Kelurahan Susukan Tonjolkan Ketahanan Pangan dan Rumah Panel Surya di Lomba PKK

Kelurahan Susukan, Ciracas mengusung ketahanan pangan dan energi terbarukan pada lomba Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta.com/Bima Putra
Ketua Penggerak PKK Jakarta Timur Essi Feransie saat proses verifikasi lapangan lomba PKK di RW 07 Susukan, Ciracas, Kamis (3/7/2025). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas mengusung ketahanan pangan dan energi terbarukan pada lomba Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Timur.

Ketua PKK Kelurahan Susukan, Rini Fadhillah mengatakan aspek tersebut menjadi poin yang ditampilkan kepada tim verifikasi lomba PKK tingkat Kota saat peninjauan Kamis (3/7/2025).

Dalam proses verifikasi lapangan dipimpin Ketua Penggerak PKK Jakarta Timur Essi Feransie Munjirin, tim melihat langsung taman yang digunakan untuk taman dan rumah panel surya.

"Tanaman itu adalah tanaman Toga (obat keluarga), tanaman sayuran, tanaman yang bisa membantu minimal mengurangi kebutuhan dapur warga," kata Rini di Jakarta Timur, Kamis (3/7/2025).

Aspek ketahanan pangan ditonjolkan Kelurahan Susukan yakni taman di RW 07, taman ini memanfaatkan lahan warga sebagai taman untuk berbagai jenis tanaman hingga peternakan kambing.

Jenis tanaman yang hasil panennya dimanfaatkan warga untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari di antaranya cabai, jagung, singkong, bengkoang, pisang, kacang tanah, dan bawang merah.

Meski lahan yang dimanfaatkan warga untuk taman berada di gang senggol, tapi hasil panen ragam jenis tanaman tersebut selama ini sudah mampu memenuhi kebutuhan warga RW 07.

"Kalau mereka minta jahe enggak ada di warung ya sudah (ambil) dari taman PKK saja, karena memang konsep taman PKK ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan warga sehari-hari dulu," ujarnya.

Sementara terkait energi terbarukan, Rini menuturkan di wilayah RW 07 terdapat satu rumah warga yang sudah tiga tahun terakhir menggunakan pembangkit listrik tenaga panel surya.

Pembangkit listrik tersebut mampu menghasilkan daya hingga 13.000 watt, sehingga lebih dari cukup bila digunakan untuk kehidupan sehari-hari satu kepala keluarga (KK).

"Jadi ada satu warga yang memang sudah tidak menggunakan PLM sebagai pembangkitnya lagi tapi menggunakan dari tenaga suria sekitar 3.300 watt untuk satu bulannya," tuturnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved