TRIBUNJAKARTA.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) akhirnya buka suara terkait kabar masih banyaknya warga beribadah jamaah di masjid saat pandemi Covid-19.
Meski pemerintah telah mengeluarkan himbauan untuk beribadah di rumah, terdapat beberapa masjid yang masih melaksanakan salat tarawih berjamaah.
Dilansir TribunJakarta dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Ustaz Abdul Somad menjelaskan tanggapannya terkait fenomena tersebut.
TONTON JUGA:
"Dalam sebuah hadist mengatakan, kalau kamu mendengar wabah di suatu negeri maka kamu jangan datang ke negeri tersebut. Kalau wabah itu terjadi di negerimu jangan pula kamu keluar, melarikan diri."
"Ini yang disebut sekarang social distancing atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," ujar Ustaz Abdul Somad.
• Kecurigaan Warga Lihat Kondisi Rumah Pasutri yang Tewas di Bekasi, Dengar Suara Nangis di Malam Hari
Lebih lanjut, UAS menilai saat ini masyarakat tak bisa mengetahui wabah covid-19 yang telah masuk ke dalam rumah seseorang.
Untuk itu, UAS meminta masyarakat agar tetap berada di rumah.
"Kita gak tahu siapa saja rumah yang sudah didatangi Covid-19. Jadi saya gak tahu kalau rumah tetangga, rumah pejabat bisa kena. Untuk itu, tak ada solusi lain selain kita tetap ada di rumah," tegas Ustaz Abdul Somad.
FOLLOW JUGA:
Menurut UAS, berdasarkan aturan yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW sesuai hadist sangat sederhana untuk dilaksanakan yakni tetap di rumah saat pandemi Covid-19.
Selain itu, UAS mengaku telah menghubungi adik kelasnya di Maroko untuk mengetahui kondisi di negeri tersebut saat wabah corona merebak.
"Ada kalian salat berjamaah? ya tidak ada semuanya. Di Mesir juga begitu," aku Ustaz Abdul Somad.
• Ini Cara Mencairkan Dana Jamsostek/JHT BPJS Ketenagakerjaan Bagi Korban PHK, Jangan Sampai Salah!
Dengan berbagai hadist dan cerita rekannya tersebut, lebih lanjut UAS menceritakan keputusannya agar jamaah di masjid yang dipimpinnya untuk ibadah di rumah.
"Jadi Masjid di tempat saya, saya sampaikan agar ditutup dan saya buatkan video tutorial salat tarawih di rumah, salat witir, tadarus, bahkan sampai salat Idul Fitri di rumah, lengkap dengan dalil fiqihnya," papar Ustaz Abdul Somad.
Kendati demikian, Ustaz Abdul Somad menyadari terdapat masalah ketika himbauan ibadah di rumah tak dipatuhi.
"Tetapi masalahnya gak semua ketua masjid didengar jemaahnya. Di beberapa tempat justru mereka dikudeta jemaahnya, dikudeta karena memang masjid tersebut murni dari jemaah. Jadi masalahnya gak sederhana sesuai Fiqih, tetapi ada masalah sosial ekonomi," ujar Ustaz Abdul Somad.
Untuk itu, UAS memiliki strategi mengatasi permasalahan tersebut sehingga jemaah mau beribadah di rumah.
Ustaz Abdul Somad menceritakan, di masjid yang dipimpinnya ia telah membagi tiga kategori jamaah yakni kaya raya, sederhana dan kurang mampu.
• Syahnaz Bisa Beli Rumah Rp 6 M Secara Tunai Karena Jadi Host Acara Sahur, Raffi Ahmad Sampai Takjub
Dengan membagi ketiga kategori tersebut, Ustaz Abdul Somad kemudian menyarankan sesama jemaah di masjid untuk saling membantu sehingga permasalahan sosial ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 bisa teringankan.
Hal ini juga bertujuan agar adanya ikatan emosional para jemaah tersebut dengan masjid
"Untuk itu, kita himbau bagi jemaah yang mampu untuk mebantu sesama jemaah. Kita tak perlu ajak ke masjid tetapi mereka memiliki ikatan emosional dengan masjid. Dulu saat masa sulit, kamu ditolong masjid," ujar UAS.
SIMAK VIDEONYA:
Dengan strategi tersebut, UAS kemudian membagikan jadwal bantuan yang akan disalurkan.
"Kita bagi tiga yaitu 10 Ramadan, 10 April dan 10 Juni andai situasi ini berlanjut. Disana ada wibawa negara dan wibawa kekuasaan. Insya Allah mereka akan mendengarkan ketika perutnya kenyang. Saya terapkan masjid kita tutup. Bagi yang mau salat teraweh dirumahnya maka ia bisa berjamaah," aku UAS.
• Fakta-fakta Lengkap Reno Wahyudi Bunuh Istri di Muaraenim, Pelaku Sempat Ngaku Korban Bunuh Diri
Pasien Sembuh Virus Corona Paling Banyak Ada di DKI Jakarta
Sebanyak 44 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dalam 24 jam terakhir yang terhitung per pukul 12.00 WIB pada Senin (27/4/2020).
"Kasus sembuh ada 44 orang, sehingga total sembuh (se-Indonesia) menjadi 1.151," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per pukul 12.00 pada Senin, sebaran pasien sembuh tersebut terjadi di 11 provinsi.
Jika diurutkan, jumlah pasien sembuh Covid-19 terbanyak terjadi di DKI Jakarta sebanyak 337 orang.
Kemudian posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan jumlah pasien sembuh Covid-19 sebanyak 140 orang.
Lalu disusul Sulawesi Selatan sebanyak 106 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Selanjutnya adalah Jawa Barat yang mencatat hingga kini sebanyak 96 orang sembuh dari Covid-19.
Berikut sebaran pasien Covid-19 sembuh di seluruh provinsi Indonesia per 27 April:
1. Aceh: 4 orang
2. Bali: 81 orang
3. Banten: 33 orang
4. Bangka Belitung: 2 orang
5. Bengkulu: 1 orang
6. DI Yogyakarta: 37 orang
7. DKI Jakarta: 337 orang
8. Jambi: 1 orang
9. Jawa Barat: 96 orang
10. Jawa Tengah: 88 orang
11. Jawa Timur: 140 orang
12. Kalimantan Barat: 7 orang
13. Kalimantan Timur: 12 orang
14. Kalimantan Tengah: 10 orang
15. Kalimantan Selatan: 10 orang
16. Kalimantan Utara: 2 orang
17. Kepulauan Riau: 9 orang
18. Nusa Tenggara Barat: 22 orang
19. Sumatera Selatan: 18 orang
20. Sumatera Barat: 23 orang
21. Sulawesi Utara: 11 orang
22. Sumatera Utara: 21 orang
23. Sulawesi Tenggara: 6 orang
24. Sulawesi Selatan: 106 orang
25. Sulawesi Tengah: 3 orang
26. Lampung: 10 orang
27. Riau: 14 orang
28. Maluku Utara: 2 orang
29. Maluku: 11 orang
30. Papua Barat: -
31. Papua: 32 orang
32. Sulawesi Barat: 1 orang
33. Nusa Tenggara Timur:1 orang
34. Gorontalo: -
Total: 1.151