Remaja Pembunuh Anak Serahkan Diri

Ungkapan Hati Siswi SMP Pembunuh Anak Gunakan Bahasa Inggris, Ini Sikap Santainya Diperiksa Polisi

Rumah pelaku penenggelaman perempuan usia lima tahun, di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu malam (7/3/2020).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tak ada rasa penyesalan di wajah gadis remaja NF setelah menghabisi anak tetangga usia enam tahun, teman main adiknya.

Ketenangan ABG 15 tahun itu setelah mencekik, membekap mulut, lalu menenggelamkan APA ke bak mandi diungkap polisi.

"Pelaku minta tolong diambilkan satu mainan yang tenggelam di bak mandi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020) siang.

Orangtua sempat mencari anaknya APA, karena sampai Kamis (5/3/2020) malam tak kunjung pulang ke rumah.

Rumah NF dan APA berdekatan di permukiman padat penduduk di Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Lokasinya berada di dalam gang cukup sempit, berukuran 1,5 meter hingga 2 meter.

Jarak rumah NF dari mulut gang tak terlalu jauh, kira-kira sekira 100 meter jaraknya.

NF tinggal bersama ayah, ibu dan adik tirinya di rumah cukup kecil dua lantai.

Ibu tiri NF dan ibu APA sama-sama membuka usaha gorengan dan kue ringan.

Pada Kamis sore itu hanya NF di rumah bersama APA, sementara kedua orangtua dan adiknya sedang keluar.

APA dimintai tolong oleh NF untuk mengambilkan mainan yang tenggelam di bak mandi.

Sebelum menceburkan diri ke bak kamar mandi,
APA lebih dulu melepaskan pakaiannya.

Terlintas begitu saja hasrat NF untuk membunuh APA.

Setelah tak bernapas, NF memasukkan jasad APA ke dalam ember dan ditutupi kain agar tak diketahui orangtuanya.

"Orangtua pelaku saat pulang ke rumahnya tidak mengetahui," tambah Yusri.

Sempat jasad APA akan dibuang, tapi karena sudah sore, NF memutuskan menyimpannya di dalam lemari pakaiannya di kamar lantai dua.

Suka Film Chucky dan Slender Man

Polisi masih mendalami apakah pelaku berperilaku demikian karena orangtuanya yang sempat cerai atau ada hal lain.

Menurut Yusri, NF spontan ingin membunuh APA pada Kamis sore itu.

"Pengakuan si pelaku suka menonton film horor. Bahkan ada film Chucky. Itu hobinya," ucap Yusri.

Tokoh utama film Chucky adalah boneka yang suka membunuh.

Film lain yang ditonton NF adalah Slender Man, karakter fiksi yang berasal dari meme internet yang muncul pertama kali di forum Something Awful.

Karakter fiksi ini digambarkan seperti pria tipis tinggi dengan tanpa wajah, mempunyai tentakel dan mengenakan baju hitam dengan dasi merah.

The Slender Man dikatakan suka menculik atau melukai orang, terutama anak-anak.

Setelah lengannya terentang, korbannya lalu dihipnotis, di mana mereka tak berdaya untuk menghentikan diri dari berjalan ke Slender Man.

Tenang di Depan Penyidik

Sempat penyidik memintai keterangan NF setelah membunuh, namun reaksinya datar dan merasa tak bersalah.

Soal ini, polisi akan memberikan pendampingan psikolog untuk mengetahui kejiwaan NF.

"Penyidik bertanya bagaimana perasaannya setelah kejadian ini, satu yang paling gampang dan dikatakan (Saya puas)."

"Makanya pelaku akan kami lakukan pemeriksaannya secara psikologi. Karena juga dasar-dasar pelaku ini, yang berhak berbicara ya psikolog."

Tak sekali dua kali, sambung Yusri, polisi menanyakan pertanyaan yang sama tapi NF tetap tenang.

"Tenang sekali dia. Jawabannya tenang dan santai. Itu berulang kali," tegas Yusri.

Hal lain yang diungkap Yusri, NF dikenal suka binatang tapi juga menyiksanya jika muncul perasaan tidak senang.

Ia mencontohkan, pernah NF menusuk-nusuk kodok hidup memakai garpu, begitu juga ketika menemukan cicak.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto (kanan) dan Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo (kiri) usai melakukan olah tkp pembunuhan di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

"Pelaku punya bintang kesayangan, kucing peliharaan. Tapi kucing pun kalau pelaku sedang kesal, dia lempar dari lantai dua," ucap Yusri.

Curhatan Kekecewaan Pelaku

Hasil olah tempat kejadian perkara di rumah NF, polisi membawa sejumlah bukti di antaranya papan dan buku catatan berisi curahan hati.

Semua itu masih didalami penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, termasuk untuk menyelami karakter NF sebenarnya.

Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo membenarkan NF mengidolakan sosok karakter Slender Man.

"Ini adalah salah satu tokoh favoritnya (Slender Man). Ini kisah tentang film kekerasan dan horor," terang Susatyo.

