pun pecah. 

Sejumlah suporter melempar benda diduga batu. Sementara, pelaku menenteng benda yang semula diduga pistol dan mengacungkan ke arah atas. 

Tak lama, pelaku ditangkap petugas. Pelaku langsung menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cikarang Utara

"Saat penyelidikan pelaku mengaku bahwa pistol yang dibawanya itu merupakan pistol mainan yang digunakan saat bentrokan terjadi untuk menakut-nakuti lawannya," ungkap Sutrisno. 

polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pistol mainan plastik berwarna hitam, kemeja, dan sepatu yang digunakan pelaku. 

Sutrisno memastikan akan tetap melanjutkan proses hukum meski pistol yang digunakan pelaku saat bentrokan hanya mainan. 

"Proses hukum akan kami lanjutkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuh dia. 

Aksi suporter itu viral saat tawuran antar kelompok pemuda di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial. 

Video yang diunggah oleh akun Instagram @cikarangdaily memperlihatkan dua kelompok pemuda terlibat tawuran di sebuah jalan permukiman. 

Dalam rekaman tersebut, seorang pria dari salah satu kelompok tampak maju ke barisan depan sambil menenteng pistol berwarna hitam. 

Di sisi lain, beberapa rekannya terlihat melempar barang yang diduga batu, sementara pemuda lainnya mengacungkan jari tengah ke arah kelompok lawan.

Timpuki Bus Persik Kediri

MOMEN MEMALUKAN - Bus Persik Kediri dilempari batu oleh oknum suporter setelah laga melawan Arema di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jawa Timur pada Minggu (12/5/2025). (X Casual Ultra Indonesia dan Kompas.com/Suci Rahayu).
MOMEN MEMALUKAN - Bus Persik Kediri dilempari batu oleh oknum suporter setelah laga melawan Arema di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jawa Timur pada Minggu (12/5/2025). (X Casual Ultra Indonesia dan Kompas.com/Suci Rahayu). (X Casual Ultra Indonesia dan Kompas.com/Suci Rahayu)

Di lokasi lain, aksi suporter menimpuki bus tim Persik Kediri setelah Arema FC mengalami kekalahan di kandang Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/5/2025).

Dalam pertandingan itu, Arema FC yang menjamu Persik Kediri harus menyerah 0-3. 

Dalam video serta foto yang beredar di media sosial, terlihat kaca di bagian sisi kiri depan bus pecah. 

Diperlihatkan juga sebuah batu sebagai bukti pelemparan kaca tersebut.

Selain melempar batu, bahkan sejumlah oknum suporter tampak berada di sisi kiri dan kanan jalan sembari mengumpat ke arah bus yang melintas.  

Manajer Tim Persik Kediri, Moch Syahid, membenarkan kejadian pelemparan tersebut.

Ia menyampaikan kekecewaannya atas insiden yang terjadi di tengah upaya perbaikan citra sepak bola nasional.

"Kami menyayangkan kejadian ini di saat industri sepak bola tengah berbenah," ungkapnya.

Dua orang staf Persik, yakni pelatih dan asisten pelatih, mengalami luka ringan di bagian kepala akibat terkena serpihan pecahan kaca.

"Ada dua orang yang terluka akibat kejadian ini. Yakni pelatih dan asisten pelatih. Luka ringan di bagian kepala," beber Syahid.

Pihak keamanan masih terus memburu pelaku dan akan menindaklanjuti kasus ini secara hukum.

Sementara itu, Manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf atas insiden pelemparan batu terhadap bus tim Persik Kediri.

Ketua Local Organizing Committee (LOC) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiono, mengungkapkan keprihatinan mendalam dan permintaan maaf kepada pihak Persik Kediri.

"Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini," ujar Erwin dalam keterangan resminya.

Ia menyatakan bahwa Panpel Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan pihak kepolisian akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan dan meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk laga-laga berikutnya di Stadion Kanjuruhan. 

Pihaknya juga berkomitmen untuk lebih intensif menyosialisasikan pentingnya menjaga sportifitas dan fair play di dalam maupun di luar stadion, terlepas dari hasil pertandingan.

"Saat ini, pihak keamanan tengah fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku pelemparan," jelasnya.

Erwin menduga aksi pelemparan dilakukan oleh oknum yang berniat mencederai suasana kondusif dan memperkeruh citra sepak bola nasional.

Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan tersebut.

Sedangkan, Kapten Persik Kediri, Ze Valente, mengunggah sebuah foto bus Persik Kediri yang mengalami pecah kaca pascainsiden pelemparan batu itu. 

Bus mereka dilempari batu oleh oknum suporter setelah tim Persik Kediri hendak pulang.  Ze Valente kemudian mengunggah foto bus dengan kaca pecah ke akun Instagram-nya. 

"Kita tidak pernah belajar ..." tulis Ze Valente dalam unggahan instastory.

"Tapi lebih baik tidak mengutarakan apa yang saya pikir," sambungnya. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved