TRIBUNJAKARTA.COM, BANTARJATI - Atas berbagai alasan dan pemungutan suara ulang dilakukan di sejumlah daerah.
Dari informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, beberapa hal menarik terjadi saat pemungutan suara ulang di Tangerang dan Bekasi, Minggu (22/4/2019) kemarin.
5 TPS di Bekasi gelar PSU
Sebanyak lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bekasi menggelar tempat pemungutan suara susulan (PSL), Minggu (21/4/2019).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nurul Sumarheni mengatakan, lima TPS tersebut yakni TPS 166 di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur serta TPS 224, 225, 227, dan 242 di Kelurahan Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara.
"Ada lima TPS yang pasti menggelar PSL hari ini," kata Nurul, Minggu (21/4/2019).
Dia menjelaskan, untuk TPS 166 Kelurahan Aren Jaya dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 194 orang menggelar pemilihan DPD RI. Pada saat Pemilu serentak 17 April 2019 kemarin, terjadi kesalahan teknis hingga surat suara jenis pemilihan tersebut tidak terdistribusi.
• Pengakuan Caleg Ritual Mandi Kembang Seusai Pemungutan Suara, Ini Penjelasan Ustaz Ujang Busthomi
Sementara untuk di Kelurahan Kaliabang Tengah diantaranya TPS 224 dengan jumlah DPT 289 orang, TPS 225 dengan DPT 296 orang, TPS 227 dengan DPT 257 orang dan TPS 242 dengan jumlah DPT 295 orang. Di empat TPS ini, kata dia, masyarakat akan memilih Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil VIII.
Sama halnya dengan di Aren Jaya, kesalahan serupa juga terjadi di Kaliabang Tengah yang menyebabkan logistik tidak terdistribusi pada saat pemungutan suara serentak Rabu 17 April 2019 kemarin.
"Teknis pemilihannya sama jam 7 sampai jam 1 siang, bedanya pemilih hanya mencoblos surat suara yang pada saat Pemilu serentak kemarin belum mencoblos seperti misalnya di TPS 166 Aren Jaya belum milih DPD RI hari ini mereka hanya mencoblos surat suara itu saja," jelas Nurul.
Sebelumnya Nurul juga sempat menyebutkan terdapat satu TPS lain yang dikabarkan akan menggelar PSL pemilihan presiden yakni TPS 116 Aren Jaya. Namun rupanya infomasi itu diralat lantaran di TPS tersebut sudah menuntaskan seluruh jenis pemilihan pada Rabu 17 April 2019 lalu.
"Kami ralat ternyata yang TPS 116 itu sudah clear, pada saat pedistribusian kotaknya tertinggal di kelurahan tapi ternyata hari H datangnya telat tapi masih keburu melakukan pencoblosan," jelas dia.
Warga antusias
Tempat Pemungutan Suara (TPS) 166 di RT 09, RW 11, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, hari ini menggelar Pemungutan Suara Lanjutan (PSL), Minggu (21/4/2019).
Ketua KPPS 166 Aren Jaya, Purwoyo mengatakan, pihak mulai membuka pendaftaran bagi warga yang ingin menggunakan hak suaranya pukul 07.00 WIB.
"Seperti pencoblosan yang pertama, hari ini juga sama kita buka jam 07.00 WIB sampai jam 13.00 WIB," kata Purwoyo.
Untuk pemilihan susulan ini, TPS 166 hanya mengelar pemilihan untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Meski hanya satu pemilihan, warga tetap antusias menggunakan hak suaranya.
Purwoyo menjelaskan, di TPS 166 terdapat 194 orang, hingga pukul 10.00 WIB sudah ada 89 orang yang telah melakukan pencoblosan.
"Saya lihat masih antusias ya, sampai jam 10 ini udah ada setengah dari DPT, ya mudah-mudahan aja nanti bisa lebih banyak lagi sebelum jam 1 siang yang menggunakan hak suara," jelas dia.
Sementara itu, warga bernama Mohamad Iqbal mengatakan, sebagai warga negara dia tetap merada punya kewajiban untuk datang ke TPS kedua kalinya.
"Saya mau gunakan hak suara saya aja walaupun ini hari kedua ya, pas hari pertama emang cuma 4 kerta suara, kata petugasnya waktu itu belum ada surat suara buat DPD RI," ujarnya.
Dia juga berharap kejadian kesalahan teknis pengiriman logistik tidak terulang di Pemilu selanjutnya.
Sebab, jika harus datang untuk kedua kalinya, belum tentu warga punya waktu atau menyempatkan diri.
"Ya mudah-mudahan enggak ada kaya gini lagi, berhubung ini hari libur juga, tapu saya rasa tetap banyak yang mau datang ke TPS soalnya pak RT juga udah kasih tahu kalau kita ikut nyoblos lagi," katanya.
Sementara itu, Heni Sulastri mengatakan, dia datang ke TPS sekitar pukul 09.30 WIB.
