Bantu Masyarakat Kurang Mampu di Iduladha, Pramono Bagikan Daging Kurban Hari Ini, Dedi Mulyadi H-1
Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya cara sendiri dalam membagikan daging untuk warga kurang mampu di Iduladha.
TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya cara sendiri dalam membagikan daging untuk warga kurang mampu di momen Iduladha tahun ini.
Untuk di Jakarta, Pramono Anung memilih untuk membagikan daging dari hewan kurban yang disembelih pada hari ini kepada masyarakat di wilayah Jakarta.
Namun daging kurban tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali menjelaskan, pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan (RPH) milik BUMD Dharma Jaya.
Pemberian hewan kurban ini pun disebut Marullah, datang dari berbagai pihak, mulai dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno.
“Nanti ada daging kurban yang akan dibagikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan daging kurban, yang jarang-jarang makan daging,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga membagikan daging untuk masyarakat kurang mampu.
Dalam channel Youtube pribadinya, Mantan Bupati Purwakarta ini menyebut pembagian daging ini merupakan tradisi sebelum Iduladha.
Namun daging yang dibagikan bukanlah berasal dari hewan kurban.
Melainkan daging dari hewan-hewan yang disembelihnya sendiri.
"Hari ini saya membagikan daging bukan kurban. Kalau kurban ma besok dipotongnya. Hari ini bagiin daging buat tetangga, buat beberapa daerah yang garis kemiskinannya relatif tinggi," katanya dikutip Tribun Jakarta, Jumat (6/6/2025).
Daging-daging itu pun diketahui berasal dari hewan yang dipotongnya sebelum Iduladha tiba.
Meski tak menyebutkan total daging yang dibagikan, namun pembungkus daging itu sudah ramah lingkungan karena menggunakan anyaman dari bambu.
Dibantu tetangganya, Dedi Mulyadi juga membagikan langsung daging-daging tersebut ke rumah warga.
Tak jarang, ia menyempatkan untuk berbincang dengan memberitahu bahwa daging tersebut bukanlah daging kurban, sembar menjelaskan alasan dibalik pembagiannya.
"Agar pada hari raya kurban sebelum mereka mendapat jatah daging kurban pada esok hari, maka paginya mereka gak usah ngarep-ngarep datang daging kurban karena sudah ada di rumahnya, sudah bisa masak," pungkasnya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/KDM-Channel-dan-TribunJakartacomDionisius-Arya-Bima-Suci-2.jpg)