Viral di Medsos

Kisah Kembar Nadya dan Nabila Terpisah Sejak Lahir, Akhirnya Dipertemukan Berkat Medsos

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta
Editor: Kurniawati Hasjanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nabila Azzahra (16) tengah bersama kedua orangtuanya di kediamannya Jalan Manggarupi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Senin, (13/1/2020).

TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam kamar indekos berukuran 4 x 4 meter yang berada di sebuah gang sempit di Jalan Kakatua, Makassar, Sulawesi Selatan, pertama kali Ramli Rabaking Daeng Ngerang (57) dan Johra (56) bertemu dengan Nabila.

Saat itu, April 2003, Nabila baru berusia satu bulan.

Tubuh Nabila sangat kecil dan tak mencapai 2 kg.

Lantaran iba melihat Nabila berada dalam asuhan ibu kandungnya yang saat itu merupakan orangtua tunggal dengan segala keterbatasan ekonomi, kedua pasangan ini pun sepakat untuk mengadopsi bayi tersebut.

Keduanya yang memberikan nama gadis tersebut Nabila Azzahra.

"Waktu pertama kali saya ambil sangat kecil bahkan di usia lima bulan bobotnya baru mencapai tiga kilo," kata ibu angkat Nabila, Johra saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Gowa, Senin (13/1/2020).

Dilansir dari Kompas.com, Nabila kemudian dibesarkan oleh Ramli dan Johra dan merahasiakan kepada Nabila perihal orangtua kandungnya.

Selama dibesarkan, Nabila dikenal sebagai anak yang periang dan lucu.

Ramli dan Johra sudah menganggap Nabila seperti anak kandung mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu, apa yang dirahasiakan akhirnya terungkap.

Jumat, 7 Januari 2020, Nabila menanyakan jati dirinya yang sebenarnya.

"Saya menangis dan sempat tidak mau membeberkan rahasia yang selama ini kami pendam. Sebab, kami takut ia pergi dari kami dan kami tidak mau kehilangan Nabila," kata Johra sambil meneteskan air mata.

Johra sangat bersyukur setelah memberitahu jati diri Nabila.

Sikap dan perilaku Nabila kepada kedua orangtuanya tidak berubah.

Gadis itu tetap manja dan penurut kepada orangtua.

Keberadaan ibu kandung

Ramli menceritakan, keberadaan Nabila saat bayi ia ketahui dari ibu kandung Nabila yang meminta agar dirinya membesarkan Nabila.

"Kalau ibunya saya kenal dan saya yang bawa istri saya ke kamar kostnya untuk mengambil Nabila. Meski demikian keberadaan ibu kandung Nabila saat ini tidak ia ketahui hingga terakhir ia ke Papua untuk merantau," ujarnya.

"Terakhir yang saya tahu ibunya itu merantau ke Papua dan setelah itu kami tidak pernah lagi bertemu," kata Ramli.

Namun, informasi lain yang didapatkan oleh Johra, ibu kandung Nabila telah meninggal dunia tiga tahun lalu akibat penyakit kanker rahim.

"Informasi dari kakaknya Nabila (Nadya) bahwa sudah meninggal tiga tahun lalu, tapi itu hanya informasi yang belum valid," kata.

Adapun Ramli menyampaikan, Nadya dilahirkan di rumah sakit dan diadopsi di rumah sakit

"Sementara Nabila dilahirkan di kamar indekos ibunya, karena ibu saat itu tak punya biaya makanya dia tinggalkan rumah sakit.

Saat itu melahirkan tiga anak kembar, semuanya perempuan," kata Ramli.

Sebelumnya diberitakan, Nadya dan Nabila, dua saudari kembar yang sudah berpisah selama 16 tahun tidak sengaja dipertemukan oleh keajaiban Twitter.

Awalnya, teman dekat Nadya tahun 2018 mengirimkannya sebuah video, dimana orang dalam video itu mirip sekali dengan Nadya.

Namun, Nadya tak menggubris. Kemudian pada 2019, teman Nadya kembali mengirimkan tautan video dari akun yang sama.

Penasaran, Nadya akhirnya mencari tahu orang lain yang mirip dengannya itu.

Saat melihat akun medsos Nabila, Nadya terkejut.

Dia melihat banyak kemiripan, mulai dari pose saat berfoto hingga tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang sama.

Setelah dicari tahu, akhirnya Nadya mengirimkan pesan singkat ke akun Twitter Nabila.

Keduanya kemudian melakukan video call.

Keduanya berharap bisa bertemu dengan satu lagi saudara kembar mereka. Nadya dan Nabila merupakan kembar tiga.

Ingin bermain Tiktok dan ngevlog bareng

Nadya dan Nabila, kembar yang terpisah 16 tahun ini tak sengaja bertemu di media sosial. Kisah mereka pun mengharukan warganet. Saat ini, Nadya dan Nabila sedang mencari saudara kembar mereka yang ketiga. (ISTIMEWA/Twitter Nadya)

Nadya dan Nabila, saudari kembar yang 16 tahun berpisah dan dipertemukan di Twitter, berharap bisa bertemu secara langsung.

Dilansir dari Kompas.com, sejak dipertemukan di Twitter, keduanya masih berkomunikasi melaui video call.

Nadya mengatakan, jika nantinya bertemu, remaja 16 tahun ini ingin membuat video TikTok bersama Nabila.

"Pengin banget, pengin bikin video bareng, kan suka main TikTok, pengin ajak main bareng," ujar Nadya seperti dikutip dari KompasTV, Senin (13/1/2020).

Hal senada disampaikan Nabila. Remaja yang kini tinggal di Gowa, Sulawesi Selatan ini ingin membuat vlog bersama kembarannya itu.

"TikTok bareng, vlog bareng, di-post di YouTube," ujar Nabila.

Viral di sosial media

Nadya saat dijumpai wartawan di kediamannya di Jalan Kemiri Raya, Beji, Kota Depok, Senin (13/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Awal mula Nadya mengetahui bahwa memiliki saudara kembar, ketika salah seorang temannya saat di bangku Sekolah Dasar (SD), menandai akun Instagram miliknya dengan postingan seorang wanita yang sangat mirip dengannya.

“Jadi awalnya ini aku ditag sama teman SD aku di instagram, dia sudah tau aku banget. Jadi dia tag ke aku postingan salah satu cewe di instagram yang nama akunnya Nabila, terus pas aku liat awalnya belum merasa mirip,” kata Nadya pada TribunJakarta.com, Senin (13/1/2020).

Namun, firasat yang tak biasanya pun dirasakan Nadya hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut melalui akun instagram Nabila.

“Tapi aku kepoin lagi kok iya lama-lama mirip, nah dari situ aku tanya ke kakak aku dan mamah aku tapi mereka bungkam, panik, dan diem kayak gamau nyeritain ini ada apa kan ya, kayak ada yang ditutupin,” katanya

Tak berhenti meski tak mendapat jawaban dari keluarganya, Nadya pun kembali melanjutan informasi tentang Nabila.

Dalam pencariannya, ia menemukan footo-foto Nabila semasa kecil yang sangat identik dengannya.

Tak hanya foto, rasa penasaran Nadya pun semakin menjadi-jadi ketika mengetahui bahwa Nabila memiliki rasa takut atau phobia terhadap balon, dan gemar mengkonsumsi es batu.

“Di Instagram itu aku nemuin fakta bahwa ada foto-foto dia masa kecil tuh sama kaya aku, kemudian dia phobia balon, dia suka sama es batu, nah itu tuh aku persis. Aku juga pernah posting aku suka makan es batu, nah itu kebetulan banget,” jelas Nadaya.

Namun, lagi-lagi rasa penasaran tersebuit nyaris dipatahkan oleh orang tua Nadya yang mengatakan bahwa di dunia ini ada mitos bahwa setiap manusia memiliki tujuh kembaran.

"Tapi mamah aku bilang bahwa di dunia ini ada mitos kalau setiap manusia punya tujuh kembaran,” tuturnya.

Selesai mencari informasi, Nadya mendapat penglihatan melalui mimpi dalam tidurnya lelapnya, yang kembali membangkitkan rasa penasarannya akan sosok Nabila ini.

“Nah abis ngestalk si Nabila ini aku mimpi kalau aku kembar beneran,makin penasaran dong terus aku kepoin lagi,” kata Nadya.

Lanjut mencari informasi tentang Nabila, Nadya kembali menemukan fakta baru bahwa tempat lahirnya sama dengan Nabila.

Nadya mengaku, meskpiun dirinya besar di Kota Depok, Jawa Barat, namun dirinya lahir di tanah Sulawesi Selatan 16 tahun silam.

Kemudian, fakta yang benar-benar membuat Nadya yakin bahwa dirinya kembar dengan Nabila pun didapatkan, setelah dirinya mengecek tanggal lahir Nabila.

“Aku jujur lahir di Makassar tapi aku besar di Depok. Pas aku ngecek sosmed Nabila yang lainnya kaya tiktok nah dia emang bener lokasinya di Makassar, kemudian aku cek tanggal lahirnya dia ternyata sama persis kaya aku tanggal 13 Maret 2003,” bebernya.

Belum ada yang bisa menjawab rasa penasaran Nadya, usaha dirinya berkomunikasi melalui pesan di akun instagram pun belum direspon oleh Nabila.

Akhirnya, Nadya pun mencoba menuliskan kisahnya di akun sosial media twitter, dan mendapat respon yang luar biasa dari warganet hingga menjadi viral.

Setelah mendapat respon dari sosial media twitter, secercah harapan mulai muncul ketika Nabila membalas pesan yang dikirimkan Ndya ke akun instagram.

“Akhirnya dia respon aku di instagram dan ternyata jawabannya sangat friendly, aku kira awalnya dia bakalan gak terima gitu ada orang yang ngaku-ngaku sebagai kembarannya,” jelas Nadya.

Buntutnya, Nadya dan Nabila pun bertukar nomor telepond an bercerita panjang lebar mengenai pribadi masing-masing, hingga melakukan video call.

“Akhirnya aku sama dia tukeran whatsapp dan ngobrol langsung sampai video call, disitu kita ngomongin pribadi masing-masing dari tinggi badan, kesukaan, sampai ukuran sepatu pun sama gitu loh, disitu yang menarik kita lagi buat cerita ke orang tua kita, dan minta penjelasan yang sebenarnya apakah kita benar kembar,” kata Nadya.

Rasa penasaran dan teka-teki itu pun terpecahkan, orang tuanya mengatakan bahwa Nadya memang merupakan anak kembar.

“Barulah disitu mamah aku cerita kalau aku benar-benar kembar, dan orang tua Nabila pun ngaku kalau anaknya kembar,” bebernya.

Nabila mengatakan, dirinya mendapat penjelasan bahwa ketika lahir, dirinya dititipkan ke keluarganya yang sekarang oleh orang tua kandungnya.

“Jadi mamah aku dihubungin sama temannya waktu dulu tapi sudah lost contact, mamah dihubungin ada tiga bayi kembar mau dititipin. Nah mamah aku bingung kenapa mau dititipin,katanya orang tua kandung aku gak sanggup besarinaku dan Nabila,” jelas Nadya.

Yang membedakan, menurut Nadya dirinya diambil langsung di Rumah Sakit, sementara Nabila diambil di rumah orang tua kandungnya.

Saat ini, Nadya memendam rasa penasaran yang amat mendalam untuk bertemu langsung dengan saudara kembarnya Nabila.

“Kalau ketemu sih belum, soalnya dia jauh kan di Sulawesi.Ttapi rencana sih ada tapi Nabila bingung juga biayanya dia kurang,” ucap Nadya.

Terakhir, Nadya mengutarakan perasaannya masih fifty-fifty ketika ditanya apakah pensaran dengan sosok orang tua kandungnya yang sebenarnya.

“Fifty-fifty sih maksud aku kalau emang orang tua aku gak sanggup besarin karena kekurangan, tapi yang namanya ibu kandung kan pasti gak bakal menelantarkan. Tapi aku selama 16 tahun sudah tinggal sama keluarga aku yang sekarang, mereka pun sayang banget sama aku sudah ngebsarin aku sampai dewasa sekarang,” katanya kepada TribunJakarta.com. (KOMPAS.com/TribunJakarta/DwiPutra)

Berita Terkini