Jalur Tengkorak Bernama Jalan Raya Narogong Siliwangi Bekasi

Jalan Raya Narogong Siliwangi yang membentang di Kecamatan Rawalumbu dan Bantargebang Kota Bekasi menelan korban jiwa sebanyak tiga orang.

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Kondisi lalulintas di Jalan Raya Narogong Siliwangi Bekasi yang dikenal sebagai jalur tengkorak dikarenakan sering terjadi kecelakaan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dalam sepekan terakhir, Jalan Raya Narogong Siliwangi yang membentang di Kecamatan Rawalumbu dan Bantargebang Kota Bekasi menelan korban jiwa sebanyak tiga orang akibat kecelakaan lalulintas.

Jalan tersebut rupanya menang dikenal cukup ekstrim hingga sempat dijuluki 'black spot' atau jalur tengkorak.

Kondisi lalulintas di Jalan Raya Narogong Siliwangi Bekasi yang dikenal sebagai jalur tengkorak dikarenakan sering terjadi kecelakaan.
Kondisi lalulintas di Jalan Raya Narogong Siliwangi Bekasi yang dikenal sebagai jalur tengkorak dikarenakan sering terjadi kecelakaan. (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Dari data yang dihimpun TribunJakarta.com, semua korban kecelakaan di Jalan Raya Narogong Siliwangi merupakak pengguna sepeda motor.

Peristiwa pertama terjadi pada Senin (2/9/2019) pekan lalu, seorang pemotor yang diketahui anggota TNI bernama Pelda Darmawan, meninggal dunia usai terlibat kecelakaan dengan sebuah truk pengangkut tahah di Pangkalan 2, Jalan Raya Narogong, Kelurahan Cikiwul, Bantargebang.

Insiden serupa terulang dua hari berikutnya, kali ini menimpa seorang pria bernama Enjen (64). Tewas setelah mengalami kecelakaan dengan pemotor lain di dekat Pangkalan Empat, Jalan Raya Narogong, Bantargebang.

Kemudian yang terakhir terjadi pada, Kamis (5/9/2019).

Seorang pemotor wanita bernama Mella Dian Pertiwi tewas usai mengalami kecelakan dengan sebuah truk kontainer hingga menyebabkan kepalanya terlindas.

Kejadian ini persis di dekar Simpang Perumahan Kemang Pratama, Jalan Siliwangi, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu Bekasi.

Pantauan TribunJakarta.com, Jalan Narogong Siliwangi memang sering dilalui kendaraan besar untuk kebutuhan pengiriman logistik ke beberapa pabrik di kawasan Bantargebang hingga Kabupaten Bogor.

Belum lagi jalur itu juga menjadi akses utama truk sampah DKI yang hampir setiap waktu melintas untuk membuang sampah TPST.

Rino Fajar (27), warga Rawalumbu yang hampir setiap hari melintas di jalan tersebut mengatakan, Jalan Raya Narogong Siliwangi memang terkenal rawan kecelakaan. Selain banyak kendaraan besar, jalur tersebut terbilang kurang sarana dan prasarana penunjang.

"Enggak pembatas jalannya kalau di sini, jalannya si lebar dua jalur, cuma ya itu enggak semua ada pembatas jalan kendaraan kenceng-kenceng," ujar dia.

Jalan penghubung antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor ini juga terbilang ekstrim lantaran terdapat beberapa titik permukaan jalan yang tidak rata atau berlubang. Hal ini tentu bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pengguna jalan.

"Kalau penerangan jalan ada cuma enggak terlalu banyak, jalan juga enggak rata ada lubang beberapa titik," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved