Macet Horor di Jalan TB Simatupang Imbas Galian Pipa, Dishub DKI Minta Masyarakat Cari Rute Lain

Macet horor di Jalan TB Simatupang menjadi pemandangan sehari-sehari selama beberapa pekan terakhir.

Tayang:
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
SOAL KEMACETAN - Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo minta masyarakat cari rute lain untuk hindari kemacetan di Jalan TB Simatupang akibat adanya galian pipa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Macet horor di Jalan TB Simatupang menjadi pemandangan sehari-sehari selama beberapa pekan terakhir.

Tak sedikit warganet yang akhirnya mencurahkan keluh kesahnya di media sosial akibat terjebak macet selama berjam-jam di jalan itu.

Pasalnya, kondisi ini tak hanya terjadi di jam-jam sibuk, melainkan di sepanjang hari.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pun angkat suara terkait hal ini. Ia menyebut, kemacetan panjang terjadi imbas pekerjaan pemasangan pipa air limbah.

“Lokasi pekerjaan pemasangan pipa air limbah berada di Jalan TB Simatupang memasuki pekerjaan konstruksi secara bertahap,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).

Untuk mengurai kepadatan di sepanjang Jalan TB Simatupang, masyarakat pun diminta mencari rute lain untuk dilewati.

“Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan,” ujarnya.

“Mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan di jalan,” sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, saat ini pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pembuatan pit atau lubang galian, pemasangan pipa dengan metode jacking sepanjang 2.549 meter, pembuatan manhole, hingga perbaikan kembali ruas jalan.

lihat fotoBorok Bupati Pati, Sudewo mulai dikuliti usai pernyataannya memantik kemarahan warga. Seolah menantang warga, ia mengaku tak gentar didemo puluhan ribu orang lantaran menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sampai 250 persen.
Borok Bupati Pati, Sudewo mulai dikuliti usai pernyataannya memantik kemarahan warga. Seolah menantang warga, ia mengaku tak gentar didemo puluhan ribu orang lantaran menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sampai 250 persen.

Pekerjaan konstruksi pun memakan satu lanjur lalu lintas, sehingga menyebabkan penyempitan ruas jalan yang bisa dilintasi pengendara.

Dalam perencanaannya, proyek yang dikerjakan oleh Perumda Paljaya ini ditargetkan selesai pada November atau Desember 2025 mendatang.

"PT Rosa Lisca selaku pelaksana Pemasangan Pipa Air Limbah di Kawasan Jalan TB Simatupang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna Jalan di lokasi pelaksanaan pembangunan," kata Syafrin.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved