Tahukah Anda? Baju Koko Bermula dari Baju Tionghoa, Tui-Khim

Baju koko berasal dari baju masyarakat China bernama 'tui-khim' dan di kalangan warga Betawi, tui-khim juga dipakai dan dikenal dengan baju tikim.

Penulis: rohmana kurniandari | Editor: rohmana kurniandari
taiwanhalal.com
Baju Tui-Khim yang berasal dari Tionghoa 

TRIBUNJAKARTA.COM - Baju koko identik dengan busana muslim yang dikenakan pria muslim di Indonesia.

Tapi tahukah Anda bahwa baju koko berasal dari Tionghoa?

Awal mulai baju koko melalui proses yang panjang, dari baju khas masyarakat Tionghoa yang diadopsi oleh kaum Betawi hingga kemudian diadaptasi oleh masyarakat Islam di Indonesia.

Menurut sejarawan JJ. Rizal, baju koko berasal dari baju masyarakat China bernama 'tui-khim'.

Dilansir dari indochinatown.com, baju tui-khim adalah baju yang memiliki bukaan di tengah dengan lima kancing, yang umumnya dipadukan dengan celana komprang (longgar).

Menurut pengamat budaya Tionghoa, David Kwa, di kalangan warga Betawi, tui-khim juga dipakai dan dikenal dengan baju tikim.

Baju tui-kim biasanya dipadukan dengan celana pangsi atau celana komprang bermotif batik.

Hingga awal abad ke-20, pria Tionghoa di Indonesia masih menggunakan kostum tui-khim dan celana komprang untuk sehari-hari.

Gaya ini mulai ditinggalkan kaum Cina setelah berdirinya Tiong Hoa Hwe Koan atau Perhimpunan Tionghoa dan runtuhnya Dinasti Cheng (Mancu) pada 1911.

Model baju koko adalah satu di antara model baju nusantara yang merupakan akulturasi dari baju tui-khim.

Lalu, bagaimana ceritanya tui-khim menjadi baju koko?

Dulu, yang memakai tui-khim tersebut adalah engkoh-engkoh –sebutan umum bagi lelaki Tionghoa – maka baju itu pun disebut baju engkoh-engkoh.

Bila dieja dengan bahasa Indonesia menjadi baju koko.

Setelan baju koko yang digunakan orang Betawi seolah menjadi trademark kaum pria Betawi dan umat Islam.

Di era modern, baju koko berkembang pesat sebagai busana kaum muslim pria di Indonesia. (TribunJakarta.com/Rohmana Kurniandari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved