Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Klub kebanggaan masyarakat Ibu Kota, Persija Jakarta harus rela dipermalukan Bhayangkara FC di pertandingan lanjutan Liga 1 2019 pekan ke-30.
Skuat berjuluk Macan Kemayoran itu dikalahkan Bhayangkara FC dengan skor telak 3-0 di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) malam WIB.
Di laga tersebut, pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares mengakui timnya bermain buruk dan tidak menampilkan permainan yang diinginkan tim pelatih.
Taktik dan strategi yang sudah disusun tim pelatih Persija Jakarta tidak bisa berjalan baik di lapangan.
Pelatih berkebangsaan Brasil itu turut menyoroti kinerja dua pemain inti yang diturunkan yakni Joan Tomas Campasol dan Rachmad Hidayat.
Kedua pemain itu dinilai tidak mampu menjalankan instruksi yang diberikan tim pelatih di lapangan.
"Masalahnya adalah taktik, Joan dan Rachmad melakukan kesalahan dalam taktik," kata pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares.
Tim pelatih Persija Jakarta memutuskan melakukan pergantian cepat dengan menarik keluar Joan Tomas dan Rachmad Hidayat.
Menurut Tavares, permainan kedua pemain tersebut tidak bisa berkembang dan memberikan perubahan positif kepada timnya di lapangan.
Hal tersebut yang melatarbelakangi tim pelatih Macan Kemayoran melakukan pergantian cepat di babak pertama.
"Joan adalah pemain yang saya minta untuk melakukan sesuatu, dan dia tidak melakukannya di lapangan. Maka saya mengganti dia," sambungnya.
Pelatih berusia 63 tahun itu menyebut pergantian cepat yang dilakukan merupakan keputusan yang tepat.
Sebab setelah melakukan pergantian pemain, Persija Jakarta mampu keluar dari tekanan dan bermain agresif di lapangan.
"Saya pikir saya melakukan pergantian yang benar," tegas Tavares.
Lebih lanjut, Tavares menilai tim lawan yang dihadapinya itu bermain cerdik dengan menampilkan permainan cepat dan diakhiri dengan bola-bola panjang ke pertahanan timnya.
Hal itu membuat lini pertahanan Persija Jakarta kesulitan mengantisipasi permainan yang diperagakan Bhayangkara FC.
"Bhayangkara tidak memainkan sepak bola, mereka memberi bola kepada Bruno dan seluruh pemain berlari ke depan. Ketika Joan dan Rachmad sudah masuk menyerang, tengah kami kosong dan Bhayangkara memaksimalkan itu (untuk serangan balik)," tutur Edson Tavares.
Persija Jakarta Lakukan Pergantian Cepat, Edson Tavares Sebut Taktik & Strategi Timnya Tak Berjalan
Persija Jakarta harus mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara FC dengan skor telak 3-0 di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) malam WIB.
Di laga tersebut, taktik dan strategi yang diterapkan tim pelatih Persija Jakarta tidak bisa berjalan dengan baik di lapangan.
Hal itu terlihat dari cepatnya proses pergantian yang dilakukan tim pelatih skuat Ibu Kota di babak pertama.
Di babak pertama, Persija Jakarta memasukan Ramdani Lestaluhu dan Heri Susanto menggantikan Rachmad Hidayat dan Joan Tomas Campasol.
Keduanya dimasukan tim pelatih Persija Jakarta untuk merubah permainan timnya di lapangan.
Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares menilai pergantian itu dinilai berjalan efektif dan mampu membuat permainan timnya lebih hidup di lapangan.
"Keputusan mengganti pemain adalah tepat, jika tidak mengganti pemain kami bisa kalah lima atau enam gol," kata Edson Tavares saat jumpa pers, Rabu (4/12/2019).
Pelatih asal Brasil itu menilai pergantian cepat sangat diperlukan untuk memperbaiki segala kesalahan timnya di lapangan.
"Ketika pemain dalam rapat, saya memberi tahu pemain untuk melakukan ini-itu, tetapi ketika pemain tidak melakukan itu maka saya harus menggantinya," paparnya.
Terbukti setelah melakukan tiga pergantian, permainan Persija lebih menekan dan membuat Bhayangkara FC tidak bisa membahayakan gawang timnya.
"Pergantian ini untuk perubahan, karena jika pemain tidak bisa menampilkan instruksi, maka harus dilakukan pergantian," tutur pelatih berusia 63 tahun tersebut.
Laga Bhayangkara FC Vs Persija Diguyur Hujan Lebat, Edson Tavares Tak Anggap Jadi Penyebab Kekalahan
Pertandingan Bhayangkara FC menghadapi Persija Jakarta diwarnai guyuran hujan deras disertai petir kencang sepanjang pertandingan berlangsung.
Laga yang dihelat di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu berakhir untuk keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 3-0.
Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares memastikan situasi dan kondisi hujan deras selama pertandingan tidak mempengaruhi permainan timnya.
Menurut Tavares, di laga tersebut bukan hanya timnya yang merasakan hujan, tapi juga Bhayangkara FC merasakan hal yang sama.
"Bukan hujan (alasan Persija kalah), hujan bukan hanya untuk kami, tapi juga Bhayangkara merasakan hal yang sama. Kami memainkan pertandingan lain di dalam kondisi hujan," kata Edson Tavares saat jumpa pers, Rabu (4/12/2019).
Pelatih asal Brasil itu menilai kekalahan telak yang dialami Persija karena taktik yang diinginkan tim pelatih tidak berjalan dengan baik di lapangan.
Riko Simanjuntak dan kawan-kawan tidak menampilkan permainan terbaik di atas lapangan.
"Kami kalah karena taktik, dan kalah dalam konsentrasi di lapangan," tutur pelatih berusia 63 tahun tersebut.
Persija Jakarta Kalah dari Bhayangkara FC di Pekan 30 Liga 1 2019, Begini Penjelasan Edson Tavares
Persija Jakarta harus mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara FC dengan skor telak 3-0 di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) malam WIB.
Tiga gol Bhayangkara FC di pertandingan kali ini diciptakan oleh Adam Alis Setyano menit ke-22, Herman Dzumafo menit ke-28, dan Lee Yu Jun menit ke-36.
Kekalahan telak yang dialami Persija Jakarta dari skuat The Guardian membuat sang pelatih Edson Tavares bereaksi.
Tavares menyadari di laga menghadapi Bhayangkara FC para pemainnya tidak menampilkan permainan yang baik di lapangan.
Selain itu, Riko Simanjuntak dan kawan-kawan sulit mengembangkan permainan dan tidak bisa keluar dari tekanan Bhayangkara FC.
"Hari ini kami tidak bermain baik, semua orang di sini, di stadion, sadar bahwa kami tidak memainkan permainan kami sesungguhnya," kata Edson Tavares saat jumpa pers di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).
• GAPEKA 2019 di Stasiun Bekasi Tambah Jumlah Perjalanan Kereta, Penumpang Masih Menumpuk
• Mirza Sani Menghilang Setelah Pamit Reuni 212: Sosok Pemalu dan Terpisah Saat Konvoi
Tiga gol cepat yang dilesatkan Bhayangkara FC di pertengahan babak kedua menjadi alasan Persija Jakarta menelan kekalahan.
"Dalam tujuh menit, Bhayangkara berhasil mencetak tiga gol, dan mampu menyelesaikan kami. Kami coba mengatur ulang strategi, tapi hasilnya tidak sesuai harapan," papar Tavares.
Meski begitu, pelatih berusia 63 tahun ini tetap memberikan apresiasi besar kepada seluruh pemainnya yang sudah berjuang di lapangan.
"Saya senang dengan perjuangan pemain, tapi secara taktik, kami membuat kesalahan," tutur mantan pelatih Yokohama tersebut.
Kekalahan ini membuat Persija Jakarta harus tertahan di peringkat 11 klasemen Liga 1 2019 dengan koleksi 38 poin. (*)