TRIBUNJAKARTA.COM - Setelah lecehkan seorang ibu berinisial S, pemilik kontrakan berinisial MR sempat meminta maaf.
Namun, kata S, MR meminta maaf sambil menunjuk-nunjuk dirinya.
"Saya bilang iya saya maafin kalau minta maafnya yang baik sama saya. Dia cara minta maafnya tuh salah. Dia ngejabat tangan saya sambil nunjuk-nunjuk. 'Ini saya minta maaf sama Anda nih, tapi detik ini juga saya enggak bakal ngomong lagi sama Anda' katanya," ujar S kepada TribunJakarta.com di Mapolres Tangsel, Serpong, Selasa (1/9/2020).
S tidak terima dengan pernyataan minta maaf yang tidak dibarengi dengan itikad baik itu.
Wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga ini bersikeras melaporkan pelaku ke polisi.
Perlakuan apa yang didapatkan S?
Sudah 16 tahun, S ibu tiga anak warga Ciputat, Tangerang Selatan mengaku mengalami perlakuan tak menyenangkan.
Perlakuan itu ia dapatkan dari pemilik kontrakan yang sejak masih pengantin baru ia tempati bersama suami sekitar tahun 2004.
Sejak saat itu juga, S mengaku mendapat pelecehan dari MR, pemilik kontrakan di bilangan Kampung Parung Benying, Serua.
MR kerap menggoda S terutama melalui pesan singkat.
"Dari 2004 udah sms sms, pokoknya dari zaman saya penganten baru sama suami saya yang sekarang ini," ujar S di Mapolres Tangsel, Selasa (1/9/2020).
S menambahkan, MR sudah terobsesi dengannya sejak 16 tahun lalu.
• Beli Karpet untuk Rumah Baru Paula Verhoeven, Baim Wong Syok Lihat yang Harganya Sampai Rp 1,2 M
"Dia memang sudah terobsesi sama saya sejak saya nikah suami saya yang sekarang,"
"Kan suami saya yang sekarang itu kan teman dekat MR, dia juga dulu lagi zaman-jamannya masih punya HP SMS, dia sudah sering SMS," sambungnya.
S menyebut, MR sudah beristri dan memiliki dua orang anak.
Setiap kali melihatnya, lanjut S, MR terlihat seperti naik birahi.
"Padahal istrinya cakep dandan. Kalau saya mah enggak dandan, begini apa adanya,"
• Sempat Disebut Romantis, Rizky Billar Cerita Lesty Kejora Menyukai Matanya: Saya Juga Gak Nyangka
"Enggak pernah yang menor menor, pakai baju juga yang tertutup, enggak seksi seksi," ujarnya.
MR sering video call dengan modus menagih uang kontrakan, namun saat dijawab, MR tengah memainkan alat kelaminnya.
Hal itu membuat S kesal dan marah karena dilecehkan seperti itu.
"Sering, dia sering video call, kirain saya mau nagih duit kontrakan, nelepon video call, pas saya angkat lagi mainin alat kelaminnya," ujarnya.
Ternyata, bukan sekali saja MR melancarkan pelecehan tersebut dengan modus menggunakan kekuasaannya sebagai pemilik kontrakan.
• Dilecehkan Pemilik Kontrakan saat Ngerujak Bareng Tetangga, Ibu di Tangsel: Dia Malah Marah-marah
"Itu sering, sudah beberapa kali, saya lupa. Akhir-akhir ini dia video call lagi kan, saya bilang 'mau ngapain?' Kalau mau jorok saya enggak sudi. Kaga angkat saja dulu, ini mah urusan kontrakan,' pas saya angkat lagi telentang ya gitu lagi," paparnya.
Puncaknya, Agustus 2020 lalu, kekesalan S terhadap MR sudah di ambang batas.
Pasalnya MR kembali melakukan pelecehan kepada S yang saat itu sedang ngerujak bersama tetangganya.
S bercerita, pelecehan tersebut terjadi sore hari, Jumat (21/8/2020).
• Tatap Wajah Bayi Lelakinya, Andhika Pratama Berseloroh: Kayak Lagi Ngaca, Maap Nih Ussy Gak Kebagian
"Sekitar jam 3 sore, kami lagi pada ngerujak," kata S.
MR tiba-tiba menghampirinya dan meminta makanan.
"Tiba-tiba dia datang ambil rujak, saya bilang 'enggak modal amat, nebeng mulu'," sambung S.
Mendengar ucapan tersebut, lanjut S, MR balik arah dan menghadap ke arah S.
Saat itu, MR meremas dada korban di depan para tetangganya yang sedang berkumpul.
Mendapat pelecehan tersebut, S refleks berteriak karena kesakitan.
"Saya refleks teriak sakit, tetapi dia enggak mau lepas dan malah pelintir," ucap S.
Setelah melakukan hal tak terpuji itu, MR justru memarahi S lalu pergi tanpa meminta maaf.
"Dia malah marah-marah kan, terus dia pulang," sambung S.
Follow juga:
Minta maaf, tapi sambil tunjuk-tunjuk
Korban sempat mengadu kepada pengurus RT/RW karena tak terima dengan perlakuan tersebut.
Setelah S dimediasi dengan pihak RT setempat di rumah kakaknya MR, justru yang terjadi adalah adu mulut.
MR meminta maaf dengan berteriak dan mengacungkan telunjuk ke arah S.
"Saya bilang iya saya maafin kalau minta maafnya yang baik sama saya. Dia cara minta maafnya tuh salah. Dia ngejabat tangan saya sambil nunjuk-nunjuk. 'Ini saya minta maaf sama Anda nih, tapi detik ini juga saya enggak bakal ngomong lagi sama Anda' katanya," ujar S kepada TribunJakarta.com di Mapolres Tangsel, Serpong, Selasa (1/9/2020).
• Sempat Disebut Romantis, Rizky Billar Cerita Lesty Kejora Menyukai Matanya: Saya Juga Gak Nyangka
S tidak terima dengan pernyataan minta maaf yang tidak dibarengi dengan itikad baik itu.
Wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga ini bersikeras akan melapor ke polisi.
Karena sikapnya, MR naik pitam dan mengusir S dari kontrakan miliknya.
S juga diintimidasi saat mengatakan akan melapor ke polisi.
"Saya lepas tangannya, saya bilang enggak aci. Dia menggebu-gebu tuh marahnya, makin marah kan. Kakaknya ngomong, 'kalau Anda tetap lapor polisi siap saja dimarahin sama keluarga saya',"
• Ditanya Soal Nadya Lepas Cincin Pernikahan, Rizki D Academy Beri Respon Begini: Doain yang Terbaik
"Saya Bismillah saya sudah niat, saya mau laporin. 'Yasudah kalau mau laporan, tapi lu pergi dari kontrakan sekarang juga'," paparnya.
Akhirnya, malam usai kejadian, S mengemasi barang-barangnya dan pindah kontrakan, walupun posisinya terhitung dekat.
Hal itu karena kondisi darurat, dan S hanya ingin dia dan anaknya bisa bermalam dengan layak.
"Malam itu juga saya langsung pindah. Tetap di Parung Benying, sebelahnya doang. Karena dekat, bingung pindah ke mana," ujarnya.
• Ditanya Nyai Soal Asmara, Ivan Gunawan Ada Target: 2021 Gak Punya Istri, Berarti Udah Gue Gak Nikah
S tetap melaporkan MR ke polisi dengan nomor TBL/922/K/VIII/2020/SPKT/Res Tangsel.
S menjerat MR dengan pasal 289 KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
S berharap polisi bisa segera menangkap MR dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Ya semoga kasus ini diusut tuntas kalau perlu ditangkap, biar saya nyaman, aman," harapnya.
(TribunJakarta/Kompas)