Sama dengan warga lain keinginannya untuk hadir ke TPS untuk mengunakan hak suaranya lantaran merasa punya tanggung jawab menuntaskan Pemilu 2019.
"Ya mau datang aja, lagian kemarin pas hari Rabu (17/4) saya udah nyoblos terus kata panitia kita belum selesai hari ini diselsaiin jadi saya datang lagi," katanya.
Rela datang meskipun becek-becekan
Warga Desa Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang melakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada Minggu (21/4/2019).
Dari pantauan di lokasi, warga yang mengikuti pemilu ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 sudah memadati lokasi pencoblosan sejak pukul 07.00 WIB.
Bahkan, mereka rela berbecek-becek ria untuk menyumbangkan hak pilih mereka walau harus diulang kembali.
Memang, TPS yang berlokasi di perkebunan tersebut tampak becek karena diguyur hujan semalaman, namun proses pemungutan suara pun terus berlanjut.
"Mau gimana lagi, dari pada suara engga terpakai kan. Ikut lagi aja engga masalah," jelas Umar warga Sukamulya yang mengikuti PSU, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019).
Dalam pemungutan suara ulang tersebut, tampak Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif ikut memantau jalannya pemungutan suara.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang, Andi Irawan mengatakan, adanya indikasi kesalahan prosedur pencoblosan menyebabkan dilakukan PSU di TPS 01.
"Ada warga dari luar Kabupaten Tangerang yang tidak membawa A5 tapi melakukan pencoblosan," jelas Andi saat dihubungi, Sabtu, (20/4/2019).
Lebih jelas ia menerangkan, terdapat empat warga luar Kabupaten Tangerang yang melakukan pencoblosan tanpa membawa surat undangan atau C6 saat mencoblos.
Pasalnya warga asal Serang, Pandeglang, dan Nganjuk tersebut hanya berbekalkan e-KTP sebelum melakukan pencoblosan.
"Kami juga akan merekomendasikan pergantian KPPS (Kelompok Panita Pemungutan Suara) di TPS terkait karena dianggap lalai menjakankan tugasnya. Sebab bisa meloloskan pencoblos yang tidak bisa menunjukan surat undangan," ujar Andi.
Dijaga 2 pleton anggota TNI dan Polri
Kawal pemungutan suara ulang (PSU) di Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, TNI dan Polri terjunkan dua pleton.
Walau PSU dilaksanakan di tempat terpencil di Kecamatan Sukamulya, bahkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang becek tidak menyurutkan semangat TNI dan Polri untuk menjaga kondusifitas.
Tak tanggung-tanggung, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif pun turun langsung mengawal kegiatan pemungutan suara di TPS 01 yang sederhana.
Menurut Sabilul, ia menerjunak satu pleton polisi atau sebanyak 30 personel dari Polresta Tangerang untuk mengawal PSU di TPS 01.
"Pasukan yang dikerahkan kurang lebih dari TNI sendiri satu pleton, 30 orang. Dari Polri satu pleton juga 30 orang. Belum lagi dari Satpol PP dan termasuk perangkat KPU dan Bawaslu," ujar Sabilul di TPS 01, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019).
Hal tersebut, menurut Sabilul, tak lain dan tak bukan untuk menjaga kondusifitas PSU di TPS 01, Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Bahkan, beberapa waktu lalu Sabilul menginstruksikan kepada semua personelnya untuk melakukan tindakan tembak ditempat bagi para oknum yang mengacaukan proses pencoblosan.
"Kita akan jaga ketat. Bila ada money politic kita tangkap dan bila ada upaya intimidasi atau menghalang-halangi pemilih, kita akan tindak tegas terutama pengacau pemilu kita tembak di tempat," tegas Sabilul.
Setiap gang atau pintu akses masuk pemukiman padat penduduk pun akan dipasang portal dan dijaga polisi guna mencegah politik uang.
Selain itu, pemasangan portal juga dianjurkan untuk mengantisipasi usaha-usaha mengintimidasi masyarakat dari kelompok tertentu.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang, Andi Irawan mengatakan, adanya indikasi kesalahan prosedur pencoblosan menyebabkan dilakukan PSU di TPS 01.
"Ada warga dari luar Kabupaten Tangerang yang tidak membawa A5 tapi melakukan pencoblosan," jelas Andi saat dihubungi, Sabtu, (20/4/2019).
Lebih jelas ia menerangkan, terdapat empat warga luar Kabupaten Tangerang yang melakukan pencoblosan tanpa membawa surat undangan atau C6 saat mencoblos.
Pasalnya warga asal Serang, Pandeglang, dan Nganjuk tersebut hanya berbekalkan e-KTP sebelum melakukan pencoblosan.
"Kami juga akan merekomendasikan pergantian KPPS (Kelompok Panita Pemungutan Suara) di TPS terkait karena dianggap lalai menjakankan tugasnya. Sebab bisa meloloskan pencoblos yang tidak bisa menunjukan surat undangan," ujar Andi.
