Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM - Budayawan Sudjiwo Tedjo membahas soal bendera dan rumah DP 0 persen.
Bendera yang dimaksud Sudjiwo Tedjo memiliki hubungan dengan kasus Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
Rizieq Shihab diketahui sempat ditahan oleh aparat keamanan Arab Saudi.
Melansir dari Kompas.com, hal tersebut terkait laporan warga negara Arab Saudi yang melihat bendera hitam terpasang di belakang rumah Rizieq Shihab di Mekkah.
Peristiwa yang sempat ramai diperbincangkan itu rupanya turut dikomentari Sudjiwo Tedjo.
Sudjiwo Tejdo menceritakan soal dua tokoh perwayangan Gareng dan Petruk yang tengah meributkan bendera tersebut.
"Gareng: Gimana soal bendera hitam di Arab?," tulis Sudjiwo Tedjo.
Tokoh Petruk mengatakan soal bendera hitam bisa diperdebatkan tergantung kubu mana yang berkomentar.
"Petruk: Tergantung. Mau komen kubu yg itu/kubu lain," tulis Sudjiwo Tedjo.
• Berfoto Bareng Budiman Sudjatmiko dan Fadli Zon, Sudjiwo Tedjo Curhat Tak Enaknya Jadi Orang Netral
• Ramai Perang Kata, Sudjiwo Tedjo: Kalau Jokowi Ingin Kemenangan Terhormat, Jangan Lemahkan Prabowo
TONTON JUGA
Setelah membicarakan soal bendera hitam, Gareng dan Petruk membahas rumah DP 0 persen.
Rumah DP 0 rupiah diketahui merupakan program unggulan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Belum lama ini Presiden Jokowi juga mengeluarkan program rumah DP 0 persen bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri yang belum memilikinya.
"Gareng: Gimana rumah DP 0 %?" tulis Sudjiwo Tedjo.
Tokoh petruk mengatakan rumah DP 0 persen dapat dipermasalahkan tergantung diterapkan oleh kubu yang mana.
"Petruk: Tergantung. DP 0 Persen itu apa diterapkan oleh kubu yg satu/oleh kubu yg lain?
Bagong: Kalau semua tergantung, bangsa yg gantung diri jg tergantung Cuk" tulis Sudjiwo Tedjo.
• Anggap Penumpang Pesawat Jatuh Meninggal dalam Keadaan Mulia, Sudjiwo Tedjo Beberkan Alasannya
• TERPOPULER- Sejak Kecil di Luar Negeri, Sudjiwo Tedjo Bertanya Kecintaan Prabowo Pada Tanah Air
Cuitan Sudjiwo Tedjo soal bendera dan rumah DP 0 persen rupanya mengudang pro dan kontra.
Banyak pihak yang menuding Sudjiwo Tedjo menerima bayaran dari salah satu kubu yang bertarung di Pilpres 2019.
Sudjiwo Tedjo lantas menegaskan dirinya sama sekali tak dibayar, saat memuji ataupun mengkritik salah satu pasangan capres-cawapres.
"Harus berapa kali dalam sehari aku ngetwit “tak dibayar” tentang puja dan puji terhadap capresku serta cercaan terhadap capres lain agar kalau kelak capresku menang aku dijadikan menteri, komisaris utama BUMN, dikasih proyek ini itu dan lain2 walau kini memang “belum dibayar”?" tulis Sudjiwo Tedjo.
Sudjiwo Tejdo Curhat Tak Enak jadi Orang Netral
Sudjiwo Tedjo berfoto bersama Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
Momen kebersamaan Budiman Sudjatmiko, dan Fadli Zon itu dibagikan Sudjiwo Tedjo melalui media sosial, Twitter.
Pantauan TribunJakarta.com Sudjiwo Tedjo nampak berdiri ditengah.
Budiman Sudjatmiko dan Fadli Zon terlihat merangkul bahu Sudjiwo Tedjo.
Ketiganya bergaya dengan tersenyum ke arah kamera.
Sudjiwo Tedjo lantas mencurahkan isi hati soal tak enaknya menjadi seseorang yang netral.
Menurut Sudjiwo Tedjo sosok netral dianalogikan sebagai seseorang yang berada di tengah jalan.
"Enggak enaknya jadi orang netral itu posisinya selalu di tengah jalan," tulis Sudjiwo Tedjo, pada Rabu (7/11/2018).
Budiaman Sudjatmiko diketahui merupakan tim sukses (timses) Jokowi-Maruf, sedangkan Fadli Zon sosok penting di kubu Prabowo-Sandiaga.
Sudjiwo Tedjo mengatakan padahal sesuatu yang bersifat indah adanya di tepi kanan dan kiri jalan.
Ia menganalogikan hal indah otu dengan wanita seorang wanita yang duduk di halte di tepi jalan.
"Padahal perempuan yang sepi sendiri dan indah adanya hanya di bangku2 pedestrian di tepi kiri-kanan jalan," tulis Sudjiwo Tedjo.
Namun walau tak kebagian sesuatu yang indah, Sudjiwo Tedjo mengaku menerima hal tersebut sebagai takdirnya.
"Tapi itulah takdirku," tulis Sudjiwo Tedjo.
Cuitan Sudjiwo Tedjo itu disukai lebih dari 2000 pengguan Twitter.
Beragam komentar nampak memenuhi cuitan tersebut.
@hardjokosdjati: "Orang netral iOrang netral itu tdk akan pernah ngomong dirinya netral. Selama masih ngomong begitu itu tandanya masih ada keberpihakan."
@Bagasta8: "Tengah adlh dalang... kanan kiri hanyalah wayang..."
@wannistelrooy09: "netral" adalah kelompok ketiga, setelah kelompok "kanan" dan kelompok "kiri". Dan sejatinya "netral" jugq adalah sebuah pemihakan"