TRIBUNJAKARTA.COM - Ekonom Faisal Basri menyebut ada enam menteri dengan kinerja terburuk di Kabinet Kerja I.
Satu dari enam menteri itu, Faisal Basri menyebut nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.
Hal tersebut disampaikan Faisal Basri saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Jumat (18/10/2019).
TONTON JUGA
Faisal Basri menjelaskan untuk menilai baik dan buruknya seorang menteri, ia melihat berdasarkan rapot kinerja mereka.
"Presiden tentu saja punya pengalaman menteri-menteri yang sekarang ya," kata Faisal Basri, dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One.
"Mana yang dianggap suskses, kalau saya orang luar yang bisa mElihat lewat rapot," imbuhnya.
Sebelum membeberkan enam menteri dengan kinerja buruk, Faisal Basri menyebutkan dua menteri yang dimatanya sukses menjalakan tugas.
Dua menteri tersebut menurut Faisal Basri adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Ia menilai kedua orang itu memiliki kemungkinan besar dapat kembali menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja II.
• Dengar Lagu Raffi Ahmad untuk Nagita, Rieta Amalia & Mama Amy Nangis: Ini Caranya Minta Maaf ke Gigi
TONTON JUGA
"Rapot yang paling baik misalnya Pak Basuki, kemungkinan besar masuk (Kabinet Kerja II)," kata Faisal Basri.
"Rapot yang baik Bu Susi," tambahnya.
Sambil tertawa, Faisal Basri mengaku jauh lebih susah menyebutkan menteri dengan kinerja baik dibanding buruk.
"Lebih susah cari yang sukses ya, agak repot," ucap Faisal Basri.
"Kalau yang gagal saya lebih gampang carinya," imbuhnya.
• Suami Sah & Anak Menanti di Luar Gereja, Kedok Rina Terbongkar dan Batal Nikah dengan Sang Kekasih
Dengan lantang Faisal Basri mengatakan menteri dengan kinerja terburuk di posisi pertama adalah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
"Pertama Airlangga Hartarto, tapikan dia Ketua Umum Golkar, kalau jadi menteri jangan dikementerian perindustrian," ucap Faisal Basri.
Bukan tanpa alasan, Faisal Basri menilai Airlangga Hartarto membuat penindustrian di Indonesia semakin terpuruk.
"Industri semakin terpuruk petumbuhannya semakin melemah, peranan industri didalam APB turun terus dan terendah salam sejarah," jelas Faisal Basri.
• Anggota TNI Dihantam Pria saat Beli Keperluan Nikah, Pelaku Tantang Polisi: Tangkap Saja Aku
"Yang diinginkan industri 4.0, tapi industri yang keluar cuma Esemka itu mah bukan industri,"
"Enggak ada roh industri walaupun ayah orang hebat," tambahya.
Ia kemudian mencemooh Airlangga Hartarto yang justru menerbitkan buku disaat kinerjanya sebagai menteri tak bagus.
"Meluncurkan buku kan supaya keliatannya bagus, itu kan lucu," katanya.
• Selain Tipu Suami Sah & Mempelai Pria, Rina Bohongi Pihak Gereja: Begini Cerita Pendeta
Diposisi kedua, menteri terburuk ditempati oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
"Misalnya Rini Soemarno," kata Faisal Basri.
"Saya lebih mudah mencari menteri yang tak pantas lagi dibanding yang bertahan,"
"Enam dari saya yang tak pantas lagi," imbuhnya.
Diposisi selanjutnya, adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
• Di Luar Gereja Suami & Anak Menanti, Pemberkatan Pernikahan Rina & Pacar Sontak Dibatalkan Pendeta
Faisal Barsi menilai Luhut Binsar Pandjaitan lebih pantas disebut sebagi Perdana Menteri dibanding dengan menteri.
Pasalnya menurut Faisal Basri, Luhut Binsar Pandjaitan ikut campur dalam segala urusan negara.
"Luhut Binsar Pandjaitan dia lebih bertindak sebagai Perdana Menteri ketimbang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
"Semua urusan diambil alih tapi ya presiden membiarkan terserah lah, tapi enggak elok," kata Faisal Haris.
Diposisi keempat, Faisal Basri menilai Menteri Pertanian Amran Sulaiman malah membuat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di kementerian yang dipimpinnya semakin parah.
• Tak Cuma Bohongi Mempelai Pria & Suami Sahnya, Rina Juga Tipu Pihak Gereja: Pendeta Beberkan Ini
"Menteri Pertanian makin kacau nih KKN semakin menjadi-jadi," ucapnya.
Diposisi kelima ditempati oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto.
Menurut Faisal Basri 'dosa' Enggartiasto tergolong banyak selama menjadi menteri.
Ia menuding Enggartiasto menggelar 'karpet merah' impor hingga menghancurkan industri dalam negeri dan pengangguran.
Di tempat terakhir diisi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.
• Raba Tubuh Bocah 13 Tahun di KRL, Begini Nasib Oknum Pegawai Pemkot Jakarta Barat: Baru 9 Hari Kerja
Ia menilai Jonan kerap tidak mendengar stakeholder dalam mengambil keputusan untuk mengubah aturan.
Misalnya aturan cost recovery menjadi gross split di sektor migas.
SIMAK VIDEONYA: