Bahas Ijtima Ulama 3 dengan GNFP, Reaksi TGB Disambut Tepuk Tangan Penonton

TGB Zainul Majdi

"Tidak terwadahi nantinya karena kami dan beberapa alumni 212 terdaftar di BPN maka kami berinisiatip agar masyarakat yang resah mau mndengar pemaparan dari kita," ungkap Yusuf Muhammad Martak.

Menanggapi mengenai digelarnya ijtima ulama ketiga, M Abdul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyayangkan adanya hal tersebut.

Pengakuan Andre Taulany soal Tudingan Hina Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat yang Viral

Lolos di DPRD DKI Jakarta Karena Efek Warisan Ahok, Caleg PDIP: Banyak Warga Menyesal Tak Pilih BTP

TGB lantas menjelaskan jika dirinya diajarkan mengenai ilmu, hikmah dan adab.

"Ilmu itu tentang benar atau salah, hikmah mengenai kebijaksanaan, adab soal kepantasan...saya termasuk orang yang menyayangkan adanya ijtima ulama tiga," ucap TGB.

TGB menyatakan sikapnya yang menyayangkan ijtima ulama tiga digelar itu karena ada beberapa hal yang melampaui batas.

"Walaupun saya menganggap itu murni perhelatan politik tetapi menggunakan nama tajuk ijtima ulama tiga. Ada beberapa hal yang melampaui batas, misalnya mengenai poin ke-4 yakni meminta diskualifikasi paslon nomor satu" ungkap TGB.

Menurut TGB, ada satu aspek setelah pilpres 2019 yang perlu diperhatikan masyarakat terkait jelang bulan puasa sehingga seharusnya seluruh pihak mereda panasnya suhu politik.

BPN Sembunyikan Lokasi Real Count Karena Dapat Ancaman, Adian Napitupulu: Laporkan Namanya Siapa?

Ungkap Klaim Kemenangan Prabowo Masuk Akal, Rizieq Shihab: Logis, Realitis dan Argumentatif

"Khususnya umat Islam kan sedang menghadapi jelang bulan puasa sehingga kita memiliki kewajiban untuk cooling down," tutur TGB.

"Kalau alasannya untuk menjadikan kanalisasi umat yang resah, apakah itu tak bisa diterima?" kata Rosiana Silalahi.

M Abdul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) di acara Rosi Kompas Tv (YouTube/Kompas Tv)

"Kalau memang niatnya seperti itu, mestinya tercermin di hasil rekomendasi yang disampaikan. Jadi mestinya ada hal yang menyejukkan dan mengingat kalau kita harus bersatu sebagai bangsa setelah pilpres 2019," papar TGB.

Halaman
1234