Target Pengurus Baru ADKASI, Rumuskan Upaya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Tayang:
Istimewa
Ketua Umun Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, saat diwawancarai soal upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia./Istimewa 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Adapun Dewan Pengurus Nasional ADKASI periode 2025-2030 baru saja dilantik Kamis (19/6/2025) kemarin di Jakarta.

"Saat ini untuk pertumbuhan ekonomi tadi saya sampaikan bahwa baru dikisar 4 koma, sedangkan target nasional 8 persen sehingga itu perlu didorong," kata Ketua Umum ADKASI, Siswanto, dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).

Siswanto menjelaskan, pihaknya mendorong peningkatan belanja pemerintah daerah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Ia menyebut pemerintah setempat dapat bersinergi dengan DPRD dalam merumuskan strategi guna mencapai target tersebut.

"Peran dari DPRD Kabupaten seluruh Indonesia sangat penting, karena kita mitra kerja kepala daerah. Nanti setiap komisi di DPRD diskusi dan rapat kerja dengan dinas di daerah-daerah untuk belanja-belanja segera dilakukan supaya percepatan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia makin tinggi," ujar dia.

Menurut dia, ada dua strategi yang dapat dilakukan untuk menopang kemajuan ekonomi daerah hingga berdampak ke tingkat nasional.

Strategi itu bisa berupa investasi serta memperbanyak aktivitas perdagangan dan industri di daerah.

lihat fotoKisah pengantin bernama Wiwin Wulandari yang merasa ditipu dekorasi Rp 30 juta viral. Ia menyebut dekor di hari bahagianya itu 'tak layak'. Bahkan kejadian pada H-1 pernikahan sudah bikin curiga.
Kisah pengantin bernama Wiwin Wulandari yang merasa ditipu dekorasi Rp 30 juta viral. Ia menyebut dekor di hari bahagianya itu 'tak layak'. Bahkan kejadian pada H-1 pernikahan sudah bikin curiga.

"Investasi adalah adanya uang masuk dari luar daerah atau luar Indonesia bahkan masuk ke kabupaten untuk menggerakkan perdagangan dan industri," tutur Siswanto.

"Kalau ada pajak daerah masuk ke APBD, retribusi daerah masuk ke APBD, maka APBD-nya makin kuat, skala fiskalnya makin tinggi. Sehingga belanjanya pun makin tinggi, mengurangi pengangguran, rakyat bisa bekerja, kesejahteraan rakyat juga meningkat," pungkas dia.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved