TRIBUNJAKARTA.COM - Terduga pelaku pembunuhan pengusaha terkenal di Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan akhirnya ditangkap.
Lazuardi alias Otong (23) diduga telah melakukan pembunuhan terhadap seorang pengusaha sukses dan terkenal di Ogan Ilir, Abu Bakar (54).
Kapolres Ogan Ilir melalui Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin membenarkan jika tersangka sudah diamankan oleh pihaknya.
"Sudah kita amankan. Tersangka masih kita proses," ujarnya dikutip TribunJakarta dari TribunSumsel (4/2/2020).
• Pria di Ogan Ilir Tewas Dalam Kondisi Mengenaskan, Keluarga Duga Korban Sengaja Dibunuh Karena Ini
Saat diinterogasi oleh aparat Sat Reskrim Polres Ogan Ilir, Senin (3/2/2020), Otong hanya bisa tertunduk lesu.
Usai menjalani penyidikan, Otong akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Abu Bakar.
Diwartakan sebelumnya, Abu Bakar ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di samping gorong-gorong pinggir jalan.
Saat ditemukan sekira pukul 11.00 WIB, korban berada 300 meter dari pabrik miliknya dan kondisi jenazah Abu Bakar penuh luka tusuk.
Hal tersebut diungkapkan adik ipar korban, Imron.
Ia mengaku mendapat telepon dari seorang temannya yang menemukan mayat Abu Bakar.
"Ada kawan aku nelpon yang lihat bahwa kakak meninggal di Jalan Gotong Royong kira kira 300 meter dari pabriknya," ujar Imron (49), adik ipar korban.
Mengetahui hal tersebut pihak keluarga langsung menghubungi polsek setempat untuk membawa jenazah agar dilakukan pemeriksaan.
Merasa Terancam
Kepada polisi, Otong mengaku ada dendam pribadi yang sempat mebuatnya cekcok dengan korban.
Namun Otong tidak menjelaskan apa yang menjadi motif sebenarnya sehingga ia tega menghilangkan nyawa korban.
Puncaknya pada hari nahas itu, Otong mengaku tengah membawa kayu di motornya.
Tiba-tiba di sekitar lokasi kejadian, ia sadar bahwa dirinya tengah dibuntuti oleh korban.
Otong mengaku merasa terancam lantaran dibuntuti koban.
"Dia turun, keluarkan pisaunya dari box motornya. Kemudian dia menelpon orang Polsek, minta 3 orang karena merasa terancam," ungkapnya.
Gelap mata karena merasa difitnah, tersangka langsung memukul korban selama lima kali.
• Barbie Kumalasari Kembali Absen di Sidang Suami, Galih Ginanjar Pasrah: Tak Bisa Paksa Dia Hadir
Tusuk Korban Belasan Kali, Pelaku Ngaku Khilaf
Setelah korban tersungkur, tersangka langsung menghabisi korban menggunakan pisau milik korban yang terlempar.
"12 kali saya tusuk pak, seingat saya," tambahnya.
Setelah korban bersimbah darah, ia mengaku sempat bingung.
Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk menyerahkan diri ke Kepala Desa.
"Saya sendirian bawa motor. Saya khilaf pak," ucapnya.
• Hotman Paris Siap Mediatori Dipo Latief, Nikita Mirzani Tegas: Saya Tidak Suka Perdamaian!
Korban Ternyata Pengusaha Sukses
Abu Bakar dikenal sebagai seorang pengusaha asal Ogan Ilir.
Diketahui Abu Bakar memiliki banyak usaha di berbagai sektor.
Tak hanya itu, ia juga punya 2 istri dan 5 anak.
"Usahanya banyak, mulai dari penggilingan padi, dermaga beserta speedboat dan tongkang, jasa angkutan dan peternakan," terang Imron.
Korban Sempat Pamit ke Anak
Sebelum ditemukan tewas, Abu Bakar sempat pamit kepada anaknya untuk ke pabrik padi dengan membawa 1 tas.
Sebelum pergi, Abu Bakar rupanya sempat menerima telepon dari seseorang.
Usai menerima panggilan telepon, korban pun pamit dan pergi ke pabrik yang dimaksud dengan menggunakan sepeda motornya.
Ada hal yang tak biasa saat jenazah korban ditemukan.
"Saat itu dia pamit sama dua anaknya. Kebetulan istrinya lagi berobat di Palembang," ujar sepupu korban, Nanik (53) dikutip TribunJakarta dari TribunSumsel.
Selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga dikagetkan dengan kabar bahwa Abu ditemukan tewas di pinggir gorong-gorong
Yakni sepeda motor yang digunakan korban masih utuh.
Sepeda motor tersebut tidak hilang, dan masih ada di lokasi tempat korban ditemukan.
• Berdesakan dengan Pelayat Lain di Tebuireng, Hotman Paris Berebut Ikut Gotong Keranda Gus Sholah
Diduga Karena Persaingan Bisnis
Keluarga menduga, Abu Bakar sengaja dibunuh karena motif persaingan bisnis.
Sebab, Abu Bakar memiliki banyak usaha yang sukses diberbagai sektor.
Berbagai usaha korban yang digelutinya sejak lama, berkembang pesat.
Dari sana keluarga menduga, ada orang-orang yang tidak senang dengan usaha yang digeluti korban.
"Mungkin, dari salah satu usaha yang sudah maju ini ada yang tidak senang karena persaingan," ungkap Imron.
• Malu Gara-gara Dilaporkan Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum ASN di NTT Nekat Coba Bunuh Diri
Korban Dikenal Dermawan
Keseharian korban dikenal tidak banyak ulah, korban juga dikenal tidak pilih-pilih dalam bergaul.
Korban juga dikenal cukup dermawan apabila ada orang yang ingin meminta bantuan.
Banyak usaha yang dilakoni, namun korban sama sekali tidak pernah mau bergelut di dunia politik atau ingin mencalonkan diri sebagai kades.
"Tidak pernah sama sekali mau mencalonkan diri sebagai kades, walaupun usahanya banyak dan semuanya berjalan. Tetapi, kalau dekat dengan orang-orang politik atau jadi tim sukses, itu sempat ikut."
"Tetapi untuk terjun korban tidak pernah dan memang lebih senang bergerak di bidang usaha," ungkapnya.
(TribunJakarta/TribunSumsel/Sripoku)