Kanal

Adian Napitupulu Minta Anies Dijauhkan dari Pilpres 2024 Demi Jakarta, Mardani Ali Senyum-senyum

Adian Napitupulu - TRIBUNNEWS/HERUDIN

"Ini Bully dengan pengertian populer di masyarakat. Jangan seorang gubernur, kalau kita banyak serang di media sosial juga termasuk bully," jelas Karni Ilyas sebagai pembawa acara ILC.

Naik MRT di Jakarta, Mama Rieta Pakai Tas Punggung Kecil Seharga 10 Motor Sport Buatan Jepang

Andhika Pratama Beri Emoji Tertawa KPI Mau Awasi Netflix, Ussy: Ada Hal yang Lebih Penting di TV!

Beberkan Perjuangan Syuting Sinetron Bidadari, Nia Ramadhani Pernah Semprot Marshanda: Enek Banget!

"Artinya Bang Karni buat definisi sendiri, tak sesuai dengan KBBI. Saya tak melihat proses bully tersebut dialami Anies Baswedan. Apakah Anies mengalami persekusi? itu tak ada," imbuh Adian Napitupulu.

"Ada ancaman bakal dibunuh," beber Mardani Ali.

"Ya tapi tak pusaran bully bang...kalau pusaran kan itu tak berhenti. Lalu apakah ini ada hubungannya dengan 2024? Anies dibuat seolah teraniaya dan tertekan, rakyat simpati...walaupun saya berpikir bagian mana yang dibullynya?" tanya Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu menyatakan, saat ini Anies Baswedan bukan mengalami pusaran bully namun hanya mendapatkan beberapa kritikan saja.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat diwawancarai Wartawan, pada acara Peresmian Aplikasi e-Uji Emisi dan Pengecekan Uji Emisi Kendaraan Bermotor, di halaman balai kota Jakarta, Selasa (13/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

"Sebenarnya yang dikatakan Bang Mardani itu benar, anggap saja sebagai kritik. Terus kenapa kalau dikritik? Apakah kritik itu identik dengan bully? Tak ada yang tersakiti kok disini.

Bahwa kemudian ada anggaran membengkak dan realisasinya belum terlihat maka masyarakat mengkritik tersebut. Apakah itu bully?itu bukan," papar Adian Napitupulu.

Ikut Lomba Makan Kerupuk di Gathering Family Istana Bogor, Ekspresi Jan Ethes Tuai Sorotan

Kongres V PDIP Dipercepat & Akan Dihadiri Megawati serta Jokowi, Puan Maharani Ungkap Alasannya

Selain itu, Adian Napitupulu juga membahas mengenai solusi tingkat polusi di wilayah DKI Jakarta karena banyaknya mobil dengan membangun banyaknya trotoar.

"Itu justru membuat kemacetannya terjadi dimana-mana. Misalnya di kawasan Kemang, yang tadinya bisa 3-4 jalur sekarang cuma bisa 2 jalur sehingga kemacetan kian berkembang. Jadi kontradiktif, disisi lain ada perluasan ganjil genap.

Bagus mungkin niatnya tetapi jadi kontradiktif denga tingkat polusi yang berkembang karena kemacetan," imbuh Adian Napitupulu.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta

Berita Populer