Dari beberapa curahan hati di buku catatannya, NF pernah menulis, "Mau siksa baby? Dengan senang hati atau tidak tega."

Di lembar lainnya, polisi menemukan catatan lain dan gambar-gambar perempuan menangis.

Korban APA, kata Susatyo, saat ditemukan dalam kondisi terikat dan dimasukkan ke dalam lemari.

Nah, di dalam catatannya NF pernah menggambar perempuan dalam kondisi tubuhnya terlilit tali.

Rumah tersangka di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat yang menjadi lokasi pembunuhan tampak telah diberi garis kuning polisi, Jumat (6/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Dengan kalimat, 'keep calm and gie me torture,'" beber Susatyo.

Tak hanya di buku catatan, curahan hati NF goreskan di papan tulis menyoal kekecewaan terhadap keluarganya. Kebanyakan catatannya menggunakan bahasa Inggris.

"Juga berbagai gambar-gambar kesedihan, kelihatan mata saja dan sebagainya."

"Ini akan kami kumpulkan buktinya sebagai bahan pertimbangan perkara ini. Ini menjadi perhatian kita semua," sambung dia.

Kemarin, selesai olah TKP pembunuhan, Susatyo membeberkan jika NF anak yang cerdas.

"Di TKP yang pertama kami menemukan papan curhat," ungkap Susatyo saat olah TKP di depan rumah tersangka, Jumat (6/3/2020).

"Anak ini cukup cerdas, berkemampuan bahasa Inggris cukup baik dan dia mengungkapkan berbagai perasaannya itu di dalam berbagai tulisan," imbuh dia.

Susatyo menduga, NF telah merencakan pembunuhan terhadap APA di rumahnya sendiri.

Sementara di papan curhat, sejumlah ungkapan hatinya ia tulis dalam bahasa Inggris.

Di antaranya tulisan, "I'll learn to change my life but I need more time," dan "I will always love you. Who? unknown."

Berprestasi di Sekolah

Tetangga mengenal keseharian NF sebagai gadis pendiam, cerdas, pintar, berprestasi di sekolah baik akademik dan olahraga.

"Dia rajin di sekolah, selalu duduk paling depan dan jago menggambar," cerita Purwaningsih, kepala sekolah tempat NF mengeyam pendidikan sekolah menengah pertama di Jakarta Pusat.

Bisa dibilang, NF anak rumahan dan hampir tak pernah main di lingkungan rumahnya.

"Anaknya jarang main di luar. Dia di dalam rumah terus. Pulang sekolah langsung masuk ke rumah," ucap Yuli (45), tetangga, Jumat (6/3/2020).

Sofyan (47), Ketua RT setempat, menguatkan penuturan Yuli warganya. Dari semua anggota keluarga, paling ibu dan adik NF yang sering ke luar rumah.

"Dia (NF, red) keluar rumah paling ke sekolah. Setelah pulang langsung masuk ke rumah," ungkap Sofyan.

Sofyan mengakui, sekalipun diam dan jarang bergaul dengan anak-anak sebayanya, NF anak yang berprestasi.

"Sering menang lomba tenis meja," aku Sofyan.

Polisi Sempat Tak Percaya

Jumat pagi NF pergi ke sekolah lengkap dengan seragam, sehari setelah membunuh APA.

Ia dibayangi kebingungan untuk menghilangkan jasad APA sehingga di tengah jalan berbelok menuju Polsek Metro Tamansari untuk menyerahkan diri.

Pagi itu NF mengganti seragamnya dengan pakaian lain yang sudah dipersiapkan di dalam tasnya.

Tiba di Mapolsek Tamansari, NF bercerita perihal kedatangannya. Dari cerita NF, polisi yang menerimanya sempat tak percaya.

"Polisi, saya sudah membunuh dan mayatnya saya taruh di dalam lemari," ujar NF di Polsek Tamansari seperti ditirukan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu (7/3/2020).

NF akan menjalani proses hukum dengan asas praduga tak bersalah lantaran masih di bawah umur.

"Tahanannya akan berbeda. Ia akan dipisahkan," terang Yusri.

Yusri membenarkan awalnya polisi tidak percaya dengan keterangan NF.

"Setelah melihat ada mayat di kamar pelaku, mereka percaya," sambung NF.

Lantaran lokasi pembunuhan di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Polsek Metro Tamansari menyerahkan kasus tersebut kepada Polsek Metro Sawah Besar.

Kapolsek Metro Tamansari AKBP Abdul Ghafur membenarkan petugas menerima kedatangan NF untuk meyerahkan diri pada Jumat pagi.

"Tapi cuma sebentar saja," ujar Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Abdul Ghafur di Mapolsek Tamansari, Jakarta Barat, kemarin.

NF menyerahkan diri setelah membunuh teman kecilnya APA, tapi oleh polisi diantar menuju Polsek Sawah Besar.

"Dia pikir mungkin kantor polisi di mana saja bisa menyerahkan diri. Lebih lengkapnya Polsek Sawah Besar yang tangani," kata Ghafur.