Korban Mutilasi di Saluran Irigasi

Kuasa Hukum: Terdakwa Mutilasi di Bekasi Bukan Pengamen Manusia Silver

Maryani kuasa hukum terdakwa kasus mutilasi berinisial AYJ saat dijumpai di PN Kelas 1A, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (5/1/2021).   

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bchtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pelaku mutilasi di Bekasi berinisial AYJ (17) disebut-sebut bekerja sebagai pengamen manusia silver.

Informasi itu dibantah kuasa hukum yang mendampingi pelaku selama proses persidangan.

Maryani selaku kuasa hukum AYJ mengatakan, kliennya dalam pemberitaan saat kasus mutilasi terungkap disebut-sebut sebagai pengamen manusia silver.

Padahal, remaja berusia 17 tahun itu memiliki pekerjaan lain.

Berdasarkan informasi dari keluarga tersangka, AYJ bekerja di salah satu toko elektronik spare part handphone di pusat perbelajaan Giant Mega Bekasi.

"Menurut informasi kakaknya dia bekerja di salah satu toko elektronik seperti sparepart handphone," kata Maryani saat dijumpai di Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (5/1/2021).

Informasi awal dia beraktivitas sebagai pengamen manusia silver diduga muncul karena kedekatan AYJ dengan teman-temannya yang merupakan pengamen.

AYJ dari keterangan tetangga sekitar juga tidak pernah melakukan aktivtas sebagai manusia silver, dia memang beberapa kali ikut mengamen tetapi hanya mengamen biasa.

Dugaan dia menjadi manusia silver juga sempat menyeruak ketika, polisi menemukan bercak cat berwarna silver di lantai rumah tersangka di Kampung Pulo, Jakasampurna, Bekasi Barat.

Halaman
12

Berita Populer