TRIBUNJAKARTA.COM, SULAWESI BARAT - Diyakini bukan sembarang buaya, buaya berkaki lima ini membuat heboh warga satu dusun di Sulawesi Barat.
Tepatnya di Dusun Gusung, Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Buaya tersebut sudah dianggap layaknya anak sendiri oleh pasangan suami istri di desa tersebut, Jamaluddin (44) dan Hasnia.
"Itu memang kembaran anak saya yang sudah berulang kali datang dan pergi dari rumah," ucap Jamaluddin, Rabu (4/3/2020).
"Saya memperlakukannya sama tak berbeda dengan anak saya lainnya,” imbuh dia.
Dibuatkan Kamar Khusus
Jamaluddin sampai membuatkan sebuah kamar khusus untuk buaya berjari lima yang terperangkap jaring ikan miliknya.
Perlakuan khusus itu diberikan karena ia meyakini buaya itu merupakan kembaran anaknya, Faisal (13).
Kamar yang diberikan berbentuk kolam yang berada persis di tengah rumah Jamaluddin.
Setiap hari, buaya yang diberi nama Ainun itu diberi makan ikan dan ayam.
Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini berharap buaya yang ia cintai itu bisa betah tinggal dan berlama-lama di rumahnya.
Ia berharap Ainun tak lagi pergi meninggalkan keluarganya seperti setahun lalu.
“Saya berharap Ainun tak lagi pergi meninggalkan keluarganya,” ujar Jamaluddin, Sabtu (7/3/2020).
Menurut Hasnia, istri Jamaluddin, Ainun sudah berulang kali datang dan pergi dengan cara berbeda.
Seperti Jamaluddin dan Hasnia, kehadiran Ainun disambut gembira Faisal.
Seperti layaknya keluarga yang telah berpisah bertahun-tahun, Ainun kerap dipeluk dan dicium layaknya saudara atau keluarga sendiri oleh Faisal.
Saat dibawa pulang ke rumahnya, Ainun diselimuti dengan sarung batik layaknya bocah kecil yang kedinginan.
Hasnia sempat berulang kali menggendong dan mendekap buaya itu layaknya anak kandungnya yang pulang setelah lama menghilang.
Hasnia meluapkan kegembiraan dengan mencium buaya tersebut berkali-kali.
“Ini anak kembar saya, dia sudah lama dicari-cari. Selalu begitu, muncul dengan cara yang berbeda."
"Dulu ditemukan di atas lemari, sekarang ditemukan terperangkap jaring,” jelas Hasnia.
Uniknya, buaya betina itu tampak bersahabat dan tidak memperlihatkan reaksi apa pun saat dikerumuni warga yang penasaran melihatnya.
Warga pernah menyarankan agar Jamaluddin menyerahkan buaya itu ke balai konservasi untuk dirawat.
Namun, Jamaluddin dan Hasnia menolak.
Jamaluddin berjanji akan merawat Ainun dengan setulus hati.
Menurut Jamaluddin ia sempat membawa buaya tersebut kembali ke habitatnya di muara sungai untuk dilepasliarkan.
Anak buaya yang jinak tersebut enggan pergi dan malah tetap kembali mengikuti “tuannya”.
Fenomen Ainun ini terdengar sampai ke telinga warga sekitar.
“Saya penasaran saja dengan ceritanya," ujar Ria, warga setempat.
"Seperti warga lainnya saya juga sempat manfaatkan untuk foto selfie."
"Saya penasaran karena cerita heboh soal buaya yang dipercaya sebagai kembaran manusia,” imbuh Ria.
Muncul Jelang Ramadan
Saat pertemuan pada 4 Maret, Jamaluddin mengatakan itulah buaya yang sama.
Kebetulan atau tidak, buaya itu selalu muncul setiap menjelang bulan Ramadan.
Tak hanya Jamaluddin, buaya Ainun pun telah dianggap menjadi bagian dari masyarakat Desa Panyampa.
"Ini bukan buaya sembarangan, Pak, ini kerabat kami," ungkap Nurhayani, salah satu saudara Jamaluddin.
"Kami berkeluarga memang memiliki beberapa saudara, namun dalam wujud yang lain " sambung dia.
Jamaluddin menceritakan, awal pertemuan dengan Ainun saat menangkap ikan di muara sungai di desanya.
Ia mengaku tidak takut ketika melihat buaya berkaki lima tersebut.
Buaya itu pun dibawa pulang untuk dipelihara.
Nurharyani menceritakan, sempat ada salah satu kerabat bermimpi akan hadirnya anak-anak yang harus dirawat seperti anak sendiri.
Diyakini, mimpi tersebut mengisyaratkan kehadiran buaya Ainun.
"Sebelumnya, salah seorang kerabat juga memimpikan seseorang."
"Seseorang itu menyampaikan pesan bahwa akan ada anak-anak yang datang di kampung kami," cerita Nurharyani.
"Orang tersebut meminta agar anak itu dirawat layaknya anak sendiri," ia meyakini.
Jadi tontonan warga
Kemunculan Ainun menjadi viral di media sosial.
Warga beramai-ramai melihat langsung buaya tersebut.
Tanpa merasa takut, secara bergantian mereka menggendong hingga berswafoto bersama buaya.
Nurharyani pun memperkenalkan buaya Ainun sebagai seorang kerabat yang berwujud lain.
Mereka menyatakan tidak akan menyerahkan buaya itu kepada dinas terkait.
Keluarga ini yakin buaya akan hilang secara sendirinya ketika sudah melepas rindu bersama keluarganya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Ainun, Buaya Berjari Lima di Polewali, Warga: Ini Kerabat Kami, Tapi Wujudnya Lain"