Di Tengah Pandemi Corona, Mbah Mijan Sarankan Masyarakat Tak Pergi ke Pantai: Saya Khawatir

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Siti Nawiroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mbah Mijan

TRIBUNJAKARTA.COM - Paranormal Mbah Mijan menyarankan masyarakat tak berkunjung ke pantai, terutama di tengah wabah virus corona.

"Sebaiknya sobat jangan berlibur ke pantai untuk beberapa waktu," ucap Mbah Mijan dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Mbah Mijan, pada Rabu (27/5/2020).

Mbah Mijan lantas membeberkan alasannya dapat berkata demikian.

TONTON JUGA

Mulanya Mbah Mijan menegaskan ia tak bermaksud untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Perlu Mbah sampaikan ini bukan soal menakut-nakuti," kata Mbah Mijan.

Menurut paranormal yang kerap menerawang kehidupan selebriti itu, kondisi bumi kini tengah tak stabil.

Dapat THR dari Nagita, Reaksi Kiano Tiger Wong Buat Paula Verhoeven dan Baim Wong Heran: Lihat Tuh!

TONTON JUGA

"Mbah melihat gejolak lepengan bumi, gelombang air laut, gelombang air darat," ujar Mbah Mijan.

"Sampai hari ini belum stabil," tambahnya.

Mbah Mijan mengatakan ia khawatir terjadi sesuatu apabila masyarakat memaksakan diri tetap bertamasya ke pantai.

"Mbah khawatir terjadi sesuatu," kata Mbah Mijan.

Tergiur Lihat Ferrari Langka Andre Taulany, Raffi Ahmad Nekat Jadikan Tas Rp 2 M Nagita Sebagai DP

Mbah Mijan menegaskan menjadi waspada dan khawatir adalah hal penting.

"Mudah-mudahan ya tidak," ujar Mbah Mijan.

"Tapi waspada perlu, khawatir itu perlu," imbuhnya.

Lagipula, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pemerintah meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah saja.

Berkumpul di tempat keramaian, seperti pantai dapat memperbesar resiko penyebaran virus corona.

Bersedia Lunasi Utang Rp 20 Juta Ibu Penjual Kripik, Baim Wong: Bukan Saya yang Bayar, Tapi Allah

Ribuan Cacing Terus Keluar dari Tanah di Solo, Mbah Mijan Bahas Primbon: Manusia Lupa Cara Berdoa

Pedagang di Pasar Gede Solo digegerkan dengan munculnya cacing dalam jumlah banyak di Pasar Gede Solo, Sabtu (18/4/2020).

Bahkan, fenomena ini juga terjadi di Klaten, Jawa Tengah.

Seorang pedagang bakso di pasar ini, Marsono, sebelumnya mengungkapkan telah mencoba membersihkan cacing-cacing tersebut, namun cacing ini terus keluar dari tanah.

TONTON JUGA

"Cacing ini muncul dari taman. Kalau cacing itu dikumpulkan ada satu ember. Jumlah cacingnya banyak," kata Marsono.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, cacing-cacing tersebut bermunculan dari pagi hingga siang hari.

Paranormal Mbah Mijan, turun mengometari femonema tak biasa itu.

Mbah Mijan menghubungkan kemunculan ribuan cacing dengan ilmu primbon.

Hal tersebut disampaikan Mbah Mijan di saluran YouTubenya, pada Senin (20/4/2020).

Mulanya Mbah Mijan mengaku ingin mengomentari peristiwa kemunculan ribuan cacing karena didesak followersnya di Twitter dan Instagram.

Jalani Rapid Test Corona, Ifan Seventeen Bocorkan Ini: Nunggunya Sama Kayak Nunggu Ujian, Gregeten

TONTON JUGA

"Mbah mau membahas yang sedang meneror Indonesia, khusunya daerah Solo," ucap Mbah Mijan.

"Ngeri toh ribuan guys jumlahnya, ribuan!" tegasnya.

Mbah Mijan mengingatkan masyakrat untuk tak selalu menghubungkan segala sesuatu dengan mistis.

Menurutnya bisa saja ribuan cacing tersebut keluar dari tanah karena diguyur hujan ataupun disemprot disinfektan.

"Apa-apa jangan dibawa mistis lah guys, siapa tahu Solo diguyur hujan tiba-tiba tanahnya basah semua cacing keluar, bisa seperti itu," ucap Mbah Mijan.

Ejek Kemeja Raffi Ahmad, Luna Maya Kaget Pas Tahu Harga dan Mereknya: Aduh Orang Kaya Susah Deh

"Atau kan kemaren baru aja semprot disinfektan, keluar cacing pada mabuk," imbuhnya.

Walau tak ingin selalu berpikiran tentang mistis, namun menurut Mbah Mijan dalam primbon segala fenomena merupakan kode atau pertanda dari alam terkait musibah atau wabah yang akan terjadi.

"Tapi memang dalam ilmu titen tak pernah jauh-jauh dari yang namanya kode alam," kata Mbah Mijan.

"Termasuk di akhir tahun 2019 Indonesia diteror ular kobra, ternyata ada maknanya,"

"Ternyata ada pertanda, ketika kita bahas dengan primbon teror ular kobra waktu itu berhubungan dengan wabah yang mematikan," imbuhnya.

Curhat ke Sarwendah Sambil Nangis soal Betrand Peto, Ruben Onsu: Kenapa Ya Dia Selalu Bilang Begitu?

Dalam primbon menurut Mbah Mijan fenomena ribuan cacing keluar dari dalam tanah bisa merupakan tanda akan terjadi gempa bumi.

"Kalau cacing dikaitkan dengan primbon memang ada maknanya," ucap Mbah Mijan.

"Apapun bisa dijadiin pertanda, termasuk cacing,"

"Karena cacing memiliki insting tiap sesuatu hal yang ada di dalam tanah, dan itu menganggu radar mereka pasti akan bereaksi,"

"Dalam primbon ketika ada ribuan cacing keluar dari tanah biasanya menandakan akan ada gempa," tambahnya.

Keputusannya Beri ASI ke Betrand Peto Tuai Kontroversi, Sarwendah: Mereka Punya Waktu Berpikir Kotor

Mbah Mijan lantas mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa.

Pasalnya menurut Mbah Mijan doa memiliki kekuatan yang amat luar biasa.

"Makanya kita harus berdoa, jangan sampai lupa melupakan Allah, Mbah pernah menyinggung rakyat Indonesia sudah lupa cara tertawa, kali ini Mbah akan singgung lagi rakyat Indonesia sudah lupa cara berdoa," kata Mbah Mijan.

"Karena berdoa bisa berubah nasib manusia, dan berdoa bisa mengeser bencana, dan bisa mendatangkan mujizat,"

"Semoga musibah itu tidak terjadi," tambahnya.

SIMAK VIDEONYA:

Ahli Buka Suara

Pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono mengatakan, munculnya cacing tanah di daerah Solo dan sekitarnya diduga berkaitan dengan fenomena alam.

Hal itu dianggap karena suhu panas di dalam tanah bertambah, sehingga mengganggu habitatnya.

"Di dalam biasanya panas dan kelembabannya jelas berkurang. Biasanya cacing mesti keluar mencari perlindungan," katanya Sabtu (18/4/2020).

Tahun sebelumnya, kata dia, pernah ditemukan kasus serupa.

Namun, ia mengatakan kondisi dan sebarannya tak semasif dan seluas tahun ini.

Meski belum ada penelitian secara spesifik terkait fenomena itu, namun ia menduga hal tersebut berkaitan dengan aktivitas gunung berapi yang terjadi belakangan ini.

"Saya juga kaget kok merata ini. Kayaknya tahun ini ada sedikit anomali. Mungkin ada dinamika suhu tanah dari dalam. Ini sedikit masuk logika. Gunung-gunung yang dulunya dianggap tidur ada istilahnya geotektoniknya begitu," ujar Prabang.

Sementara itu Peneliti Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hari Nugroho mengatakan hewan memiliki kepekaan tinggi terhadap gejala alam.

"Namun dalam hal ini saya kira, bisa jadi karena perubahan cuaca. Apalagi saat ini kita sedang menuju perubahan musim, dari penghujan ke kemarau," kata Hari kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

Dalam perubahan musim, biasanya hewan akan melakukan migrasi.

Sebab, kemungkinan habitat mereka saat ini sudah tidak lagi sesuai.

"Itu sama seperti seolah cacing-cacing hilang saat musim kemarau, lalu saat hujan mereka bermunculan di mana-mana. Dan yang perlu diketahui, bagaimana kondisi cuaca di Solo saat ini," imbuh Hari.

Cacing yang muncul di Pasar Gede Solo jumlah banyak, kata Hari, bisa saja terjadi karena faktor lingkungan.

Sebab, seperti lingkungan pasar yang pada umumnya lembab, becek atau kondisi tanah yang berair secara umum sangat cocok sebagai tempat hidup cacing.

Lebih lanjut Hari menjelaskan tidak semua jenis cacing tanah sama.

Pasalnya, cacing tanah di daerah pertanian, perkebunan maupun hutan akan dapat saja berbeda dengan yang ada di lingkungan urban dan permukiman.

Hari memperkirakan cacing-cacing yang muncul di Pasar Gede Solo itu adalah cacing yang biasanya berada di kawasan urban atau permukiman.

"Prediksi saya itu mungkin cacing invasif yang sangat mudah beradaptasi. Baik di Indonesia maupun negara mana pun, ada beberapa jenis cacing tanah yang invasif," jelas Hari.

Cacing-cacing ini bukan hewan asli Indonesia yang mungkin terbawa oleh berbagai perantara yang kemudian beradaptasi dan berkembang di alam.

Berita Terkini