Prabowo-Sandi menang besar
Paslon Capres dan Cawapres 01, Joko Widodo-Maruf Amin kalah dalam perolehan suara atas Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi di TPS 01, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
TPS 01 di Kecamatan Sukamulya sendiri baru saja melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Minggu (21/4/2019) dikarenakan ada kelalaian dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) setempat.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, perolehan suara untuk Prabowo-Sandi justru mengalami peningkatan ketimbang 17 April kemarin.
Pada Rabu (17/4/2019), dari 236 daftar pemilih tetap (DPT), Prabowo-Sandi menang telak dengan 142 suara sedangkan, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendapatkan 42 suara.
Sementara pada PSU kemarin, Prabowo-Sandi kembali unggul mendapatkan 150 suara sedangkan, lawannya mendapatkan 52 suara.
Tak hanya itu, tingkat partisipasi masyarakat Desa Bunar juga meningkat dari sebelumnya.
Dari data yang diperoleh, dari pemilihan reguler hanya di 191 warga yang menggunakan hak suara sebelumnya sedangkan, pada PSU kemarin sebanyak 212 yang menggunakan hak suaranya.
Ketua KPU Tangerang, Ali Zaenal Abidin mengatakan, dalam proses PSU berjalan secara baik dan sesuai dengan aturan yang ada.
"Seluruh stakeholder baik dari pemerintah dan kepolisian turut memantau jalannya pesta demokrasi ini, kita bersyukur semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Bahkan, tingkat partisipasi pun meningkat dari sebelumnya," kata Ali di TPS 01, Minggu (21/4/2019).
Menurutnya, hasil dari PSU tersebut akan dibawa menuju desa sebelum diserahkan pada pihak petugas di kecamatan untuk dilakukan pleno perhitungan suara.
Dikesempatan yang sama, Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang, Rudi Maesal mengatakan, sistem jemput bola merupakan cara yang dapat meningkatkan angka partisipasi di Pemilu 2019 ini.
"Kita bersyukur angka partisipasinya meningkat dan semua dapat berjalan sesuai rencana," tandasnya.
Sebelumnya, pelaksanaan PSU di TPS 01 dilakukan karena adanya empat pemilih dari liar Kabupaten Tangerang yang melalukan pencoblosan tanpa disertai formulir C5.
Partisipasi menurun
Partisipasi pemilih dalam menggunakan hak suaranya di pemungutan suara lanjutan terbilang cukup kecil. Seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 166 Kelurahan Arenjaya Bekasi, dan TPS 242 Kelurahan Kaliabang Tengah Bekasi.
Dua TPS tersebut menggelar pemungutan suara ulang pada, Minggu (21/4/2019) kemarin. Masing-masing menggelar pemungutan suara diantaranya TPS 166 untuk DPD RI sedangkan TPS 242 untuk DPRD Provinsi Jawa Barat.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 166 Purwoyo mengatakan, saat pemungutan suara lanjutan, jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya hanya 100 orang dari 194 Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Ada 100 orang yang datang, 97 orang adalah DPT, tuga orangnya adalah DPK (Daftar Pemilih Khusus)," kata Purwoyo.
Adapun dia menjelaskan, porses pemungutan suara sudah dibukan dari pukul 07.00 WIB sampai ditutup pukul 13.00 WIB. Namun hingga pemungutan suara ditutup, warga yang menggunakan hak suaranya tak kunjung bertambah.
Dia menjelaskan, faktor yang membuat rendahnya pastisipasi pemilih ini lantaran banyak warga yang merasa sudah menggunakan hak suaranya pada Rabu 17 April 2019 kemarin.
“Pertama yang pemilu 17 karena mereka benar-benar konsen dan dari luar kota pada ke Bekasi, sebagian besar kan udah kembali ke daerahnya masing-masing. Yang kedua DPD ini kan bagi mereka nggak begitu kenal orangnya sehingga kalah dengan yang waktu presiden, tapi ya cukup diapresiasi yang datang 100 orang dari 195 dpt itu,” kata Purwoyo.
Sementara itu, hal yang sama juga terjadi di TPS 242 Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, dari 295 DPT yang ada di TPS tersebut, hanya 74 orang yang hadir menggunakan hak suaranya di pemungutan suara lanjutan.
"Hanya 74 orang yang hadir jam 1 siang pas kita tutup pemunguta suara, bukanya sama jam 7 pagi kita mulai," kata anggota KPPS 242 Suwarno.
Dia menambahkan, pada Rabu 17 April 2019, 260 orang hadir menggunakan hak suaranya, termasuk dengan pemilih khusus (DPK). Jumlah ini tentu berbanding jauh dengan pemungutan suara lanjutan yang tidak smapai setengah dari DPT yang hadir.
"Beda karena ini cuma DPRD Provinsi doang kali, kita udah sosialisasi sebelumnya, tapi warga mungkin ada yang kebetulan lembur kerja, atau ada yang punya kegiatan lain," jelas dia. (TribunJakarta/Yusuf/Ega)