Fraksi PDIP Bicara Taman Bendera Pusaka: Ikon Baru yang Gabungkan Ruang Hijau dan Sejarah
Ibu kota bakal punya ikon baru. Pembangunan Taman Bendera Pusaka resmi dimulai dan digadang-gadang bakal jadi simbol ruang hijau.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA PUSAT - Ibu kota bakal punya ikon baru. Pembangunan Taman Bendera Pusaka resmi dimulai dan digadang-gadang bakal jadi simbol ruang hijau sekaligus kebanggaan nasional.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menyebut taman ini bukan sekadar proyek penghijauan, tapi juga langkah strategis pemulihan tata ruang Jakarta.
“Pemulihan ruang terbuka hijau menjadi kunci membangun Jakarta yang berkelanjutan. Taman Bendera Pusaka akan menjadi simbol komitmen itu, sekaligus mengingatkan generasi mendatang pada sejarah kemerdekaan,” kata Pantas, Minggu (10/8/2025).
Tak hanya untuk estetika dan rekreasi, Politikus PDIP itu menyebut taman ini juga akan berfungsi sebagai daerah resapan air guna mengurangi risiko banjir.
Ia menegaskan pembangunan ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan target menjadikan Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2029, lalu 20 besar dunia dalam dua dekade ke depan.
“Langkah ini harus konsisten dan terintegrasi dengan program pembangunan lain. Memang tidak semua akan setuju, tapi tujuan kita jelas: Jakarta yang hijau, layak huni, dan membanggakan di mata dunia,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina. Ia menyebut Taman Bendera Pusaka akan mengintegrasikan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser.
“Kapan lagi kita miliki taman bertaraf internasional. Pembangunan ini sejalan dengan Jakarta kota global,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Taman Bendera Pusaka pada Jumat (8/8/2025).
Adapun Taman Bendera Pusaka merupakan gabungan dari tiga taman, yaitu Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat.
Adapun Taman Bendera Pusaka merupakan gabungan dari tiga taman, yaitu Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat.
Ketiga taman ini kebetulan berdekatan dan terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
“Memang saya secara khusus pengen persoalan groundbreaking untuk Taman Bendera Pusaka itu berlangsung dengan baik,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2025).
Pramono bilang, pembangunan Taman Bendera Pusaka tak hanya mejadi ruang publik tetapi sekaligus difungsikan sebagai pengendali banjir.
“Taman itu akan digunakan untuk mengatur banjir, bahkan untuk pengaturan banjirnya, biayanya lebih besar dibandingkan untuk mengintegrasikan tiga taman,” tuturnya.
Selain untuk pengendali banjir, taman seluas 5,6 hektare ini juga akan dilengkapi berbagai sarana olahraga yang bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat.
“Di sana ada jogging track, ada lapangan bulutangkis, lapangan tenis, pedel. Bahkan jogging tracknya itu kurang lebih 1,2 kilometer,” ucapnya.
Adapun dalam acara peletakan batu pertama ini, Gubernur Pramono turut mengundang Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Pramono beralasan, mengundang Ketua Umum PDIP itu lantaran Megawati sangat menyukai tanaman.
“Kalau ibu Mega ini kan memang penggemar tanaman dan beliau ikut karena sebagai penggemar tanaman. Beliau bahkan akan menyumbang beberapa tanaman yang bisa ditanam di tempat itu,” tuturnya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Ketua Komisi D DKI Dukung Pembangunan Taman Bendera Pusaka, Singgung Peningkatan Perekonomian |
![]() |
---|
Pembuatan Patung Fatmawati Bukan dari APBD Jakarta, Siapa Donaturnya? |
![]() |
---|
'Kenapa Bukan Ali Sadikin' Politisi PSI Soroti Wacana Patung Ibunda Megawati di Taman Bendera Pusaka |
![]() |
---|
Solusi Cerdas PSI Buat Pedagang Pasar Barito, Tak Perlu Digusur: Bisa Pakai Konsep Tebet Eco Park |
![]() |
---|
Bagaimana Nasib Pedagang Pasar Barito Setelah Relokasi? Ini yang Terjadi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.